“Lampung Fest dan OPD yang Tak Punya Jurus di Tengah Efisiensi”

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Efisiensi Berpengaruh pada Gelaran Lampung Fest 2025

berandalappung.com — Tanjung Karang, Lampung Fest 2025 digadang-gadang sebagai program unggulan Gubernur Lampung. Festival tahunan ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga diharapkan menjadi lokomotif baru peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) lewat sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif.

Namun, di balik gemerlap persiapan, muncul catatan soal minimalnya partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD). Hingga awal Oktober, baru sembilan dari 46 OPD yang memastikan ikut serta.

Mereka adalah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BPKAD, BPSDM, Dinas Perumahan dan Cipta Karya, RSUD Abdul Moeloek, Dinas Pendidikan, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Masih ada beberapa OPD yang dalam tahap konfirmasi,” ujar seorang anggota panitia Lampung Fest. Di antaranya Dinas Kehutanan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yang disebut masih menyusun konsep partisipasi mereka.

Baca Juga :  Kemenag Lampung Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 23 JKG dari Lampung Tengah

Padahal, panitia telah menawarkan skema efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Setiap OPD mendapat fasilitas stand pameran 3×3 meter tanpa biaya sewa, hanya dikenakan biaya listrik selama 14 hari pelaksanaan.

Sebuah kebijakan yang jauh lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika peserta harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah.

Festival yang dirancang sebagai ruang ekspose inovasi publik ini diharapkan menjadi ajang sinergi antardinas. Namun respon lambannya beberapa OPD justru menampilkan masih lemahnya koordinasi internal di tubuh Pemprov Lampung.

“Partisipasi aktif OPD itu penting, bukan hanya untuk memeriahkan acara, tapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif,” kata seorang pejabat di Dinas Pariwisata.

Pemerintah provinsi berharap, melalui pendekatan efisiensi ini, Lampung Fest 2025 bisa menjadi event mandiri yang tak hanya menelan anggaran, tapi justru memberi dampak ekonomi nyata.

Baca Juga :  Alumni Unila, Samsudin Jadi PJ Gubernur Lampung

Di atas kertas, konsep efisiensi ini bisa menjadi pembeda. Tapi tanpa dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah, Lampung Fest berisiko hanya menjadi panggung besar dengan partisipan terbatas—gemerlap di permukaan, tapi kehilangan substansi pembangunan yang ingin diusungnya.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Kursi BPKAD Lampung Dikabarkan Bergeser, Nama Mirza Irawan Mencuat
Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan
Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik
DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat
Gubernur Lampung Percepat Perbaikan Jalan Provinsi, Tercapai 85,46 % Sudah Mantab
Lampung Masuk Nasional Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Lelang Segera Dimulai
Menteri Tito Karnavian Semprot Pemda: Stop Pelesiran Berkedok Kunjungan Kerja, Pangkas Anggaran Dinas!
Skor 55 dan Status “Sangat Tinggi” Capaian Dinas Peternakan di Tengah Refleksi HUT Lampung
Berita ini 272 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:38 WIB

Kursi BPKAD Lampung Dikabarkan Bergeser, Nama Mirza Irawan Mencuat

Senin, 20 April 2026 - 20:32 WIB

Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Selasa, 14 April 2026 - 07:02 WIB

DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 - 08:40 WIB

Gubernur Lampung Percepat Perbaikan Jalan Provinsi, Tercapai 85,46 % Sudah Mantab

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com