Fenomena Lebaran Dengan Pinjol dan Paylater

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebaran, Pinjol dan Paylater Meningkat

oleh: Prof. Admi syarif, PhD           Dosen Unila dan tukang tulis

berandalappung.com – Pagi ini, usai subuh sambil Ngopi pagi dan menikmati juadah khas ukun Laampung (Juada bakkit), saya tertegun membaca sebuah berita dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga tersebut memprediksi bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang memanfaatkan layanan pinjaman daring (pinjol) dan sistem paylater akan meningkat drastis menjelang Lebaran 2025. Memang kopiKamoung disruput. dengan juadah Bakkit maknyus temon !

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Agusman, menyampaikan bahwa outstanding pembiayaan melalui skema Buy Now Pay Later (BNPL) mengalami peningkatan sebesar 31%. Sementara itu, pembiayaan dari industri pinjol juga naik hingga 24,16%. Angka-angka ini bukan sekadar statistik; ia berbicara banyak tentang fenomena sosial yang sedang kita hadapi.

Lebaran, bagi sebagian besar masyarakat, memang telah bergeser menjadi ajang “pamer tahunan”. Di Pulau Jawa, kabarnya penyewaan iPhone menjelang Idulfitri sangat laris. Kredit barang menjadi hal lumrah: mulai dari ponsel, motor, mobil, hingga oleh-oleh—semuanya bisa dicicil lewat paylater di platform e-commerce. Bahkan, ada yang sampai isi kantongnya pun hasil pinjaman dari pinjol. Sungguh ironis.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 

Saya merasa bahwa salah satu penyebab utama kondisi ini adalah mudahnya akses pinjaman online tanpa edukasi yang memadai. Tak mengherankan bila banyak anak muda, bahkan mahasiswa, sudah terjebak dalam lingkaran pinjol. Gaya hidup instan, keinginan untuk tampil, dan tekanan sosial menjadikan jebakan ini makin nyata.

Menurut saya, solusi terbaik untuk mengatasi fenomena ini adalah dengan memperkuat literasi keuangan sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga dan pendidikan formal. Edukasi pengelolaan keuangan pribadi, risiko utang, serta pentingnya menabung harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah dan kampus.

Selain itu, Pemerintah bersama OJK perlu memperketat pengawasan terhadap penyedia layanan pinjol dan paylater, serta mendorong penyedia untuk lebih transparan dalam menyampaikan risiko dan biaya tersembunyi kepada pengguna.

Baca Juga :  Eva Dwiana Dinilai Gagal Mengkolin Air, HMI Pertanian Unila Soroti Penanganan Banjir Bandar Lampung

Bagaimana dengan peran strategis Perguruan Tinggi dan kita sebagai Akademisi? Dunia kampus sejatinya tidak boleh diam. Pendidikan tinggi dan para akademisi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk aktif membentuk pola pikir masyarakat agar melek finansial dan berpikir kritis terhadap gaya hidup konsumtif.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, riset sosial-ekonomi, dan program literasi keuangan kampus, para dosen dan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Menikmati senja di Tanjung Karang
Bersama cinta dan cahaya remang.
Tak perlu mewah tak perlu berhutang,
Lebaran usai, hati pun tenang.

Semoga semua bisa lebih bijak dan tidak terjebak dalam euforia sesaat. Ayonberbuat baik untuk Lampung yang lebih baik. We love Lampung !

Editor : Cholik

Berita Terkait

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung
Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 
Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian
IKATRI Hiswana Migas Lampung Salurkan Puluhan Paket Bantuan di TPA Masjid Baitul Kirom
Jeep, Ramadan, dan Jalan Kepedulian di Gunung Terang
IJP Lampung Kunjungi Desa Baduy, Melihat Alam Dijaga Lewat Adat
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Kamis, 16 April 2026 - 20:51 WIB

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Selasa, 7 April 2026 - 14:47 WIB

Antisipasi Banjir Camat Teluk Betung Utara, Turun Bersih-bersih 

Senin, 30 Maret 2026 - 17:24 WIB

Gendang Persadaan Ginting Mergana Sukses Digelar, Perkuat Persatuan dan Pelestarian Budaya Karo di Lampung

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:09 WIB

Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten: Pangdam Tekankan Iman sebagai Fondasi Pengabdian

Berita Terbaru

Humaniora

Bantuan Menyusut, Warga Afghanistan Terpaksa Jual Anak Kandung

Senin, 25 Mei 2026 - 22:14 WIB