Endokrin Eksekutif dan Wajah Baru Layanan Publik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
berandalappung.com— Tanjung Karang, di tengah meningkatnya kasus diabetes, gangguan tiroid, hingga problem pubertas dini pada anak, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mencoba menjawab satu celah penting dalam layanan kesehatan daerah berupa penanganan hormon yang komprehensif dan terintegrasi. Layanan ini sudah dimulai dari pertengahan Juli tahun 2025.
Rumah sakit rujukan utama di Lampung itu resmi memperkuat Poli Layanan Endokrin Eksekutif sebuah unit subspesialistik yang menyasar pasien anak dan dewasa dengan gangguan endokrin dan metabolisme. Langkah ini bukan sekadar penambahan poli, melainkan bagian dari reposisi layanan publik agar tak lagi identik dengan antrean panjang dan prosedur berbelit.
Di lini anak, layanan ditangani dr. Ismi Citra Ismail, Sp.A (K)-Endokrinologi, konsultan endokrin anak yang fokus pada gangguan pertumbuhan, pubertas dini atau terlambat, diabetes melitus tipe 1, hingga kelainan tiroid sejak usia dini. Sementara pasien dewasa ditangani dr. Ira Laurentika, Sp.PD., KEMD, konsultan endokrin-metabolik-diabetes, dengan spektrum kasus mulai dari diabetes tipe 2, osteoporosis, gangguan adrenal, hingga problem metabolisme kompleks.
Direktur rumah sakit, dr. Imam Ghozali, menyebut penguatan poli ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan.
“Kami ingin memastikan pasien, baik anak maupun dewasa, mendapatkan penanganan gangguan hormon secara optimal dan bermartabat,” ujarnya.
Transformasi yang dimaksud tak hanya pada aspek klinis, tetapi juga sistem layanan. Poli Endokrin Eksekutif dirancang dengan skema satu pintu, konsultasi subspesialis tanpa antre panjang, pemeriksaan laboratorium dan penunjang dalam satu kunjungan, hingga dukungan konsultasi gizi dan farmasi klinis bagi pasien kronis. Ruang layanan dibuat lebih privat sebuah pendekatan yang selama ini identik dengan fasilitas kesehatan swasta.
Model ini sekaligus menjadi uji konsistensi rumah sakit milik pemerintah daerah dalam meningkatkan standar layanan.
Selama ini, rumah sakit daerah kerap menghadapi persepsi publik soal keterbatasan fasilitas dan lambannya birokrasi medis. Dengan menghadirkan layanan subspesialistik premium, manajemen berupaya mematahkan stigma tersebut.
Di sisi lain, kemitraan dengan sejumlah perusahaan asuransi swasta juga diperluas untuk mempermudah akses pembiayaan dan mempercepat proses klaim. Bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan tiroid, efisiensi administrasi sering kali sama pentingnya dengan ketepatan terapi.
Penguatan layanan endokrin ini menempatkan RSUD Abdul Moeloek sebagai salah satu pusat rujukan regional untuk kasus hormonal di Sumatera bagian selatan. Tantangannya kini bukan lagi sekadar ketersediaan dokter ahli, melainkan konsistensi mutu, kesinambungan terapi, dan keterjangkauan layanan bagi masyarakat luas.
Sebab pada akhirnya, layanan kesehatan publik diuji bukan hanya oleh kemegahan fasilitas, melainkan oleh seberapa jauh ia mampu menjawab kebutuhan riil warganya cepat, tepat, dan setara.
Editor : Alex Buay Sako

“Kami ingin memastikan pasien, baik anak maupun dewasa, mendapatkan penanganan gangguan hormon secara optimal dan bermartabat,” ujarnya.









