Didukung Hibah Riset Rusia, UIN Raden Intan–TSU Uji Perban Nanomaterial di RSUD Dadi Tjokrodipo

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didukung Hibah Riset Rusia, UIN Raden Intan–TSU Uji Perban Nanomaterial di RSUD Dadi Tjokrodipo


berandalappung.com
—Sukarame, Kolaborasi riset antara Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Tomsk State University (TSU) Rusia memasuki babak baru. Pada hari Jumat, 7 November 2025, kedua institusi memulai uji coba perban medis berbasis nanomaterial biosidal di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung sebuah langkah yang disebut para penelitinya sebagai “awal implementasi teknologi masa depan” dalam layanan kesehatan daerah.

Uji coba dilakukan sebagai tindak lanjut penelitian hibah dari Pemerintah Federasi Rusia. Kehadiran jajaran pimpinan kedua universitas mempertegas skala kerja sama: Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Internasional TSU Prof. Artyom Rykun, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Prof. Ir. Andi Thahir, MA, Ed.D, serta Direktur RSUD Dadi Tjokrodipo dr. Teti Herawati, MH.

Nanoteknologi Masuk Ruang Perawatan

Perban yang diuji mengandung konsentrat material nanopartikel Zinc Oxide dan Silver (ZnO/Ag) dengan sifat anti bakteri dan anti jamur yang kuat. Targetnya jelas: meminimalkan risiko infeksi pada luka, termasuk luka kronis yang sering kali menjadi masalah kesehatan serius di fasilitas medis.

“Ini bukan sekedar penelitian untuk jurnal,” kata Prof. Jamaluddin. “Kami ingin teknologi yang lahir dari laboratorium menjadi solusi nyata di lapangan.”

Direktur RSUD Dadi Tjokrodipo, dr. Teti, menilai uji coba ini membuka ruang pembaruan dalam layanan kesehatan daerah. “Perban biosidal ini sangat berpotensi meningkatkan keamanan perawatan luka. Bila efektif, ini bisa mengganggu kualitas layanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tim Sel Bumkam, DPRD Lamteng Dorong Pembentukan Pansus Seleksi Sekda dan Kadis 

Jejak Laboratorium Rusia

Riset ini melibatkan tim besar dari TSU, mulai dari Laboratorium Material Energi Tinggi dan Khusus, Laboratorium Nanoteknologi Metalurgi, hingga Pusat Riset Kelas Dunia. World-Class Research Center (WCRC) “New Special-Purpose Materials.”

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Alexander Vorozhtsov, salah satu tokoh penting dalam materi pengembangan berbasis nanopartikel di Rusia.

Sejumlah peneliti TSU ikut hadir mendampingi uji coba, termasuk Olga Bakina, yang dalam rilis resmi TSU menjelaskan bahwa material ini dapat diaplikasikan lebih luas mulai dari masker, pakaian medis, kemasan pangan, hingga lapisan pelindung fasilitas publik.

Bakina menambahkan, Asia Tenggara selalu menjadi “lahan uji ideal” karena iklim tropis mempercepat pertumbuhan mikroorganisme. “Perban ini perlu diuji pada kondisi ekstrem. Indonesia menyediakan lingkungan yang tepat untuk memastikan efektivitasnya,” katanya.

Dari Luka Kronis Hingga Ulkus Diabetik

Bahan polimer yang dimodifikasi nanopartikel ini dikembangkan untuk menangani berbagai jenis luka, termasuk luka bakar dan ulkus diabetik yang resisten antibiotik masalah kesehatan yang semakin umum dan sulit diobati.

Baca Juga :  Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran

Perban tersebut telah melewati uji keamanan oleh Institut Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya Rusia, lembaga yang sama yang sebelumnya dikenal melalui produksi vaksin Sputnik V.

Ambisi Internasional

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN, Prof. Andi Thahir, menyebut uji coba ini sebagai bagian dari peta jalan untuk menjadikan UIN Raden Intan sebagai pusat kolaborasi riset internasional

“Kami ingin hasil penelitian ini dipindahkan dari laboratorium menuju industri. Ada peluang komersialisasi yang besar,” ujarnya.

UIN Raden Intan menegaskan komitmennya memperluas kemitraan internasional, terutama pada teknologi medis berbasis nanomaterial di bidang yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu prioritas pengembangan riset global.

Dengan dimulainya uji coba di RSUD Dadi Tjokrodipo, Lampung memasuki deretan daerah yang mulai mengadopsi inovasi nanoteknologi dalam layanan kesehatan. Jika hasilnya menggembirakan, perban biosidal ZnO/Ag ini dapat membuka jalan menuju produksi massal dan penggunaan klinis yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga skala global.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Dosen STAI Ibnu Rusyd Kotabumi: Kolaborasi Orang Tua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri
Senat Matangkan Regulasi Pilrek Unila 2027-2031, Dr. Budiyono Siap Maju Usung Tagline ‘GASPOL’
Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan
Dewan Pendidikan Siap Akomodir Pemikiran Sekolah Swasta dan Negri di Lampung
Ironi Anggaran Triliunan dan Rapor Merah Pendidikan Lampung
759 Siswa Berebut Masuk, SMPN 2 Bandar Lampung Buktikan Diri sebagai Gudang Prestasi
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dosen STAI Ibnu Rusyd Kotabumi: Kolaborasi Orang Tua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52 WIB

374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Senat Matangkan Regulasi Pilrek Unila 2027-2031, Dr. Budiyono Siap Maju Usung Tagline ‘GASPOL’

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:46 WIB

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:08 WIB

Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan

Berita Terbaru