Dihadiri Kpw BI, Pemprov Lampung Gelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha Sektor Pertanian

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Rapat Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha dalam Memajukan Sektor Pertanian yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (2/10/2025) yang dihadiri Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Lampung.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri jajaran perbankan, pelaku usaha, serta instansi terkait. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antar stakeholder dalam menjaga stabilitas pertumbuhan pertanian serta meningkatkan nilai tambah sektor tersebut sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, dalam paparannya menyampaikan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung pada 2024 tercatat sebesar 26,21 persen, menurun dari 29,73 persen pada 2020. Pertumbuhan sektor pertanian juga sempat berfluktuasi, dengan catatan positif di 2022, terkontraksi pada 2023 (-0,54 persen) dan 2024 (-2,09 persen), namun kembali tumbuh pada 2025 yakni 5,44 persen di Triwulan I dan 1,88 persen di Triwulan II.

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada 2024 tercatat sebesar 128,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional 109,39 persen, menandakan daya beli petani relatif membaik. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pada Februari 2025, tercatat sebanyak 2,29 juta orang (46,96 persen) bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan peningkatan pekerja formal sebesar 1,9 persen poin menjadi 1,43 juta orang.

Baca Juga :  Rembuk Merah Putih, Forum Strategis Bangun Ketahanan Ideologi di Bumi Ruwa Jurai

Anang juga menegaskan peran penting perbankan dalam pengembangan pembiayaan pertanian, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian, kredit mikro, kredit berbunga rendah, hingga pembiayaan mekanisasi pertanian seperti dryer, RMU, dan SILO. Sementara itu, dunia usaha diharapkan aktif dalam kemitraan usaha tani melalui program CSR, contract farming, inti–plasma, investasi hilirisasi, penguatan rantai pasok, serta penerapan teknologi modern seperti precision farming dan digitalisasi pertanian.

Pemprov Lampung sendiri terus mendorong program Desaku Maju yang berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, pemberdayaan usaha, peningkatan SDM, serta penguatan ekonomi desa melalui mekanisasi, hilirisasi, dan vokasi tematik. Program ini diharapkan menjadi model penguatan ekonomi berbasis pertanian dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya penyatuan visi dan langkah antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan.

“Lampung tumbuh dengan pertaniannya, sehingga harga komoditas benar-benar menentukan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai eksekutor, dan perbankan sebagai pendukung harus searah dan saling memahami arah pembangunan Lampung ke depan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyoroti tiga komoditas utama Lampung, yaitu ubi kayu, jagung, dan padi. Ia menegaskan perlunya peningkatan kapasitas pengeringan hasil panen, mengingat pada 2024 hanya 30 persen produksi jagung yang dapat dikeringkan di Lampung, sementara 70 persen sisanya terpaksa dijual keluar daerah dengan harga lebih rendah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo – Gubernur Mirza Dorong TNWK Menuju Solusi Berkeadilan

“Kalau padi dan jagung bisa kita keringkan di Lampung, pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Saya minta perbankan turut membantu melalui pembiayaan, agar desa dan UMKM dapat memperoleh mesin-mesin industri. Dalam dua tahun ke depan, kita akan alihfungsikan 100 ribu hektare lahan singkong menjadi jagung dan padi gogo. Hal ini tentu membutuhkan dukungan perbankan, khususnya melalui skema KUR,” jelas Gubernur.

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan memaksimalkan peran Koperasi Merah Putih guna memberikan nilai tambah pada komoditas desa serta memperkuat kemandirian petani.

“Tanpa dunia usaha, Lampung tidak akan bisa maju. Dunia usaha harus tumbuh beriringan dengan masyarakat, sehingga ketika perusahaan besar berkembang, pendapatan masyarakat juga ikut meningkat,” tegasnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyatakan dukungan terhadap program Desaku Maju yang telah dirancang dengan ekosistem closed loop.

“Bagi perbankan, skema ini dapat menjadi mitigasi risiko yang baik. Karena itu, kami sangat mendukung penyaluran pembiayaan bagi sektor pertanian,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan pentingnya desain hilirisasi komoditas sesuai potensi daerah.

“Kami telah memetakan pohon hilirisasi komoditas. Tinggal bagaimana kita memilih yang sesuai untuk Lampung. Pertumbuhan di sektor pertanian tahun ini bahkan melebihi sektor lain, sehingga menjadi komitmen kami untuk mendukung program Gubernur,” jelasnya.

Berita Terkait

“IKN Belum Sah Sepenuhnya? MK Tegaskan Jakarta Masih Pusat Pemerintahan”
Tenaga Pendamping Jadi Bagian Penguatan Percepatan Pembangunan di Provinsi Lampung
Kursi BPKAD Lampung Dikabarkan Bergeser, Nama Mirza Irawan Mencuat
Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan
Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik
DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat
Gubernur Lampung Percepat Perbaikan Jalan Provinsi, Tercapai 85,46 % Sudah Mantab
Lampung Masuk Nasional Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Lelang Segera Dimulai
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:19 WIB

“IKN Belum Sah Sepenuhnya? MK Tegaskan Jakarta Masih Pusat Pemerintahan”

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:22 WIB

Tenaga Pendamping Jadi Bagian Penguatan Percepatan Pembangunan di Provinsi Lampung

Senin, 4 Mei 2026 - 13:38 WIB

Kursi BPKAD Lampung Dikabarkan Bergeser, Nama Mirza Irawan Mencuat

Senin, 20 April 2026 - 20:32 WIB

Spesial Hari Kartini 2026: Saatnya Wanita Indonesia Prioritaskan Kesehatan

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Berita Terbaru

Berita Lainnya

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:37 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com