Dampak Kebiasaan Menggigit Kuku

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak menggigit kuku Foto: Ist

Dampak menggigit kuku Foto: Ist

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Kebiasaan menggigit kuku, atau onychophagia, memiliki berbagai dampak negatif, baik dari segi fisik maupun psikologis. Berikut ini adalah dampak-dampak utamanya:

1. Dampak Fisik

Kerusakan pada kuku dan jari: Kebiasaan ini dapat menyebabkan kuku menjadi tidak rata, rapuh, atau bahkan berhenti tumbuh dengan normal. Kulit di sekitar kuku juga bisa terluka dan menjadi infeksi.

Infeksi bakteri: Mulut dan kuku sering kali penuh dengan bakteri. Menggigit kuku dapat memindahkan bakteri dari tangan ke mulut, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Masalah gigi: Kebiasaan ini dapat merusak gigi, menyebabkan gigi retak, aus, atau bahkan bergeser.

Penyakit pencernaan: Kotoran dan kuman di bawah kuku dapat masuk ke saluran pencernaan, meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diare atau infeksi lambung.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Terima LHP BPK Semester II Tahun 2024

2. Dampak Psikologis

Kebiasaan yang sulit dihentikan: Menggigit kuku sering kali menjadi respons terhadap stres atau kecemasan. Ini bisa menjadi kebiasaan kompulsif yang sulit dikontrol.

Mengurangi rasa percaya diri: Penampilan kuku yang rusak dapat membuat seseorang merasa malu atau tidak percaya diri dalam situasi sosial.

3. Dampak Jangka Panjang

Deformitas kuku: Kebiasaan menggigit kuku yang kronis dapat menyebabkan deformitas kuku permanen.

Paronychia: Infeksi kronis pada kulit di sekitar kuku akibat luka yang sering terbuka.

Gangguan kesehatan mulut: Kerusakan enamel gigi dan risiko infeksi pada gusi meningkat.

Baca Juga :  Peningkatan Literasi Digital, PJ Bupati Pringsewu Dukung Program AMSI Lampung

Cara Mengatasi Kebiasaan Ini

1. Identifikasi pemicu: Kenali kapan dan mengapa kebiasaan ini terjadi, misalnya saat stres atau bosan.

2. Gunakan pengganti: Alihkan kebiasaan menggigit kuku dengan aktivitas lain, seperti memegang bola stres.

3. Rawat kuku: Jaga kuku tetap rapi dan bersih untuk mengurangi keinginan menggigit.

4. Gunakan produk khusus: Oleskan cairan pahit yang aman untuk mencegah kebiasaan menggigit kuku.

5. Konsultasi dengan ahli: Jika kebiasaan ini sulit dihentikan, konsultasikan dengan psikolog atau dokter.

Mengatasi kebiasaan ini membutuhkan waktu dan usaha, tetapi dengan strategi yang tepat, kebiasaan menggigit kuku dapat dihentikan.

Berita Terkait

Siap-siap, KNPI Lampung Berganti Ketua Umum
SK Karateker PPM Lampung Terbit, Rekonsiliasi Melalui Musda Jadi Prioritas
Sistemkah Yang Membuat Kita Takut Untuk Bicara Benar?
AMSI Lampung Serbu Tempo Institute, Dalami Jurnalisme Investigatif
Terjebak di Puncak, Kisah Perjalanan Istri Pj. Gubernur dalam Menjalankan Tugas
Truk Sampah Bobrok, Pengamat: Rakyat Bisa Gugat dan Pejabat Jangan Cuma Makan Gaji Buta
Proyek JPO Siger Milenial Diduga Langgar K3, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Tutup Mata
Pemekaran Bandar Negara, Pariwisata Jadi Andalan Sektor Ekonomi
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 September 2025 - 13:50 WIB

Siap-siap, KNPI Lampung Berganti Ketua Umum

Selasa, 8 Juli 2025 - 20:09 WIB

SK Karateker PPM Lampung Terbit, Rekonsiliasi Melalui Musda Jadi Prioritas

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:50 WIB

Sistemkah Yang Membuat Kita Takut Untuk Bicara Benar?

Rabu, 12 Februari 2025 - 11:44 WIB

AMSI Lampung Serbu Tempo Institute, Dalami Jurnalisme Investigatif

Senin, 10 Februari 2025 - 18:25 WIB

Terjebak di Puncak, Kisah Perjalanan Istri Pj. Gubernur dalam Menjalankan Tugas

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Kadis PSDA Disorot Usai Diduga Ancam Wartawan, HMI Bersuara Keras

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:11 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com