Lampung Dikejar Target Swasembada Pangan 2027 di Tengah Krisis Produksi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Desember 2024 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy. Foto: Biro Adpim

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy. Foto: Biro Adpim

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, menghadiri Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (18/12/2024).

Rakor ini membahas percepatan program swasembada pangan nasional dari target semula tahun 2029 menjadi 2027.

Dalam paparannya, Fredy menyoroti tren peningkatan luas tanam padi di Lampung selama empat tahun terakhir, yaitu dari 489.573 hektar pada 2021 menjadi 531.616 hektar pada 2024.

Meski demikian, produktivitas padi pada 2024 diperkirakan turun menjadi 51,37 kuintal per hektar dari 52,03 kuintal pada 2023, akibat kekeringan di bulan Agustus–September.

Tantangan Pembangunan Pertanian

Fredy mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian Lampung, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, gejolak harga pangan, dan kondisi perekonomian global.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Pangan Nasional

Selain itu, data dari ATR/BPN menunjukkan adanya penurunan luas sawah potensial dari 361.699 hektar pada 2021 menjadi 337.285 hektar pada 2024.

Penurunan ini berdampak pada capaian produksi gabah. Pada 2024, produksi gabah diperkirakan mencapai 2.731.226 ton GKG, turun 26.672 ton dibandingkan 2023.

Meski luas panen meningkat, dampak kekeringan tetap signifikan terhadap hasil produksi.

Target Ambisius 2025

Fredy menjelaskan bahwa pada 2025, Lampung mendapat target luas tanam sebesar 1.034.205 hektar, meningkat drastis sebesar 136,14% dari target sebelumnya.

Target ini terdiri atas 849.384 hektar dari pertanaman reguler dan 184.821 hektar dari optimalisasi lahan serta cetak sawah baru.

Untuk mencapainya, Fredy menegaskan perlunya usaha luar biasa.

“Dengan lahan baku 337.285 hektar, indeks pertanaman (IP) harus meningkat dari 1,8 menjadi 2,52. Ini membutuhkan penyediaan air sepanjang tahun, perbaikan irigasi, serta penyediaan benih, pupuk, dan alat pertanian yang memadai,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Terpilih, Mirza Tinjau Makan Bergizi Gratis di sekolah Metro

Strategi dan Harapan

Fredy menyebutkan beberapa langkah strategis, antara lain:

1. Penyediaan air yang cukup melalui perbaikan irigasi, pembangunan embung, dan pompa air.

2. Penyediaan pupuk dan benih berkualitas dengan jumlah mencukupi.

3. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian, baik pra maupun pasca panen, seperti traktor dan pengering padi.

4. Pendampingan dan pembinaan intensif bagi petani.

Fredy berharap rakor ini mampu menghasilkan gagasan inovatif untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

“Koordinasi dan sinergi semua pihak sangat diperlukan agar Lampung dapat berkontribusi optimal dalam mencapai swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Berita Terkait

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi
Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 

Berita Terbaru

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB