Pemprov Lampung Fokus Pengendalian Inflasi Daerah dalam Rapat Koordinasi

- Jurnalis

Senin, 9 September 2024 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Sekdaprov. Lampung Fahrizal Darminto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (9/9/2024).

Deputi bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengungkapkan, inflasi nasional pada bulan Agustus 2024 sebesar 2,12% (yoy) dan -0,03% (mtm).

Deflasi pada bulan Agustus 2024 utamanya disebabkan oleh komponen harga bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 1,24℅ dengan andil deflasi sebesar 0,20%.

Komoditas komponen harga bergejolak yang dominan memberikan andil deflasi adalah bawang merah, daging ayam ras, tomat dan telur ayam ras.

Baca Juga :  Bencana Ekologi Di TNBBS, Salah Siapa

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyebutkan, dukungan aksi dan kebijakan pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi pangan telah berjalan dengan baik.

Dukungan aksi dan kebijakan pemerintah daerah tersebut antara lain Optimalisasi kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan melakukan Gerakan pasar murah, Fasilitasi Distribusi Pangan, Kios Pangan.

Kemudian meningkatkan pemantauan dan penyaluran beras SPHP agar tepat sasaran dan sesuai HET, percepatan realisasi bantuan pangan beras serta telur dan daging ayam ras, penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.

Selanjutnya menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, dan meningkatkan koordinasi TPID, Satgas Pangan, dan stakeholder lainnya dalam rangka pengambilan kebijakan pangan daerah.

Baca Juga :  Dilantik Sekdaprov, Inilah Karir Cemerlang dan Prestasi Marindo Kurniawan

Di akhir Rakor, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud yang memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah mengajak seluruh pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk terus mengoptimalkan langkah-langkah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama pada komponen harga bergejolak (volatile foods).

Restuardy Daud juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus mendukung pengendalian inflasi pangan, baik dengan aksi langsung maupun melalui kebijakan, di daerahnya masing-masing. (*)

Berita Terkait

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi
Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1
Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:10 WIB

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:33 WIB

Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum

Berita Terbaru