Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tutup Lampung Sharia Economic Festival 2026

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menutup kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (Lasef) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).

Lasef 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026, menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi pengembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, serta mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai rangkaian acara, seperti pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching pembiayaan syariah, hingga promosi produk unggulan lokal Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Lampung yang kembali sukses menyelenggarakan Lasef pada tahun 2026.

Menurut Gubernur, pelaksanaan Lasef menunjukkan bahwa ekonomi syariah tumbuh nyata di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

Baca Juga :  Lampung Waspada, Gelombang PPPK Bisa Picu Gelombang Perceraian

“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujarnya.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Provinsi Lampung seiring pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi syariah.

Ia menilai partisipasi puluhan UMKM dalam Halal Mart menjadi bukti besarnya potensi produk lokal Lampung, mulai dari kuliner, produk olahan, kopi khas Lampung, hingga berbagai jenis wastra lokal yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.

“Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Terpilih Mirza dan Menaker Yassierli, Kolaborasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, asosiasi pelaku usaha, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan seluruh UMKM dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Ia menyebut selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi melalui partisipasi dalam pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi berbagai produk unggulan lokal seperti kopi dan keripik khas Lampung.

Selain itu, melalui sinergi bersama OJK Provinsi Lampung dan lembaga keuangan syariah, kegiatan business matching pembiayaan yang dilaksanakan dalam Lasef 2026 berhasil mencatat komitmen pembiayaan senilai sekitar Rp230 miliar melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9873 UMKM.

Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia berharap kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi
Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB