Perjalanan Dinas Dipangkas, Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Hemat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan Dinas Dipangkas, Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Hemat

 

Kompastuntas.com — Jakarta, Tito Karnavian kembali mengingatkan kepala daerah untuk menahan laju belanja yang tak mendesak. Instruksi itu terutama menyasar perjalanan dinas yang dinilai membebani anggaran tanpa dampak langsung bagi publik.

“Efisiensi anggaran harus dilakukan, terutama perjalanan dinas yang tidak perlu. Anggarannya lebih baik dialihkan ke program pro rakyat,” kata Tito, Rabu, 25 Maret 2026.

Imbauan ini bukan hal baru. Tito menyebut praktik penghematan pernah dijalankan saat pandemi COVID-19, ketika aktivitas fungsionalitas disesuaikan dengan bantuan mobilitas. Ia menilai pola itu relevan untuk dihidupkan kembali, setidaknya dalam semangat pengendalian belanja.

Baca Juga :  Dua Lokasi Diusulkan, Pemprov Lampung Siap Wujudkan Sekolah Rakyat

Langkah sederhana, seperti mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak digunakan, kembali ditekankan. Tito mengingatkan, kebocoran kecil yang terjadi secara masif di birokrasi lingkungan dapat berakhir pada pemborosan besar.

Ia juga menggambarkan mekanisme kerja jarak jauh. Pegawai yang menjalankan work from home diminta tetap berada dalam pengawasan ketat. Sistem absensi dan pelacakan berbasis lokasi, seperti yang pernah diterapkan saat pandemi, disebut bisa menjadi instrumen kontrol.

“HP harus aktif, lokasi terpantau. Kalau keluar tanpa alasan yang jelas, tentu bisa diketahui,” ujar Tito.

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan serupa akan diterapkan di tingkat kementerian dan lembaga. Ia menilai masih banyak usulan tambahan anggaran yang tidak sejalan dengan kebutuhan riil.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Lampung Sambut Peserta LEIF 2025, Tawarkan Investasi Hijau dan Hilirisasi Industri

Pemerintah, kata Purbaya, berupaya menjaga disiplin fiskal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. “Belanja negara harus tetap terkendali, tapi aktivitas ekonomi juga tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Dorongan efisiensi ini menandai upaya pemerintah merapikan kembali pola belanja birokrasi, setelah periode ekspansi fiskal dalam beberapa tahun terakhir. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kepatuhan aparatur di lapangan sesuatu yang selama ini kerap menjadi titik lemah kebijakan serupa.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi
Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1
Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:10 WIB

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:33 WIB

Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:52 WIB