Eva Dwiana Soroti Kinerja BBWS Terkait Penanganan Sungai, Minta Banjir Tak Dibebankan ke Pemda

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eva Dwiana Soroti Kinerja BBWS Terkait Penanganan Sungai, Minta Banjir Tak Dibebankan ke Pemda

 

berandalappung.com— Teluk Betung, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan kritik terhadap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung terkait penanganan sungai yang dinilai belum optimal.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan sungai yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Senin 9 Maret 2026.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.

Sejumlah pihak turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami, perwakilan BBWS Mesuji–Sekampung, serta sejumlah instansi terkait seperti Bappeda, BPBD, dan PSDA.

Dalam forum tersebut, Eva Dwiana menegaskan bahwa pengelolaan sungai, kali, dan jaringan irigasi bukan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak BBWS sebagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang pengelolaan sumber daya air.

“Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali mendatangi kantor BBWS untuk membahas persoalan sungai yang berpotensi menimbulkan banjir di Kota Bandar Lampung. Namun hingga kini, ia menilai penanganan yang dilakukan belum maksimal,”ucap Eva Dwiana.

Eva juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung sebenarnya siap membantu percepatan penanganan sungai, termasuk dari sisi anggaran jika diperlukan. Hal itu dilakukan agar penanganan terhadap sungai yang berpotensi memicu banjir dapat segera dilaksanakan.

Baca Juga :  "Heboh Isu Penelantaran di RSUDAM, Ini Klarifikasi Pimpinan Rumah Sakit"

Selain itu, ia menyinggung persoalan permukiman warga di bantaran sungai. Menurutnya, pemerintah kota telah melakukan berbagai upaya penertiban terhadap bangunan yang berada di sepanjang aliran sungai guna mengurangi risiko banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga menilai bahwa persoalan banjir seharusnya tidak hanya diarahkan kepada satu daerah saja.

“Ia menyebutkan bahwa sejumlah wilayah lain di Provinsi Lampung juga menghadapi permasalahan serupa, sehingga diperlukan penanganan bersama oleh semua pihak terkait,”sambungnya.

Ia juga menyoroti minimnya keterlibatan pihak BBWS di lapangan ketika banjir terjadi. Eva mencontohkan salah satu kejadian banjir di kawasan Rajabasa yang berada di jalur jalan nasional.

Baca Juga :  Ribuan Petani Berhasil Jebol Kawat Berduri, Tuntut Janji Gubernur Soal Harga Singkong

Meski demikian, Eva menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap berupaya maksimal dalam menangani dampak banjir. Berbagai satuan tugas dari sejumlah organisasi perangkat daerah diterjunkan untuk membantu masyarakat saat banjir terjadi.

“Tim tersebut melibatkan personel dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, hingga Dinas Pekerjaan Umum yang bekerja di lapangan siang dan malam,”imbuhnya.

Eva juga mengingatkan bahwa salah satu faktor utama banjir adalah tingginya intensitas curah hujan. Karena itu, menurutnya, tidak sepenuhnya persoalan banjir dapat dibebankan kepada pemerintah daerah.

Meski begitu, Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir serta terus berupaya mengatasi persoalan sampah yang sering disebut sebagai salah satu penyebab tersumbatnya saluran air.

Ia berharap penanganan banjir di Provinsi Lampung dapat dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh pihak terkait tanpa saling menyalahkan.

“Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci agar persoalan banjir dapat ditangani secara lebih efektif di masa mendatang,”pungkasnya. (***)

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit
Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba
Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup
Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli
HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:23 WIB

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:57 WIB

Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB