Munir Abdul Haris: Lampung Tertinggi Perokok, Tapi Pendapatan Pajak Rokok Masih Tanda Tanya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Munir Abdul Haris: Lampung Tertinggi Perokok, Tapi Pendapatan Pajak Rokok Masih Tanda Tanya

 

 

berandalappung.com— Bandar Lampung, anggota DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Haris, mengangkat ironi soal pendapatan pajak rokok daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Lampung disebut menempati peringkat tertinggi jumlah perokok di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 36–37 persen.

“Kalau Lampung perokoknya terbesar se-Indonesia, mestinya pendapatan pajak rokok juga paling tinggi. Tapi saya belum melihat data perbandingan dengan provinsi lain, apakah betul Lampung tertinggi atau ada yang lebih besar,” kata politikus PKB ini, Senin, 11 Agustus 2025.

Munir menyoroti paradoks lain: tingginya konsumsi rokok di Lampung tidak otomatis mengalirkan pemasukan maksimal bagi daerah. Salah satu penyebabnya, menurut dia, adalah maraknya rokok ilegal yang beredar di pasaran.

“Masyarakat sudah bayar mahal, tapi negara tidak dapat Bea Cukai. Pemerintah daerah pun tidak menerima bagi hasil pajak rokok dari pusat,” ujarnya.

Ia menilai upaya aparat Bea Cukai dan penegak hukum masih belum efektif. “Kalau rokok ilegal masih marak, artinya penindakan belum maksimal. Ini harus diperketat supaya tidak merugikan daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah : Aplikasi SigapLapor Mubazir!

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, target penerimaan pajak rokok Lampung dipatok Rp739,086 miliar—angka yang tak berubah dalam Rancangan Perubahan APBD 2025. Munir mempertanyakan apakah target itu sepadan dengan tingginya jumlah perokok di provinsi ini.

Baca Juga :  Pledoi Eks Kadiv HK: Rizal Sutjipto Dinilai Tak Bisa Dipidana

“Untuk memaksimalkan pendapatan, semua rokok yang beredar harus dipastikan legal,” katanya. “Penindakan terhadap rokok ilegal tidak bisa setengah hati.”

Editor : Alex Buay Sako

Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Agustus 2025 - 21:55 WIB

Munir Abdul Haris: Lampung Tertinggi Perokok, Tapi Pendapatan Pajak Rokok Masih Tanda Tanya

Berita Terbaru

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB