Gubernur Mirza Dialog Dengan Petani di Lampung Timur, Tinjau Penggilingan Padi dan Produksi Pupuk Organik

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdialog dengan petani dan meninjau lokasi penggilingan dan pengeringan padi (dryer) di Desa Taman Asri, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (26/8/2025).

Gubernur Mirza juga meninjau lokasi produksi pupuk organik cair (POC) untuk meningkatkan produktivitas padi agar mencapai 7–8 ton per hektare

Gubernur Mirza berharap hasil panen dapat lebih optimal dari unit dryer yang telah tersedia. Penggilingan dan dryer di desa Taman Asri memiliki kapasitas 20 ton dari total sekitar 30 ribu hektare sawah di Purbolinggo. Dari jumlah itu baru tersedia sekitar lima unit dryer.

Penggilingan padi dan dryer di desa Taman Asri telah menjalin kerja sama dengan 16 kelompok tani (Poktan) yang mengelola sekitar 350 hektare lahan. Skema yang digunakan berupa sistem bagi hasil, di mana keuntungan dibagi untuk kelompok tani, perawatan mesin, dan kas bersama.

Gubernur Mirza menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat sarana pascapanen agar kesejahteraan petani meningkat. Ia juga menyampaikan bahwa harga gabah dan jagung mendapat jaminan pemerintah, sementara komoditas singkong masih perlu dukungan kebijakan agar lebih menguntungkan petani.

“Alhamdulillah, dengan kenaikan harga gabah, pendapatan petani Lampung juga naik. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan kesejahteraan petani kita semakin baik,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Bunda Literasi Provinsi Lampung Kukuhkan Forum Literasi Daerah, Perkuat SDM Berdaya Saing

Saat berkunjung ke lokasi pengolahan pupuk organik cair (POC) yang juga terdapat di desa Taman Asri, Gubernur Mirza melihat langsung hasil produksi POC yang telah dibagikan secara gratis kepada petani setempat dengan dukungan program Pemerintah Provinsi Lampung dan dana desa.

Hingga kini, tercatat sekitar 620 liter POC telah terserap oleh beberapa kelompok tani (poktan) di desa Taman Asri.

“Produksi pupuk organik ini biayanya sangat murah, hanya sekitar Rp5.000 per liter, karena memanfaatkan bahan lokal seperti air kelapa, air cucian beras, dan limbah tahu. Namun manfaatnya luar biasa,” jelas Giyo selaku pengelola POC di Desa Taman Asri.

Giyo menuturkan bahwa POC terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanaman. Beberapa tanaman cabai dan durian yang hampir mati kembali hidup setelah diberikan pupuk cair ini. Potensi produktivitas juga meningkat signifikan, di mana panen padi bisa mencapai 7–8 ton per hektare jika penggunaan dilakukan dengan benar.

Gubernur mirza menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan program POC dapat menjangkau 2.000 desa di seluruh Lampung. Setiap desa diharapkan mampu mengelola sekitar 400 hektare lahan dengan pupuk organik.

Baca Juga :  Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemprov Lampung Kerjasama dengan Kajati

“Alhamdulillah, ini bukti nyata inovasi masyarakat yang harus kita dukung bersama. Pupuk organik cair ini bukan hanya murah dan ramah lingkungan, tapi juga terbukti meningkatkan hasil panen petani,” ujar Gubernur.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau proses produksi POC yang sudah memasuki tahap fermentasi 18 hari dan tahap yang lebih lama. Produk yang telah siap pakai akan diuji coba di lahan pertanian seluas 2–3,5 hektare. Ia mendorong agar petani tidak hanya memproduksi, tetapi juga menggunakan dan mengembangkan kembali POC secara mandiri.

“Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas dan ilmunya. Selanjutnya masyarakat yang menjaga, karena mikroba ini makhluk hidup yang harus terus dikaji,” katanya.

Gubernur optimistis penerapan POC di desa-desa dapat meningkatkan produktivitas tanaman hingga 20–30 persen. Jika diterapkan secara luas di ribuan desa, manfaatnya akan sangat signifikan bagi ketahanan pangan Lampung.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Mirza didampingi jajaran kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Gubernur Mirza: Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda

Berita Terbaru