Ironi Pendidikan di Ujung Pulau: Guru SMKN Tabuan Hidup dari Honor Rp150 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ironi Pendidikan di Ujung Pulau: Guru SMKN Tabuan Hidup dari Honor Rp150 Ribu

berandalappung.com— Tanggamus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, boleh jadi sudah terbiasa melakukan roadshow ke sekolah-sekolah negeri di kabupaten dan kota. Namun, kunjungan ke SMKN Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Jumat (12/9/2025), meninggalkan catatan pahit yang tak mudah dilupakan.

Sekolah yang baru berdiri sejak Juli 2024 itu menyimpan ironi. Dari 11 tenaga pengajar, hanya kepala sekolah, M. Ruzabari, yang berstatus PNS. Sepuluh guru lain adalah honorer. Lebih memprihatinkan lagi, satu di antaranya bahkan belum tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) karena terkendala sinyal.

“Hanya saya yang PNS. Honor guru kami antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per bulan,” ujar Ruzabari, blak-blakan.

Thomas Amirico terdiam. Dahinya berkerut, matanya menatap para pendidik yang duduk berjejer di hadapannya. Senyum kecut yang sempat ia ukir jelas bukan ekspresi bangga, melainkan keprihatinan.

Baca Juga :  Heboh Jalan-jalan Senyap Ratusan Kepsek SD di Bandar Lampung, Diduga Marak Pungli

BOS Tak Pernah Turun

Kondisi SMKN Pulau Tabuan semakin pelik karena hingga kini belum sekalipun menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Padahal sekolah ini menampung 50 siswa, dengan gedung yang baru diresmikan.

“Untuk biaya listrik dan operasional lain, selama ini murni swadaya masyarakat. Bahkan beberapa kali dibantu oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Sedangkan honor guru Juli sampai September dibayar oleh Kepala Cabang Dinas,” jelas Ruzabari.

Dengan status sebagai sekolah negeri di kawasan 3T (terluar, terjauh, tertinggal), mestinya SMKN Pulau Tabuan menjadi prioritas dalam distribusi anggaran pendidikan. Fakta di lapangan justru menyingkap celah kebijakan yang abai.

Upaya Tambal Sulam

Menyaksikan kondisi itu, Thomas Amirico berjanji akan memperjuangkan agar guru-guru honorer SMKN Pulau Tabuan bisa masuk ke program Lampung Mengajar. Lewat skema itu, para guru bisa memperoleh tambahan insentif.

Namun, janji itu terasa seperti tambal sulam. Sebab, masalah utama justru pada ketiadaan BOS sumber dana vital bagi operasional sekolah negeri. Tanpa kepastian anggaran, pendidikan di pulau terluar ini akan terus bergantung pada kemurahan hati pihak luar.

“Harus ada kolaborasi dari SD sampai SMP satu atap di Pulau Tabuan. Jangan sampai anak-anak putus sekolah. Lulusan SMP harus kita fasilitasi agar bisa lanjut ke SMKN,” kata Thomas.

Asa dari Pulau Terluar

Kepada siswa-siswi, Thomas berusaha menyemai optimisme. Ia mendorong mereka bercita-cita tinggi, entah melanjutkan ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan. “Dari Pulau Tabuan harus lahir anak-anak yang sukses,” ujarnya.

Namun, motivasi semacam itu hanya akan tinggal jargon bila kesenjangan anggaran dan ketidakadilan distribusi tenaga pendidik tak segera diatasi.

SMKN Pulau Tabuan hanyalah satu contoh kecil bagaimana wajah pendidikan di daerah 3T kerap dibiarkan berjalan dengan nafas swadaya.

Baca Juga :  Dulu Bela Perambah, Sekarang Parosil Pura-Pura Lupa ?

Di balik senyum kecut seorang Kadisdikbud, tersimpan pesan yang lebih keras: negara belum sepenuhnya hadir di ruang-ruang kelas Pulau Tabuan.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Keluhan Wali Murid Jalur Prestasi SMA, Disdik Lampung Tegaskan Seleksi Berdasarkan Empat Komponen Penilaian
SPMB Jalur Unggul Tuntas Menerima 12.206 Siswa
Peserta SPMB SMAN 2 Bandar Lampung Mendadak TMS, Ini Penjelasan Sekolah
Sistem Error Ujian Sekolah Unggulan Lampung, Disdikbud Janji Gelar Ujian Ulang
Pengamat pendidikan sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Mutiara Ayu, S.Pd., M.Pd, menilai lonjakan jumlah pendaftar SMA unggulan di Provinsi Lampung merupakan sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang berkualitas.
Ketua Kwarda Lampung Ajak Pramuka Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Babak Baru Para Pemangku Kebijakan Lampung Melanjutkan Pendidikan Doktor di Unila
Kadisdikbud Thomas Amirico Dongkrak IPM, SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 243 Siswa ke PTN dan 1 University of Melbourne Australia
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:32 WIB

Keluhan Wali Murid Jalur Prestasi SMA, Disdik Lampung Tegaskan Seleksi Berdasarkan Empat Komponen Penilaian

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:29 WIB

SPMB Jalur Unggul Tuntas Menerima 12.206 Siswa

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:18 WIB

Peserta SPMB SMAN 2 Bandar Lampung Mendadak TMS, Ini Penjelasan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:43 WIB

Sistem Error Ujian Sekolah Unggulan Lampung, Disdikbud Janji Gelar Ujian Ulang

Senin, 8 Juni 2026 - 18:34 WIB

Pengamat pendidikan sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Mutiara Ayu, S.Pd., M.Pd, menilai lonjakan jumlah pendaftar SMA unggulan di Provinsi Lampung merupakan sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang berkualitas.

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Selamat, Birokrat Tubaba ke Jantung Kota Metro

Jumat, 12 Jun 2026 - 18:08 WIB