Rosim Nyerupa Tanggapi Sindiran Bupati, Pemimpin Harus Dewasa Dalam Demokrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rosim Nyerupa Tanggapi Sindiran Bupati, Pemimpin Harus Dewasa Dalam Demokrasi

 

berandalappung.com— Lampung Tengah, ketika pemimpin menyindir rakyatnya yang kritis. Sebenarnya dia sedang menunjukkan situasi yang sedang rapuh. Ia bukan sedang menunjukkan kekuatan, Melainkan ketidakmampuan untuk bersikap dewasa dalam demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Aktivis Pemuda Lampung Tengah, Rosim Nyerupa merespon unggahan video TikTok Bupati Ardito yang tengah meninjau pembangunan jalan. Dalam video itu, sang Bupati menyisipkan kutipan dari Mahatma Gandhi: “Orang yang oaling sibuk mengkritisi , Biasanya yang paling sedikit kontribusi”

Kutipan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah daerah. Rosim, yang dikenal vokal, menyatakan bahwa sikap alergi terhadap kritik bukanlah ciri kepemimpinan demokratis, bahkan bukan pula ciri kepemimpinan dalam tradisi Islam.

“Kritik adalah bagian dari kontribusi. Hanya pemimpin yang tidak siap diawasi yang merasa terganggu oleh suara kritis masyarakatnya. Tidak habis fikir aja, seorang Bupati kok responnya begitu. Katanya Lampung Tengah Berbenah, tapi ketika rakyat ikut membenahi lewat kritik, malah disindir seolah tak tahu diri. Kalau benar Lampung Tengah ingin berbenah, kritik adalah cermin, bukan musuh. Jangan pecahkan cermin hanya karena tak suka pantulan wajahnya” tegas Rosim dalam pernyataan persnya, Sabru (31/5).

Baca Juga :  Dihadiri Sekdaprov, Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung

Rosim menambahkan, Dalam teori kepemimpinan partisipatif, seorang pemimpin yang efektif adalah mereka yang mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Dalam pendekatan ini, kritik dipandang sebagai bagian dari umpan balik (feedback) yang esensial demi perbaikan kinerja.

Lebih jauh, Rosim mengaitkan hal ini dengan konsep musyawarah dalam Islam. Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam Islam bukanlah absolut, melainkan harus terbuka terhadap masukan dan koreksi.

Mantan Ketua SAPMA PP Bandar Lampung itu juga mencontohkan teladan pemimpin Islam seperti Umar bin Khattab.

Khalifah Umar bin Khattab sebagai teladan pemimpin yang tidak anti kritik. Dalam sejarah, Umar pernah ditegur oleh seorang perempuan saat menyampaikan pidato, karena pendapatnya tentang mahar. Umar tidak marah, justru ia mengakui kesalahannya dan mengakomodir kritik yang disampaikan rakyatnya.

“Itu contoh pemimpin sejati. Berani dikoreksi, tidak defensif, dan justru merasa terhormat ketika rakyat berani menyampaikan pendapat. Terlihat kelasnya beda sebagai pemimpin yang teladan, tanpa sungkan mengakui kekurangannya.” ujar Rosim.

Dalam tanggapannya, Rosim juga menyampaikan pesan reflektif yang kini mulai banyak dikutip warganet:

“Kemenangan tanpa kelapangan hati adalah awal kejatuhan yang lambat tapi pasti. Seorang pemimpin sejati tak sibuk menghabisi lawan, tapi menghidupkan ruang bagi semua.” Ujarnya.

Baca Juga :  Gaji dan TPP ke-13 ASN Lampung Senilai Rp118,7 Miliar Mulai Dicairkan

Ia menilai bahwa menyindir pihak yang kritis melalui video publik justru menunjukkan sikap kepemimpinan yang rapuh dan tidak siap menghadapi dinamika demokrasi.

“Pemimpin yang alergi kritik itu masuk kategori otoriter. Dalam Islam maupun demokrasi modern, kekuasaan harus dikontrol. Jika kritik dianggap serangan, maka pemimpin itu sedang berjalan menuju isolasi politik,” tegasnya.

Rosim menegaskan bahwa kritik yang membangun tidak bertujuan menjatuhkan, tetapi menjaga agar pemimpin tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Kritik bisa jadi vitamin bagi pemerintah untuk lebih semangat melakukan evaluasi dan proyeksi. Apalagi Bupati Ardito mengusung tagline Lampung Tengah Berbenah.

“Ktirik terhadap Seleksi Sekda Lampung Tengah misalkan, Inikan jelas indikasi Nepotisme dan Skenario yang dibangun. Kemudian kalau membangun jalan itu bagus, tentu diapresiasi. Tapi rakyat juga berhak bertanya: siapa yang kerjakan, berapa anggarannya, apakah mutunya benar? Kritik itu bagian dari kontrol sosial, bukan kejahatan. Apa maunya rakyat diam dan menyanjung pemimpinnya aja ?” imbuh Rosim.

Rosim pun mengajak seluruh pejabat publik, khususnya kepala daerah, untuk kembali pada semangat kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab, sebagaimana diajarkan dalam ajaran agama maupun prinsip dasar pemerintahan yang baik.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi
Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ketat Ikat Pinggang Salah Tempat, di Ruang Parlemen atau Dirakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:49 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD di Dinas Peternakan 

Berita Terbaru

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB