Catatan kecil perjalanan ke Sumber Jaya Lampung Barat
berandalappung.com — Tanjung Karang, ketika akan memasuki kawasan Lampung Barat, maka kita akan memasuki Pekon Sukapura Kecamatan Sumber Jaya kabupaten Lampung Barat beberapa hari lalu, saya dan rombongan ‘disambut’ sebuah Tugu Soekarno yang berdiri gagah dengan ukuran monumen setinggi 6 meter di pertigaan jalan raya. Siapa saja yang melewati daerah ini penglihatannya akan terfokus pada monumen bersejarah itu.
Tak jarang masyarakat bahkan pendatang dari luar daerah yang menyempatkan untuk berfoto dibawah tugu ini. Ada naskah penuh inspiratif yang ada dibawahnya, yakni “Perjalanan seribu mil pun harus di mulai dengan satu langkah yang pertama”.
Sejak keberangkatan dari Bandar Lampung saya sudah berencana, setelah selesai acara pernikahan cucu di Pekon Sukapura, tempat berdirinya Tugu Soekarno ini, saya ingin mengunjungi sebuah sungai yang indah, bersih dan jernih yang letaknya tidak jauh dari pasar Sumber Jaya. Dulu diakhir tahun 1970-an, saya sering menumpang mandi di sungai dengan air dingin yang menyegarkan, dibalik batu-batuan besar.
Rencana tersebut urung, dan diputuskan oleh rasa ingin tahu lebih banyak tentang sejarah Tugu Soekarno tersebut. Semoga saja sungai itu masih ada dan terjaga keasliannya sampai sekarang, termasuk keaslian Sumber Jaya yang di masa lalu terkenal dengan pasar sayur mayurnya, sebuah lokasi yang sangat strategis sebagai tempat yang ideal untuk pertanian sayur mayur, serta menjadi salah satu destinasi penting masyarakat bagi untuk mendapatkan sayur mayur yang segar.
Yang muncul dalam benak saya kemudian adalah, mengapa Tugu Soekarno dibangun di Sumber Jaya, bukan di Liwa sebagai ibu kotanya kabupaten Lampung Barat. Apakah karena Bupati Lampung Barat berasal dari wilayah kecamatan Sumber Jaya, apakah ada hubungannya dengan partai politik, atau memang ada sejarah masa lalu yang selama ini jarang diketahui masyarakat Lampung khususnya.
Terdorong rasa penasaran, ditengah dinginnya malam Sumber Jaya, saya berdiskusi dan berbincang dengan pengelola hotel untuk mengorek sisi sejarah berdirinya Tugu Soekarno ini.
Sayang, dari tiga orang yang mengaku warga pekon Suka Pura kecamatan Sumber Jaya ini, tidak ada seorang pun yang tahu detail tentang sejarah dibalik dibangunnya tugu tersebut, kecuali hanya mengingat tahun peresmiannya. Esok harinya, ditengah kemeriahan pernikahan cucu, kebetulan seseorang menghampiri saya sambil menyapa dengan bahasa lampung, “Mahap Among, asal pusikam jak lampung dipa?” dan saya jawab setengah gugup bercampur malu, “ Sikindua asal jak Lampung Pesisir, kidang mak pati pandai cawa Lampung”.
Ternyata dia seorang guru SMA dan saya mendapat banyak informasi tentang Tugu Soekarno ini. Inisiatornya Mukhlis Basri, mantan Bupati Lampung Barat yang kini menjadi anggota DPR RI. Bertujuan untuk mengenang tonggak sejarah penting, untuk mengenang kunjungan bersejarah Presiden Soekarno pada 14 November 1952 ke Sumber Jaya, dalam rangka meninjau program transmigrasi eks Badan Rekonstruksi Nasional (BRN).
Dibangunnya Tugu Soekarno sekaligus sebagai sarana edukasi serta promosi sejarah lokal. Tugu Soekarno menjadi bukti nyata jejak langkah Sang Proklamator di Bumi Lampung, menjadi pengingat akan semangat perjuangan, pembangunan dan pesan persatuan bangsa, khususnya bagi generasi muda. Tugu Soekarno menjadi simbol jejak perjuangan Proklamator di wilayah Sumber Jaya, serta pengingat akan semboyan inspiratif, yakni “Perjalanan seribu mil harus dimulai dengan langkah pertama”. Selain mengenang tonggak sejarah penting dan menanamkan nilai-nilai perjuangan Soekarno kepada generasi penerus, juga diharapkan menjadi media edukasi tentang sejarah lokal dan nasional, serta mempromosikan potensi wisata sejarah di Lampung Barat.
Berbagai informasi yang saya peroleh dari guru yang cerdas ini, seharusnya Tugu Monumen Soekarno di Sumber Jaya ini menjadi landmark ikonik dan bersejarah. Pemerintah kabupaten Lampung Barat selama ini gencar mempromosikan destinasi wisata alam yang cukup terkenal, seperti Gunung Seminung, Danau Ranau, Kubu Perahu, Desa wisata Lumbok dan lainnya, termasuk wisata Puncak Sumber Jaya. Pemkab Lampung Barat juga gencar dalam mempromosikan destinasi wisata bahari seperti Pulau Pisang dan Desa Kiluan Negeri.
Namun kurang getol dalam mempromosikan Tugu Monumen Soekarno sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Padahal, monumen ini bisa menjadi peluang bagi Pemkab Lampung Barat maupun komunitas pecinta sejarah untuk melakukan promosi dan pelestarian monumen tersebut.
Jika dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh, Tugu Soekarno ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik, selain menambah kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah bangsa. Selain dapat dikategorikan sebagai wisata budaya, karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang signifikan, juga merupakan simbol penghormatan kepada Presiden Soekarno, salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Maka sudah seharusnya Tugu Soekarno ini dikelola menjadi destinasi wisata yang menarik bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan budaya Indonesia, sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang patut dikunjungi.
Jujur harus diakui bahwa keberadaan Tugu Monumen Soekarno di Sumber Jaya kabupaten Lampung Barat ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, bahkan oleh masyarakat Lampung sendiri. Masyarakat lebih mengenal Tugu Soekarno yang berdiri di pusat UMKM Bung Karno, di Jalan Gatot Subroto Bandar Lampung.
Mari tiba-tiba menengok kabupaten Pesisir Barat yang wilayahnya bersebelahan dengan Lampung Barat. Kabupaten Pesisir Barat terkenal dengan wisata baharinya, terutama di pantai Krui dan sekitarnya, seperti Pantai Tanjung Setia, Pantai Labuhan Jukung, Pantai Way Jambu dan lainnya. Dengan potensi wisata yang besar, Pesisir Barat terus berupaya meningkatkan kualitas pelatihan pariwisata dengan penjaga pantai dan pengembangan infrastruktur wisata.
Apa yang dimiliki Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Barat sesungguhnya merupakan potensi besar untuk dikunjungi bersama. Menggabungkan monumen Tugu Soekarno di Sumber Jaya Lampung Barat dengan wisata bahari di Pesisir Barat bisa menjadi paket wisata yang menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan sejarah kedua daerah tersebut.
Kolaborasi antara kedua kabupaten tersebut dapat membawa manfaat ekonomi dan budaya yang signifikan. Betapa tidaknya, di Krui Pesisir Barat sering menggelar event internasional bahari, khususnya World Surf League (WSL) Krui Pro. Acara ini berlangsung setiap tahun dan diikuti peselancar dari berbagai manca negara. Bukan hanya tentang kompetisi selancar, tetapi juga menjadi ajang promosi pariwisata kabupaten Pesisir Barat dan Lampung secara keseluruhan, bahkan menjadi event olahraga internasional yang paling dinantikan di Indonesia.
Dengan ombak lautnya yang konsisten dan keindahan alam yang luar biasa, Pesisir Barat memang menjadi destinasi yang ideal untuk event-event olahraga bahari tingkat nasional dan internasional.
Yang pasti, banyak potensi yang bisa dikemas untuk dijual oleh Pemkab Lampung Barat. Bukan hanya Tugu Soekarno, bahkan jalur jalan dari Sumber Jaya ke Liwa mampu menawarkan pemandangan alam yang indah. Jalan yang berliku-liku dengan tanjakan dan turunan yang tajam menambah sensasi berkendara, sementara pemandangan alam yang hijau dan perbukitan yang membentang luas membuat perjalanan semakin menyenangkan.
Semoga Bupati Lampung Barat (Pakcik) Parosil Mabsus dapat lebih meningkatkan promosi dan pengembangan Tugu Monumen Soekarno sebagai destinasi budaya dan sejarah yang unggul, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta wisatawan untuk mengunjungi dan mengenal lebih dekat sejarah bangsa Indonesia.
Penulis : Gunawan Handoko (Pengamat Sosial dan Budaya)
Editor : Alex Buay Sako











