Selamat Datang Mas Dito di Gedung Putih Merah, Suasana Malam Yang Panjang: Dari OTT ke Pemeriksaan KPK

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Selamat Datang Mas Dito di Gedung Putih Merah, Suasana Malam Yang Panjang: Dari OTT ke Pemeriksaan KPK

berandalappung.com— Jakarta, langkah politik Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terhenti di tangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Rabu (10/12/2025) menyeretnya ke Gedung Merah Putih KPK, menambah daftar kepala daerah Lampung yang tumbang dalam kasus serupa.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi senyap itu. Namun, seperti OTT-OTT besar sebelumnya, KPK masih menutup rapat susunan lengkap para pihak yang dibawa ke Jakarta.

Fitroh hanya memastikan satu hal: kasus ini berkaitan dengan dugaan suap proyek.

Meski begitu, sumber internal yang mengetahui dinamika penindakan menyebut bahwa OTT kali ini bukan tangkapan spontan. Informasi yang dihimpun dari berbagai kanal menunjukkan bahwa KPK telah memantau arus transaksi dan pergerakan sejumlah pejabat daerah sejak beberapa pekan terakhir, indikasi bahwa praktik suap diduga bukan insiden sekali jalan.

Baca Juga :  MK Akhiri Pemilu 5 Kotak, Pilkada dan Pemilu Nasional Dipisah Mulai 2029

Ardito tiba di Gedung KPK sekitar pukul 20.10 WIB. Penampilannya mencolok: topi gelap menutupi wajah, sementara tangan kirinya menggenggam sebuah koper yang diduga berisi dokumen atau barang bukti personal. Ia irit bicara, memilih berjalan cepat menghindari kerumunan jurnalis.

KPK kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan status hukum Ardito dan para pihak lain yang terjaring. Jika bukti permulaan dianggap cukup, malam ini bisa menjadi babak awal proses hukum yang bakal mengguncang konstelasi politik Lampung Tengah.

Baca Juga :  Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR

Di daerah, kabar penangkapan ini langsung menghentak ruang-ruang publik. Beberapa pejabat lokal dikabarkan mulai mengunci komunikasi, sementara pihak legislatif menunggu perkembangan untuk menentukan sikap.

KPK belum merinci proyek apa yang menjadi sumber suap. Namun pola klasik kasus serupa pengaturan pemenang tender, fee proyek, hingga barter jabatan menjadi kemungkinan yang tak bisa diabaikan.

Sampai berita ini diturunkan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan maraton. Lampu-lampu di Gedung Merah Putih tampak tetap menyala, pertanda bahwa malam panjang Ardito Wijaya baru saja dimulai.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Pencatutan Identitas Aktivis Lampung Tengah: Rosim Nyerupa Tempuh Jalur Hukum
Gerbong Mutasi Kejagung Bergerak: Dua Asisten dan Tiga Kajari di Lampung Bergeser
Ada Apa Gedung Bundar Tarik Pimpinan Kejati Lampung di Tengah Pengusutan Kasus Korupsi
Prahara di Talang Padang: Mengapa Pemkab Tanggamus Kehilangan Taring?
Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa
Membidik Keraguan di Proyek SPAM Pesawaran: Pembelaan Terakhir Adal Linardo
LPW Desak Evaluasi Penyidik Polresta, Soroti Dugaan Intimidasi Jurnalis oleh Febrizal Levi
Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pencatutan Identitas Aktivis Lampung Tengah: Rosim Nyerupa Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:13 WIB

Gerbong Mutasi Kejagung Bergerak: Dua Asisten dan Tiga Kajari di Lampung Bergeser

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:55 WIB

Ada Apa Gedung Bundar Tarik Pimpinan Kejati Lampung di Tengah Pengusutan Kasus Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:15 WIB

Prahara di Talang Padang: Mengapa Pemkab Tanggamus Kehilangan Taring?

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:46 WIB

Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Calon Belum Diperiksa

Berita Terbaru