Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Senyum untuk Menambal Jalan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Senyum untuk Menambal Jalan

 

berandalappung.com— Lambar, jalan rusak bukan sekadar soal lubang dan genangan. Ia adalah cerita lama tentang janji yang aus, tentang roda ekonomi yang tersendat, dan tentang warga yang kian terbiasa mempertaruhkan keselamatan di jalur Sumberjaya–Tebu yang berubah menjadi “jalur tengkorak”.

Pernyataan Bupati Parosil Mabsus yang mengaku “sedih sekaligus senyum-senyum” saat melihat keluhan warga di TikTok, alih-alih meredakan suasana, justru memantik amarah.

Bagi Aliansi Jurnalis Persada Lampung Barat, respons itu bukan empati melainkan tanda jarak yang terlalu lebar antara penguasa dan yang dikuasai.

Aspirasi warga di media sosial, kata AJP, bukanlah bahan hiburan. Ia adalah jeritan yang menemukan jalannya sendiri ketika kanal formal tak lagi memadai. Ketika warga bertanya “di mana bupati?”, itu bukan soal lokasi, melainkan soal kehadiran yang seharusnya terasa pada aspal yang halus, bukan pada kata-kata yang ringan.

Baca Juga :  Satpol PP Lampung Barat Tindak Tegas Aktivitas Prostitusi dan Konsumsi Miras

Di titik ini, dalih klasik kembali dihadirkan anggaran seret, keuangan daerah terjepit. Sebuah alasan yang terdengar masuk akal, sampai publik mulai bertanya seret untuk siapa? Sebab di saat yang sama, isu tentang penempatan pejabat yang diduga sarat relasi kekerabatan justru beredar kian kencang.

Di sinilah kritik menjadi lebih dari sekadar soal jalan; ia menjelma menjadi soal prioritas.

AJP menuding ada yang ganjil dalam cara pemerintah daerah membaca krisis. Jika kas benar-benar kering, mengapa energi tak difokuskan untuk membuka kran anggaran dari pusat? Di mana lobi politik yang selama ini kerap dijadikan tameng legitimasi? Nama besar DPR RI dan DPRD disebut-sebut “masih ada di sini”, tetapi manfaatnya tak kunjung terasa di lapangan.

Baca Juga :  Aktivis Germasi dan Lembaga Konservasi 21 Menduga Ada Oknum Pejabat Lambar Bermain

Lebih jauh, AJP mengingatkan bahwa kebocoran anggaran kerap bersembunyi di sektor-sektor yang luput dari sorotan. Dana kesehatan seperti JKN dan BOK pun disebut sebagai area yang layak diawasi lebih ketat. Dalam situasi fiskal yang sempit, setiap rupiah seharusnya bekerja bukan menguap.

Desakan yang mereka ajukan terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak tantangannya audit anggaran infrastruktur 2025 secara terbuka, hentikan narasi yang terkesan “curhat”, dan kembalikan jabatan publik pada prinsip meritokrasi.

Tidak muluk-muluk. Hanya hal-hal yang seharusnya menjadi standar, bukan tuntutan.

Pada akhirnya, politik lokal sering terjebak pada simbol kunjungan, pernyataan, ekspresi. Padahal warga tidak berjalan di atas simbol. Mereka berjalan di atas jalan yang, hari ini, masih berlubang.

Dan di Sumberjaya hingga Tebu, lubang-lubang itu tak butuh senyum untuk ditambal. Mereka butuh aspal.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Gubernur Mirza: Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB