Presiden Prabowo – Gubernur Mirza Dorong TNWK Menuju Solusi Berkeadilan

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah pusat dan daerah menunjukkan keseriusan baru dalam menangani konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa liar di kawasan konservasi Lampung, Selasa (20/1/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian langsung terhadap persoalan konflik gajah dan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang selama ini menjadi isu krusial bagi masyarakat sekitar kawasan.

Menurut Gubernur, Presiden tidak hanya melihat persoalan konflik satwa dari sisi konservasi semata, tetapi juga memahami secara mendalam dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang dialami masyarakat. Konflik gajah yang berulang setiap tahun telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian, kehilangan sumber penghidupan, hingga ancaman keselamatan warga desa penyangga kawasan taman nasional.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara, Presiden berkomitmen mengalokasikan sumber daya negara untuk mendukung pembangunan pembatas permanen di kawasan TNWK.

Infrastruktur ini dirancang bukan sebagai solusi sementara, melainkan sebagai langkah struktural dan berjangka panjang yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip ekologis agar keseimbangan ekosistem dan habitat satwa liar tetap terjaga.

“Kebijakan ini bertujuan menciptakan perlindungan yang adil dan seimbang. Keselamatan dan rasa aman masyarakat harus terjamin, namun kelestarian satwa dan fungsi kawasan konservasi tetap menjadi prioritas,” ujar Gubernur Lampung.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Ruas Strategis di Jatimulyo, Dorong Normalisasi Drainase dan Perbaikan Jalan

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Lampung mengintensifkan upaya mitigasi konflik manusia dan Gajah Sumatera sebagai respons atas tingginya frekuensi konflik di wilayah penyangga TNWK. Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Lampung merencanakan pembangunan tanggul pengaman sepanjang kurang lebih 11 kilometer di Kecamatan Way Jepara, salah satu wilayah dengan tingkat konflik manusia-gajah tertinggi di Lampung.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Lampung telah mengajukan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat.

Menurut Gubernur, Proposal pembangunan tanggul pengaman senilai sekitar Rp105 miliar telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan terus diupayakan agar dapat direalisasikan pada tahun berjalan.

Pembangunan tanggul pengaman tersebut dirancang sebagai barier fisik untuk membatasi pergerakan gajah liar agar tidak keluar dari zona konservasi, sekaligus melindungi habitat satwa dan memberikan rasa aman bagi masyarakat desa sekitar.

Upaya mitigasi dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan tipologi konflik di setiap wilayah, mulai dari konflik ringan hingga konflik berat yang membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov Lampung dan BPDLH Kemenkeu Buka Akses Pendanaan Hijau untuk Masyarakat

Desain mitigasi juga akan menggunakan kombinasi solusi yang presisi di setiap segmen batas kawasan, termasuk pembangunan tanggul pengaman, pemasangan pagar kejut listrik, maupun pagar kawat sesuai kebutuhan lapangan.

Dengan infrastruktur ini, efektivitas patroli pengamanan kawasan diharapkan meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pengelola taman nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat.

pembangunan tanggul pengaman, pemasangan pagar kejut listrik, maupun pagar kawat sesuai kebutuhan lapangan.

Dengan infrastruktur ini, efektivitas patroli pengamanan kawasan diharapkan meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pengelola taman nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi rencana tersebut. Mengingat keterbatasan anggaran dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang, dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci agar konflik satwa di Way Kambas dapat ditangani secara sistematis, terencana, dan bertanggung jawab.

Jika terealisasi, pembangunan pembatas permanen di TNWK diharapkan tidak hanya mengakhiri pendekatan penanganan konflik yang bersifat reaktif, tetapi juga menjadikan Way Kambas sebagai contoh nasional dalam penerapan solusi konservasi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.

Berita Terkait

Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1
Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional
IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga
Gubernur Lampung, Serahkan Sapi Qurban dari Presiden Prabowo
MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif
Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:35 WIB

Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:31 WIB

IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA Untirta Lampung Dukung Penguatan Ekosistem Pekerja Migran

Jumat, 19 Jun 2026 - 06:14 WIB