Pemprov Lampung Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul, Mendukung Lampung Naik Kelas

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menghadiri rangkaian Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung, Rabu (26/11/2025).

Sejumlah agenda akademik digelar, mulai dari kuliah umum hingga bedah buku karya tokoh nasional. Kegiatan dibuka dengan kuliah umum bersama Mining Industry Indonesia (MIND ID) bertema “Transformasi Industri Pertambangan” dengan narasumber Dr. Dany Amrul Ichdan, seorang profesional nasional yang memiliki rekam jejak panjang di bidang transformasi korporasi, inovasi, dan tata kelola strategis.

Acara berlanjut dengan Bedah Buku “Indonesia Naik Kelas”, karya terbaru Dr. Dany Amrul Ichdan, yang juga merupakan alumni FEB Unila angkatan 1994.

Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Diskominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat visi pembangunan daerah.

“Hari ini kita hadir untuk memahami gagasan besar tentang bagaimana Indonesia bisa tumbuh lebih cepat, membaca perubahan lebih jeli, dan menyiapkan masa depan dengan lebih percaya diri,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan bahwa pengalaman panjang Dr. Dany, mulai dari Staf Khusus Presiden RI hingga Wakil Direktur Utama Bio Farma menjadikannya figur yang memiliki sudut pandang komprehensif tentang transformasi nasional.

Baca Juga :  Respons Keluhan Buruh dan Pengusaha Bongkar Muat, Pemprov Siap Koordinasi dengan Kemenhub

Menurutnya, buku Indonesia Naik Kelas sangat relevan dengan kondisi Lampung yang sedang memasuki fase akselerasi pembangunan.

“Potensi kita besar, tetapi untuk naik kelas kita membutuhkan panduan pemikiran yang strategis dan berorientasi masa depan. Buku ini memberikan peta jalan yang komprehensif mulai dari leadership, inovasi, hingga strategi pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Universitas Lampung memegang peran vital sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Jika Lampung ingin naik kelas, kita harus menyiapkan SDM kelas dunia. Buku ini menjadi vitamin pemikiran untuk menggerakkan langkah tersebut,” katanya.

Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., menyampaikan harapannya agar buku Indonesia Naik Kelas menjadi sumber referensi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen.

“Buku ini tidak hanya berisi gagasan konseptual, tetapi juga peta jalan praktis bagaimana Indonesia dapat meningkatkan daya saing, memperkuat kualitas SDM, serta memastikan pembangunan berlangsung inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Dany menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan “kompas” pembangunan yang berangkat dari amanat hati nurani rakyat.

Ia mengajak akademisi dan pemangku kepentingan di Lampung untuk terlibat aktif dalam orkestrasi pembangunan, bukan hanya menjadi penonton.

“Kalau kita tidak menjadi bagian dari orkestrator untuk naik kelas, kita akan menjadi loser, hanya observer yang bermain di pinggir. Saya mengajak Unila dan seluruh stakeholder Lampung untuk menjadi orkestrator yang mengangkat kearifan Lampung dan membawa daerah ini naik kelas,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Kurniawan Lantik dan Ambil Sumpah Jabatan 15 Pejabat Administrator Pemprov Lampung

Menurut Dany, Indonesia sudah memiliki semua prasyarat untuk menjadi negara maju, tetapi masih mengalami stagnasi struktural dengan pertumbuhan ekonomi yang berkisar pada angka 5 persen.

Melalui buku Indonesia Naik Kelas, ia menawarkan konsep Distinctive, Adaptive, dan Inclusive sebagai kerangka baru untuk melampaui keterjebakan stagnasi tersebut:

1.Distinctive: membangun ciri khas daerah yang kuat dan mudah dikenali
2.Adaptive: mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cepat
Inclusive: pembangunan yang melibatkan semua pihak, tidak berjalan parsial

Dany menjelaskan, daerah merupakan episentrum pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Indonesia tidak mungkin naik kelas jika daerah-daerahnya tidak naik kelas terlebih dahulu.

Buku tersebut menguraikan 8 akselerator pertumbuhan, 8 road map, 8 program quick win, dan 8 harmoni regulasi kelembagaan sebagai panduan implementatif untuk mempercepat transformasi.

Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada Universitas Lampung atas kontribusinya dalam membuka ruang dialog dan literasi publik. Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Dr. Dany atas karya yang memberikan dampak strategis bagi pembangunan di Lampung dan Indonesia.

Berita Terkait

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional
IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga
Gubernur Lampung, Serahkan Sapi Qurban dari Presiden Prabowo
MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif
Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026
Gubernur Lampung Ajak ASN Wujudkan Tata Kelola Lampung yang Lebih Baik
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:35 WIB

Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:31 WIB

IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:20 WIB

Gubernur Lampung, Serahkan Sapi Qurban dari Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Opini

Ryacudu

Kamis, 4 Jun 2026 - 12:45 WIB

Opini

Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:22 WIB

Opini

Anak-Anak Muda Statistik

Kamis, 4 Jun 2026 - 09:34 WIB