Pemprov Lampung Bantah Isu Krisis Daging Sapi, Pasokan Aman Sepanjang 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Lampung Bantah Isu Krisis Daging Sapi, Klaim Pasokan Aman Sepanjang 2025


berandalappung.com
— Teluk Betung, Pemerintah Provinsi Lampung membantah isu ketimpangan pasokan dan permintaan daging sapi yang belakangan mencuat ke ruang publik. Berdasarkan kajian teknisDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, ketersediaan daging sapi dan kerbau di Lampung sepanjang 2025 dinyatakan aman, bahkan surplus.

Dalam neraca yang disusun pemerintah daerah, surplus daging sapi dan kerbau Lampung mencapai 3.955 ton. Angka yang diperolehnya bukan hanya dari produksi daging dalam provinsi, melainkan dengan memasukkan komponen stok awal serta arus masuk ternak dan daging dari luar daerah. Pemerintah menyebut perbedaan angka dengan sejumlah publikasi lain lebih disebabkan oleh perbedaan metodologi penghitungan.

Badan Pusat Statistik (BPS), melalui publikasi Peternakan dalam Angka 2025, mencatat produksi daging sapi Lampung sebesar 18.523 ton. Namun angka tersebut dihitung murni dari produksi dalam provinsi, tanpa memperhitungkan stok awal maupun lalu lintas ternak antarprovinsi dan impor.

Padahal, data sistem informasi kesehatan hewan nasional (ISIKHNAS) menunjukkan Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau sepanjang tahun 2025 termasuk 159.117 ekor sapi impor serta mengirimkan 298.642 ekor ternak ke luar daerah.

“Data lalu lintas ini menegaskan posisi Lampung sebagai daerah sentra ternak sekaligus penyangga pasokan nasional,” kata pemerintah daerah dalam keterangannya.

Stabilitas pasokan itu, menurut pemerintah, tercermin dari pergerakan harga. Sepanjang tahun 2025, daging sapi tidak memberikan andil terhadap inflasi tahunan Lampung. Bahkan berdasarkan Berita Resmi Statistik, komoditas ini mencatat deflasi sebesar 0,01 persen pada dua periode April dan Desember yang biasanya sensitif terhadap permintaan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Di sisi produksi, populasi ternak Lampung pada tahun 2025 juga mengalami peningkatan. Populasi sapi potong tercatat mencapai 905.322 ekor, kambing 1,97 juta ekor, ayam ras pedaging 94,8 juta ekor, dan ayam petelur 14,85 juta ekor. Dengan capaian itu, Lampung disebut sebagai provinsi dengan populasi sapi terbesar di Pulau Sumatera.

Dalam pembiayaan bantuan fiskal, pemerintah provinsi mengklaim memfokuskan anggaran pada yang langsung menyentuh peternak rakyat. Sepanjang tahun 2025, bantuan kambing, ayam petelur, dan itik lokal disalurkan ke puluhan kelompok tani di berbagai kabupaten, lengkap dengan pakan.

Baca Juga :  Ekonomi Naik, PR Lampung Belum Tuntas di Era Paman Sam

Selain itu, mesin tetas telur dan bantuan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian juga didistribusikan kepada kelompok peternak di tujuh kabupaten/kota.

Pemerintah juga menepis anggapan pemborosan anggaran di sektor peternakan. Tidak ada rapat koordinasi di hotel berbintang maupun kegiatan studi banding. Seluruh program konsolidasi dilakukan di kantor dinas atau secara berani, dengan perjalanan dinas yang dibatasi ketat.

Kebijakan efisiensi itu, menurut pemerintah, tidak menghambat kinerja. Lampung justru mencatat pencapaian tinggi dalam program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari total alokasi 380.550 dosis, realisasi iklan mencapai 379.791 dosis atau 99,8 persen, menjadikan Lampung peringkat kedua nasional dan mendapat apresiasi resmi dari Kementerian Pertanian.

Untuk menghentikan usaha peternakan, pemerintah daerah juga menyiapkan intervensi di sektor pakan. Salah satunya melalui pemutakhiran data peternak penerima Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dalam skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.

Program ini ditujukan untuk menahan gejolak harga telur dan ayam di tingkat konsumen sekaligus melindungi peternak rakyat dari tekanan biaya produksi.

Baca Juga :  Ke DPR RI, Gubernur Mirza Perjuangkan Aspirasi Petani Singkong Lampung

Memasuki tahun 2026, arah kebijakan peternakan Lampung difokuskan pada penguatan sektor hulu mulai dari pakan, kesehatan hewan, hingga pembibitan. Pemerintah juga menyiapkan inovasi pakan hijauan melalui rilis rumput Pakchong varietas Tansa, yang telah ditetapkan secara nasional melalui keputusan Menteri Pertanian pada awal Januari 2026.

“Pengelolaan peternakan bukan sekedar soal angka,” kata pemerintah. “Ini berkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat.”

Sepanjang tahun 2025, sektor peternakan Lampung mencatat pertumbuhan produksi ternak sebesar 5,85 persen dan peningkatan produksi makanan peternakan sekitar 3 persen. Pemerintah provinsi berjanji melanjutkan program yang berdampak langsung pada populasi ternak, kesehatan hewan, dan kesejahteraan peternak, agar Lampung tidak hanya kuat dalam data, tetapi juga kokoh secara sosial dan ekonomi.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Eva Dwiana, Tinjau Lansung Lokasi Pasca Banjir, Guna Penanganan Lebih Cepat dan Terbaik
Pemprov Lampung Gelar Nuzululquran di Masjid Raya Al Bakrie, Doa Dipanjatkan untuk Korban Banjir
Keluarga Korban Meninggal Dunia akibat Banjir di Rajabasa Dapat Santunan PMI Lampung Pimpinan Purnama Wulan Sari
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Lokasi Banjir, BMKG Sebut Hujan Lebat Berdampak Hidrometeorologi
Besok Sore Pemprov Lampung Gelar Nuzululquran di Masjid Raya Al Bakrie, Penceramah KH Ahmad Yani
Lampung Catatkan Angka Inflasi Terendah Nasional, Pemprov Dinilai Mampu Jaga Stabilitas Harga
Semangat Ramadan, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung Berbagi Takjil Meski Diguyur Hujan
Peringati HUT Ke-62 Lampung, Purnama Wulan Sari Salurkan 150 Paket Sembako untuk Tenaga Outsourcing
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:07 WIB

Eva Dwiana, Tinjau Lansung Lokasi Pasca Banjir, Guna Penanganan Lebih Cepat dan Terbaik

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:40 WIB

Pemprov Lampung Gelar Nuzululquran di Masjid Raya Al Bakrie, Doa Dipanjatkan untuk Korban Banjir

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:37 WIB

Keluarga Korban Meninggal Dunia akibat Banjir di Rajabasa Dapat Santunan PMI Lampung Pimpinan Purnama Wulan Sari

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:30 WIB

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Lokasi Banjir, BMKG Sebut Hujan Lebat Berdampak Hidrometeorologi

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:19 WIB

Besok Sore Pemprov Lampung Gelar Nuzululquran di Masjid Raya Al Bakrie, Penceramah KH Ahmad Yani

Berita Terbaru