Pasca Jatuhnya Rezim Komunis Pro Tiongkok, Nepal Kini Dipimpin Sushila Karki

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca Jatuhnya Rezim Komunis Pro Tiongkok, Nepal Kini Dipimpin Sushila Karki

 

berandalappung.com — Nepal, tengah menorehkan babak baru dalam sejarah politiknya. Gelombang pancaran besar-besaran yang dipimpin generasi muda berhasil menumbangkan Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli, tokoh kuat Partai Komunis Nepal yang selama ini dekat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Tumbangnya rezim komunis tersebut tidak hanya membuka lembaran baru demokrasi di negeri Himalaya, tetapi juga mengimbulkan resonansi geopolitik di Asia Selatan.

Di tengah kekosongan kekuasaan, sebuah fenomena unik terjadi. Generasi Z Nepal yang selama berminggu-minggu menjadi motor penggerak protes, menggunakan platform digital Discord untuk menggelar pemungutan suara kilat. Dari hasil pemilu digital dadakan itu, Sushila Karki (73), mantan Ketua Mahka- mah Agung, terpilih sebagai perdana menteri interim sekaligus menjadi perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Nepal.

Baca Juga :  Peringati 28 Tahun Kuda Tuli, Pro Mega Lampung Bangkitkan Semangat Perjuangan Hadapi Pilkada 2024

Discord Jadi “ Parlemen Baru
Dalam kondisi lumpuhnya parlemen, ribuan anak muda memilih ruang digital se-bagai arena demokrasi. Server Discord dengan lebih dari 145.000 anggota menjadi wadah mengadakan, kampanye, hingga pengumpulan suara. Sejumlah pemungutan suara diadakan oleh serikat ma- hasiswa dan kelompok sipil.

Nama Sushila Karki mencuat sebagai kandidat utama karena rekam jejaknya yang bersih dan keberanian melawan korupsi. “Parlemen Nepal saat ini adalah Discord,” ujar Sid Ghimiri (23), pencipta konten yang memimpin salah satu kanal diskusi, dikutip The New York Times.

Karki mendapat dukungan mayoritas, termasuk dari komunitas “We Nepali Group” yang anggotanya berperan besar dalam aksi jalanan.

Presiden Ramchandra Paudel, Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel, dan perwakilan demonstrasi kemudian meresmikan penunjukan tersebut.
Karki akan menjabat hingga pemilu nasional yang digelar pada 5 Maret 2026. Sushila Karki sosok bukan tunggal bagi publik Nepal. Pada tahun 2016, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Keberaniannya menjerat pejabat tinggi terjerat korupsi membuatnya disegani sekaligus dimusuhi elit politik.

Pada tahun 2012, ia memimpin sidang yang memvonis Jay Prakash Gupta, Menteri Teknologi Informasi, sebagai pejabat aktif pertama yang dipenjara karena korupsi. Ia juga pernah membatalkan keputusan pemerintah terkait pengumuman kepala kepolisian, langkah yang memicu mosi pemakzulan terhadapnya pada tahun 2017.

Baca Juga :  BPBD: Potensi Hujan Lebat di Bandar Lampung Masih Berlanjut Hingga Pukul 22.00 WIB

Meski begitu, dukungan masyarakat memaksa Mahkamah Agung membatalkan pemakzulan tersebut.
Dalam kehidupan pribadi, Karki dan suaminya, Durga Prasad Subedi, lama dikenal aktif dalam gerakan pro-demokrasi.

Mereka terlibat dalam Gerakan Rakyat 1990 yang berhasil menghapus monarki absolut. Karki bahkan sempat dipenjara dan menulis novel Kara berdasarkan pengalaman itu.

Editor : Alex Buay Sako

Sumber Berita: The Epoch Time

Berita Terkait

Proyek Drainase Plat Dekker di Jalan Pulau Sangiang Dinilai Tak Efektif Atasi Banjir
Lurah Gunung Terang Kota Bandar Lampung Tinjau Kos Mandala Wahyu, Tekankan Mitigasi Dini Masalah Hukum
Dewan Kota Bandar Lampung Akan Panggil Kepala Puskesmas Segala Mider Diduga Markup Dana BOK dan BLUD
Akhmad Munir Minta PWI Lampung Gelar Rapat Pleno Terkait Pergantian Anggota DKP
Gerak Cepat DRB, Tangani Jalan Rusak di Tanjung Ratu Way Kanan
Milad Fajar Sumatera ke-15 Tahun, Direktur Utama Deni Kurniawan Bagikan Tali Asih, Alat Tulis, dan Bantuan Masjid Warga Negeri Olok Gading
Relokasi Pasar Pasir Gintung Dinilai Gagal, Pedagang Alami Penurunan Omzet hingga 50 Persen
PP Muhammadiyah Gelar Sekolah Paralegal di Lampung, Cetak Garda Terdepan Bantuan Hukum
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:12 WIB

Proyek Drainase Plat Dekker di Jalan Pulau Sangiang Dinilai Tak Efektif Atasi Banjir

Senin, 12 Januari 2026 - 15:18 WIB

Lurah Gunung Terang Kota Bandar Lampung Tinjau Kos Mandala Wahyu, Tekankan Mitigasi Dini Masalah Hukum

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:55 WIB

Dewan Kota Bandar Lampung Akan Panggil Kepala Puskesmas Segala Mider Diduga Markup Dana BOK dan BLUD

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:33 WIB

Akhmad Munir Minta PWI Lampung Gelar Rapat Pleno Terkait Pergantian Anggota DKP

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:03 WIB

Gerak Cepat DRB, Tangani Jalan Rusak di Tanjung Ratu Way Kanan

Berita Terbaru