Narasi Penolakan BEM Unila di PKKMB, Mahasiswa Baru Bingung dengan Aksi di Panggung UKM

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasi Penolakan BEM Unila di PKKMB, Mahasiswa Baru Bingung dengan Aksi di Panggung UKM

 

 

Kompastuntas.com— Raja Basa, gelaran Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (Unila) tahun 2025 mendadak ricuh narasi. Pada hari kedua, Jumat, 15 Agustus, Gedung Serba Guna (GSG) Unila yang seharusnya dipenuhi semarak penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), justru menjadi arena bentang spanduk penolakan.

Spanduk itu bukan sembarang kritik. Tulisan besar terbentang: “Dekanat FKIP Pelanggar PKBM, BEM-DPM FKIP Anak Haram Konstitusi” dan “BEM-DPM FKIP Tidak Diakui KBM”. Aksi dilakukan saat BEM Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila naik panggung demo UKM.

Alih-alih menghibur, aksi itu menimbulkan kebingungan. Mahasiswa baru yang hadir offline tak memahami konteks politik kampus yang tiba-tiba menyeruak di hadapan mereka.

“Saya kurang paham kenapa BEM U tiba-tiba masang banner tentang permasalahan FKIP. Saya belum tahu akar masalahnya. Jadi bingung kenapa ada tulisan begitu,” kata M Rasya Irhamni, mahasiswa baru Teknik Geologi angkatan 2025, seusai kegiatan.

Baca Juga :  PKD Lampung Dimulai Hari Ini, Isbedy dan Dzafira Tampil Sabtu

Hal serupa dirasakan Arrum S, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2025. “Sebagai maba FKIP, saya juga kebingungan karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan BEM dan DPM FKIP,” ujarnya.

Latar Belakang Konflik

Menurut Ghraito Arip H, Menteri Koordinasi Hukum, HAM, dan Demokrasi BEM KBM Unila, spanduk itu bukan luapan emosional semata. Ia mengklaim narasi penolakan berdasar pada keputusan Badan Arbitrase Pemira dan surat edaran resmi DPM Unila.

“Penolakan terhadap BEM FKIP didasari keputusan Badan Arbitrase Pemira nomor 001/383 terkait sengketa Pemira FKIP. Selain itu ada surat edaran DPM U nomor 12 yang keluar pada bulan Juni,” ucapnya.

Namun, pihak BEM FKIP menilai konflik ini hanyalah siklus rutin yang tak pernah benar-benar tuntas. Ketua BEM FKIP Unila, Risky Sanjaya, menyebut persoalan serupa muncul hampir setiap tahun.

“Tidak ada masalah besar sebenarnya, biasalah masalah tahunan yang tanpa ujung. Saya hanya ingin berpesan, ada waktu untuk berperang, ada waktu juga untuk menjaga nama baik fakultas dan universitas. Kalau belum siap kalah, jangan berperang,” katanya.

Baca Juga :  Satgas PKH Harus Sita Seluruh Aset Di Atas Tanah Register 44 Seluas 32.375 Hektar

Dampak pada Mahasiswa Baru

Bagi mahasiswa baru, aksi di panggung UKM itu menimbulkan kesan kurang pantas. Rasya menilai, sikap BEM justru memberi contoh yang keliru.

“Menurut saya perilaku BEM tersebut kurang pantas dijadikan contoh untuk mahasiswa baru. Harapannya konflik ini cepat selesai, supaya tidak jadi cerminan buruk bagi kami,” ujarnya.

Masalah Tahunan Tanpa Ujung

Konflik BEM Unila dengan BEM-DPM FKIP bukan peristiwa baru. Setiap tahun, gesekan soal legitimasi organisasi mahasiswa di lingkungan FKIP kerap mencuat, sering kali melibatkan keputusan arbitrase dan surat edaran lembaga mahasiswa tingkat universitas. Namun, tak pernah ada penyelesaian final yang diakui semua pihak.

PKKMB 2025 menjadi panggung terbaru perseteruan itu. Bagi mahasiswa baru, ia tampil sebagai tontonan yang membingungkan: di satu sisi pengenalan kampus, di sisi lain warisan konflik politik internal yang diwariskan tanpa penjelasan.

Editor : Alex Buay Sako

Sumber Berita: Teknokrat.co

Berita Terkait

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT
Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo
Kwarda Lampung Buka Bumbung Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Ketua Kwarda Lampung Lantik Rektor UIN Raden Intan Jadi Kamabigus
Tulang Bawang Ukir Sejarah, Hibahkan Lahan 19,17 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Ketua Kwarda Lampung Buka KPDK 2026, Resmikan Program “Garis Depan”
Senat Unila Tetapkan Muhammad Akib Jadi Ketua Panitia Pemilihan Rektor 2027–2031
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:40 WIB

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kwarda Lampung Buka Bumbung Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Ketua Kwarda Lampung Lantik Rektor UIN Raden Intan Jadi Kamabigus

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Tulang Bawang Ukir Sejarah, Hibahkan Lahan 19,17 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB

Politik

Saran Ringan untuk UU Politik 2029, Dari Anas Urbaningrum

Senin, 14 Sep 2026 - 14:45 WIB

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB