BEM UTB Lampung Serukan Kampus Bebas Kekerasan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Desember 2024 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung mengadakan seminar bertajuk “Kampus Bebas Kekerasan” pada Senin (23/12/2024) di Gedung D2 UTB Lampung.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya peran etika, hukum, dan upaya kolektif dalam mencegah serta menangani kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Acara ini diadakan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UTB Lampung dan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya:

1. Brigjen. Pol Ahmad Ramadhan – Wakil Kepala Polisi.

2. Retno Riani – Psikolog Rumah Sakit Jiwa.

3. Topan Indra Karsa – Dosen Fakultas Hukum UTB Lampung.

Dekan Fakultas Hukum UTB Lampung, Ahadi Fajrin Prasetya mengatakan, pentingnya edukasi yang berkelanjutan untuk mencegah kekerasan di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Konferensi Internasional Ke-9 Tentang Pembelajaran dan Pengajaran 2025 (ICLT 2025) 21-23 Mei 2025, Hong Kong

“Kekerasan di lingkungan universitas harus dicegah melalui edukasi yang terus-menerus. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ahadi.

Sementara itu, perwakilan Wakapolda Lampung, AKP Didik Kurnia dari Subdit 2 Ditreskrimum Polda Lampung, menggarisbawahi urgensi kampanye kampus bebas kekerasan, terutama untuk memutus rantai budaya kekerasan.

“Sosialisasi ini sangat penting untuk mencegah kejadian-kejadian yang sudah pernah terjadi di sejumlah universitas. Kita harus memutus budaya kekerasan, termasuk bullying serta kekerasan fisik maupun nonfisik, yang sering terjadi di lingkungan kampus,” tegas Didik.

Kemudian Psikolog Retno Riani mengungkapkan bahwa kasus kekerasan di perguruan tinggi semakin memprihatinkan. Berdasarkan data, jenis kekerasan yang paling sering terjadi adalah bullying, diikuti oleh kasus judi online dan pornografi.

Baca Juga :  Hanura Lampung Raih Persentase Tertinggi di Antara Partai Non-Parlemen di Pilkada 2024

“Peran dosen dan orang tua sangat penting dalam mencegah hal ini. Jangan sampai anak dipaksa meraih prestasi dengan cara yang salah karena dapat berdampak buruk pada mental mereka,” jelas Retno.

Dari perspektif Hukum, Topan Indra Karsa, Dosen Fakultas Hukum UTB Lampung, menegaskan pentingnya penerapan aturan yang tegas untuk mencegah kekerasan.

“Kampus terdiri dari tiga elemen utama: dosen, karyawan, dan mahasiswa. Jika terjadi kekerasan, itu adalah ulah oknum. Dalam kondisi seperti ini, negara hadir melalui undang-undang untuk menegakkan prinsip hukum, manfaat, dan keadilan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Topan menekankan bahwa kampus harus menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan intelektual.

“Kampus harus menjadi ruang intelektual, bukan tempat diskriminasi atau kekerasan. Semua pihak harus saling menghormati untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” tandasnya.

Berita Terkait

Keluhan Wali Murid Jalur Prestasi SMA, Disdik Lampung Tegaskan Seleksi Berdasarkan Empat Komponen Penilaian
SPMB Jalur Unggul Tuntas Menerima 12.206 Siswa
Peserta SPMB SMAN 2 Bandar Lampung Mendadak TMS, Ini Penjelasan Sekolah
Sistem Error Ujian Sekolah Unggulan Lampung, Disdikbud Janji Gelar Ujian Ulang
Pengamat pendidikan sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Mutiara Ayu, S.Pd., M.Pd, menilai lonjakan jumlah pendaftar SMA unggulan di Provinsi Lampung merupakan sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang berkualitas.
Ketua Kwarda Lampung Ajak Pramuka Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Babak Baru Para Pemangku Kebijakan Lampung Melanjutkan Pendidikan Doktor di Unila
Kadisdikbud Thomas Amirico Dongkrak IPM, SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 243 Siswa ke PTN dan 1 University of Melbourne Australia
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:32 WIB

Keluhan Wali Murid Jalur Prestasi SMA, Disdik Lampung Tegaskan Seleksi Berdasarkan Empat Komponen Penilaian

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:29 WIB

SPMB Jalur Unggul Tuntas Menerima 12.206 Siswa

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:18 WIB

Peserta SPMB SMAN 2 Bandar Lampung Mendadak TMS, Ini Penjelasan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:43 WIB

Sistem Error Ujian Sekolah Unggulan Lampung, Disdikbud Janji Gelar Ujian Ulang

Senin, 8 Juni 2026 - 18:34 WIB

Pengamat pendidikan sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Mutiara Ayu, S.Pd., M.Pd, menilai lonjakan jumlah pendaftar SMA unggulan di Provinsi Lampung merupakan sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang berkualitas.

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Ikhtiar Budiman AS Mengembalikan Kejayaan Demokrat Lampung

Senin, 15 Jun 2026 - 18:46 WIB