Dosen Unila Beri Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Ulat Grayak di Lampung Timur

- Jurnalis

Sabtu, 21 September 2024 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Proteksi Tanaman FP Unila melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.

Dosen Proteksi Tanaman FP Unila melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.

Lampung Timur (berandalappung.com) – Pengabdian dari Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan ini dipimpin oleh Puji Lestari dan melibatkan sejumlah dosen ahli hama dan penyakit tumbuhan, termasuk Prof Radix Suharjo, Lestari Wibowo dan Tri Maryono.

Tema pengabdian kali ini adalah pengendalian hama ulat grayak jagung Spodoptera frugiperda yang ramah lingkungan.

Puji Lestari mengatakan, Hama ulat grayak jagung belakangan menjadi masalah serius bagi petani, termasuk di Lampung Timur, karena menyerang tanaman mulai dari awal tanam hingga menjelang panen.

“Serangan hama ini menyebabkan kerugian yang signifikan bagi para petani. Petani biasanya mengatasi serangan hama ini dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif tertentu,” ujarnya pada media berandalappung.com Sabtu, (21/9/2024).

Baca Juga :  Ulah OTT Rektor Unila, KPK Sidak Kampus Hingga Kemendikbud Ristek Ambil Data Maba 2024

Namun, penggunaan insektisida yang sama dalam jangka waktu panjang menyebabkan hama mengalami resistensi, sehingga efektivitas pengendalian menurun.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Lampung Timur, Muhammad Syaiful Akhdar yang menyebutkan bahwa hama ulat grayak di wilayah Batanghari Nuban telah mengalami resistensi.

Menanggapi permasalahan ini, Tim Pengabdian Unila memberikan solusi alternatif pengendalian hama dengan menggunakan perangkap feromon.

“Perangkap ini memanfaatkan feromon untuk menarik imago jantan hama ke dalam perangkap, yang disebut bucket trap, sehingga mengurangi peluang perkawinan dengan serangga betina,” urainya.

Penggunaan perangkap ini diharapkan dapat menekan populasi hama ulat grayak dan mengurangi kerusakan tanaman jagung secara signifikan.

Baca Juga :  Srikandi Indonesia, Dari Medan Perang hingga Panggung Dunia

“Selain lebih efektif, perangkap feromon juga mendukung pertanian berkelanjutan karena bisa dipasang sejak awal penanaman dan mengurangi ketergantungan petani pada insektisida kimia,” katanya.

Perangkap dipasang sesuai tinggi tanaman jagung dan terbukti mampu menurunkan biaya pengendalian hama.

Pada kegiatan ini, Tim Pengabdian Unila juga memaparkan tentang pentingnya musuh alami dalam ekosistem pertanian serta cara menjaga keberadaan musuh alami di lahan jagung.

“Untuk memastikan efektivitas program ini, dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman petani,” urainya.

Hasilnya, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman petani mengenai pengendalian hama yang ramah lingkungan.

“Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai masalah pada tanaman jagung, memberikan ruang bagi petani untuk berdialog langsung dengan para ahli,” pungkasnya.

Berita Terkait

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat
Kwarda Lampung Buka Bumbung Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan
Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Ketua Kwarda Lampung Lantik Rektor UIN Raden Intan Jadi Kamabigus
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Tulang Bawang Ukir Sejarah, Hibahkan Lahan 19,17 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:07 WIB

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Kwarda Lampung Buka Bumbung Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara

Berita Terbaru

Olahraga

Ikhtiar PBSI Lampung Mencetak Juara Dunia Baru

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:26 WIB

Nasional

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:07 WIB