Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

 

berandalappung.com— Teluk Betung, hujan tak kunjung datang. Di tengah kemarau panjang yang mulai menekan ketersediaan air dan mengancam lahan pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung memilih satu ikhtiar: mengetuk pintu langit melalui Salat Istisqa.

Doa bersama dan salat meminta hujan itu digelar di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 10 September 2026. Sejumlah ulama, kiai, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah, dan jamaah hadir dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya menghadapi dampak kemarau. Namun, ikhtiar manusia, kata dia, memiliki batas.

“Sebesar apa pun ikhtiar pemerintah, sebesar apa pun ikhtiar masyarakat, kita memiliki batasan. Pada akhirnya takdir tetap berada dalam kehendak dan kuasa Allah SWT,” ujar Mirza.

Kemarau bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi Lampung. Pemerintah juga mewaspadai aktivitas Gunung Anak Krakatau serta ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi lingkungan yang memburuk berpotensi menambah tekanan terhadap masyarakat.

Mirza mengajak masyarakat tidak hanya memandang Salat Istisqa sebagai ritual meminta hujan. Menurut dia, kemarau harus menjadi momentum untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Ini adalah momen bagi kita untuk memperbanyak istighfar. Kita mohon ampun atas segala kekhilafan dan sekaligus memperkuat keteguhan kita kepada Allah SWT,” katanya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba

Ia juga mengajak masyarakat membersihkan hati dari kebencian dan dendam. Menurut Mirza, persoalan yang dihadapi Lampung semestinya mendorong masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Mari kita ketuk pintu langit. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa kita, menerima taubat kita, dan segera menurunkan hujan yang berkah, yang menghidupkan bumi yang mati serta membawa manfaat bagi kelangsungan hidup kita,” tuturnya.

Di tengah doa tersebut, pemerintah tetap diminta memastikan langkah konkret menghadapi dampak kemarau. Mitigasi kekeringan, ancaman karhutla, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga perlindungan kesehatan masyarakat menjadi bagian yang harus berjalan beriringan.

Baca Juga :  KM-ITERA Gelar Lokakarya Batch III, Kota Baru Punya Masa Depan

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan terus memberikan informasi dan imbauan kepada masyarakat. Namun, bagi Mirza, langkah teknis saja tidak cukup.

“Berbagai upaya tersebut perlu dilakukan dengan doa dan kepasrahan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Mirza berharap Salat Istisqa tidak berhenti di lingkungan Kantor Gubernur Lampung. Ia mengajak masyarakat di berbagai daerah melaksanakan salat serupa di masjid, pondok pesantren, maupun tempat-tempat berkumpul lainnya.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan segera menurunkan hujan untuk daerah yang kita cintai ini,” kata dia.

Setelah doa bersama dan penyampaian pesan gubernur, jamaah mendapat penjelasan mengenai tata cara Salat Istisqa. Salat kemudian dilaksanakan secara berjamaah.

Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan ketika terjadi kekeringan berkepanjangan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Bagi Lampung, doa itu kini bukan sekadar seremoni. Hujan dibutuhkan untuk mengisi kembali sumber air, menjaga lahan pertanian, dan meredam risiko kebakaran yang mengintai selama kemarau.(***)

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba
Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup
Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli
HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:23 WIB

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:57 WIB

Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB

Screenshot

Peristiwa

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:23 WIB