Menantang Batas Akses Medis: Ikhtiar RSUD Abdul Moeloek Memutus Ketergantungan Rujukan Hipospadia

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menantang Batas Akses Medis: Ikhtiar RSUD Abdul Moeloek Memutus Ketergantungan Rujukan Hipospadia

berandalappung.com– Raja Basa, , kesunyian di koridor Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mendadak pecah oleh diskusi intensif sejumlah pria bermasker hijau.

Pagi itu, Sabtu, 4 Juli 2026, sebuah langkah krusial bagi masa depan pelayanan urologi pediatrik di beranda Sumatra sedang dipertaruhkan.

Di dalam ruang operasi, tiga anak laki-laki tengah menanti restrukturisasi masa depan mereka melalui meja bedah.

Ketiga pasien tersebut Fadilah Ahmad yang telah menginjak usia dewasa (21 tahun), serta dua bocah berumur belia, Zayan Altan Mutaqin (7 tahun) dan Akhtar Qabeel Alfarezi (5 tahun) adalah penyandang hipospadia.

Ini merupakan sebuah kelainan kongenital di mana muara saluran kemih (uretra) tidak terletak di ujung penis sebagaimana mestinya. Tanpa rekonstruksi bedah yang presisi, masa depan fungsi ekskresi dan reproduksi mereka berada dalam bayang-bayang disfungsi permanen.

Namun, operasi kali ini bukan sekadar rutinitas terapeutik biasa. Di balik dinding ruang kaca, jalannya pisau bedah para Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Urologi RSUDAM dikawal ketat secara komprehensif. Adalah dr.

Yonas Immanuel Hutasoit, Sp.U(K)., konsultan Urologi Pediatrik kenamaan dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, yang hadir khusus bertindak sebagai supervisor dalam program proctorship medis ini.

Alih Teknologi di Meja Bedah
Program proctorship atau pendampingan klinis ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas transfer ilmu generik.

Sejak fajar menyingsing, diskusi ilmiah dan pembahasan anatomi kasus telah dipimpin langsung oleh Direktur RSUDAM, didampingi oleh jajaran Wakil Direktur Keperawatan serta Pelayanan dan Penunjang Medis.

Baca Juga :  Lokmin Lintas Sektor, Puskesmas Way Kandis Galang Komitmen Bersama Eliminasi TB dan Penurunan Stunting

Mereka membedah rekam medis secara komprehensif sebelum demonstrasi teknik bedah mutakhir dilakukan.
Bagi RSUDAM, kehadiran konsultan dari Jakarta ini adalah momentum emas untuk menyerap standar pelayanan urologi pediatrik global terkini.

Tata laksana hipospadia dikenal memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, membutuhkan akurasi milimeter dalam rekonstruksi jaringan agar estetika dan fungsi organ dapat kembali optimal.

Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, Sp.An., K-MN., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan proctorship ini merupakan bagian integral dari komitmen strategis untuk menaikkan kelas kompetensi sumber daya manusia rumah sakit, sekaligus memperkuat mutu layanan kesehatan daerah.

Menurut Imam, melalui model pendampingan langsung di ruang operasi ini, proses transfer keterampilan dapat berjalan lebih taktis, aman, dan efektif. Tujuan jangka panjangnya jelas: memangkas angka rujukan pasien ke luar daerah dan memastikan masyarakat Lampung mendapatkan penanganan medis terspesialisasi tanpa harus menyeberang pulau ke ibu kota.

Baca Juga :  PSEL Lampung Raya Jadi Titik Balik Penanganan Sampah Modern

Membangun Kemandirian Urologi Pediatrik
Langkah progresif ini juga mendapat sambutan hangat dari Tim Bedah Anak RSUDAM. Kolaborasi lintas disiplin di dalam ruang operasi menjadi sarana peningkatan kompetensi bersama yang krusial.

Keberhasilan operasi terhadap Fadilah, Zayan, dan Akhtar hari ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi penguatan pilar pelayanan pediatrik di provinsi ini.
Sebagai catatan medis, hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki yang membutuhkan penanganan dini.

Jika dibiarkan tanpa tindakan rekonstruksi (uretroplasti) yang tepat, pasien berpotensi mengalami gangguan arah pancaran urine saat berkemih serta gangguan fungsi reproduksi dan psikologis di masa dewasa.
Hingga operasi terakhir selesai dilakukan sore hari, seluruh prosedur dilaporkan berjalan mulus sesuai dengan standar keselamatan pasien (patient safety) yang ketat.

Manajemen RSUDAM menegaskan bahwa pembaruan keilmuan melalui pelatihan berkelanjutan semacam ini akan terus digalakkan. Ini adalah komitmen jangka panjang demi menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, berkualitas tinggi, namun tetap membumi dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Lampung.(***)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam
RDUDAM Gelar Wabinar P2KB
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara
Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 7 September 2026 - 05:54 WIB

Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 06:05 WIB

RDUDAM Gelar Wabinar P2KB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB