Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris

berandalappung.com— Raja Basa, jauh di sudut ibu kota Prancis, sebuah ruang ibadah berdiri dengan riak kontroversi yang tak pernah benar-benar surut sejak akhir 2012. Dikenal sebagai Mosquée de l’Unicité (Masjid Keesaan), tempat ini menasbihkan diri sebagai masjid ramah kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) pertama di Prancis—bahkan salah satu yang pionir di dataran Eropa.

Baca Juga :  Budiyono, Intelektual Organik dari Lampung

Namun, mencari alamat presisi masjid ini di mesin pencari adalah kesia-siaan. Pengelolanya sengaja menggembok rapat-rapat informasi lokasi demi alasan keselamatan. Di tengah bayang-bayang ancaman dan resistensi keras kelompok konservatif, kerahasiaan adalah satu-satunya benteng bagi para jemaah.

Baca Juga :  Sebuah Madrasah Cinta dan Pengorbanan

Menggugat Pakem Tradisional
Inisiator di balik gerakan berani ini adalah Ludovic-Mohamed Zahed, seorang aktivis Muslim gay yang juga membidani organisasi Homosexual Muslims of France (HM2F).

Zahed melangkah maju dengan keresahan yang akut: banyak Muslim homoseksual yang mengalami krisis identitas, tertekan, hingga akhirnya memilih angkat kaki dari agama karena penolakan lingkungan.(***)

Editor : alex jefri

Sumber Berita: Kompastuntas.com

Berita Terkait

Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM
Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda
Ryacudu
Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi
Anak-Anak Muda Statistik
Sebuah Madrasah Cinta dan Pengorbanan
MENAKAR KEADILAN DI POLDA LAMPUNG: MENGAPA SANKSI ETIK SAJA TIDAK CUKUP BAGI OKNUM POLISI PENGANIAYA?
“Universitas Lampung Rumah Intelektual yang Memerlukan Kepemimpinan Berakar”
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:56 WIB

Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:26 WIB

Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:45 WIB

Ryacudu

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:22 WIB

Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:34 WIB

Anak-Anak Muda Statistik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Kamis, 16 Jul 2026 - 07:10 WIB