Lampung, Potensi Wisata Meroket tapi Branding Masih Tertatih

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, Potensi Wisata Meroket tapi Branding Masih Tertatih

 

berandalappung.com—Bandar Lampung, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat menambahkan tajam kunjungan wisatawan domestik sepanjang tahun 2024 dari target 7,85 juta menjadi realisasi hampir 17,9 juta kunjungan naik sekitar 25 % dari target awal. Artinya, hampir 18 juta kali traveler merasakan langsung beragam destinasi di provinsi ini, mulai dari pantai, pulau, danau hingga desa wisata.

Rata-rata setiap wisatawan mengeluarkan sekitar Rp1,7 juta dan menikmati kunjungan selama 2,5 hari. Perputaran uang ini jadi berkah ekonomi kreatif: kuliner khas, kerajinan, homestay, hingga UMKM desa.

Namun, dibalik angka itu semua, muncul “lubang” besar strategi diseminasi dan branding Lampung belum maksimal. Banyak spot istimewa yang masih asing, atau dipromosikan hanya secara sporadis saat event saja.

1. Pulau Pahawang Wisata Bahari Favorit, tapi Branding Setengah Gahar
• Menurut pengelola Dermaga Ketapang, puncak kunjungan terjadi pada Minggu, 26 Januari 2025, saat libur cuti bersama kapal wisata penuh, ribuan pengunjung dari Palembang, Jambi, bahkan Jakarta memadati dermaga.
• Desa Wisata Pulau Pahawang masuk 50 BESAR ADWI 2022, dengan kunjungan meningkat 30 % setelah program tersebut.
• Pulau ini dikenal sebagai “Aquarium Laut Lampung” dengan keindahan bawah lautnya yang memikat banyak orang yang datang tahun ini.
• Di daratan, festival budaya lokal semacam Festival Budaya Pahawang memperkuat narasi desa, sekaligus ekonomi kreatif.
• Namun catatan penting: meskipun destinasi ini ramai, pengawasan menunjukkan fasilitas penunjang seperti toilet, tempat ibadah, dan pusat layanan masih perlu diperbaiki.

Baca Juga :  PDAM Limau Kunci Diduga Serobot Air Kawasan Hutan, Kejati Lampung Telusuri Jejak Korupsi

2. Pantai dan Pulau Lain: Spot Eksotis yang Butuh Terang Belakangi Publikasi

Beberapa lokasi strategis yang sering direkomendasikan wisatawan:
• Pantai Tanjung Setia (Pesisir Barat): Legendaris di kalangan peselancar, gelombang 6‑7 m musim Juni–Agustus, sering disebut “Hawaii-nya Indonesia”.
• Teluk Kiluan & Lembah Hijau (Bandar Lampung): Kerap dipuji karena lumba-lumba dan panorama indah.
• Way Kambas (Lampung Timur): Rumah konservasi gajah Sumatera, menjadi tempat edukasi dan ekowisata.
• Danau Ranau (Lampung Barat) Cukup dikenal sebagai spot alternatif yang lebih romantis dan alami dibandingkan danau lain.
• Bukit Sakura dan Kebun Karet Trikora (Metro) Trending di media sosial sebagai spot selfie kekinian.
• Kampung Wisata Gunung Batin (Way Kanan) Desa panggung tertata eksotis, namun akses jalan masih jadi kendala.

3. Suara Pemakai Kesan & Harapan

Redditor mengungkap

“Gw pernah ke Pahawang… lebih alami & banyak satwa lautnya… Kejernihan airnya mirip Alor”

Namun juga mengingatkan

“Minusnya, sarana prasana masih kalah… guide katakanlah mulu… berbeda sama guide di Karimun Jawa yg gaul abis.”

Pengalaman ini menunjukkan potensi tinggi jika didukung fasilitas dan sumber daya manusia yang profesional.

4. PR Besar dari liputan ke lorong-lorong pedesaan

Baca Juga :  Tiang Listrik PLN Roboh di Kedondong, Warga Tuntut Ganti Rugi

Ke depan, Lampung harus ditata:
• Fasilitas & SDM Fasilitas umum (toilet, parkir, dermaga, keamanan) serta SDM perhotelan.
• Strategi komunikasi terukur: Destinasi sebaiknya dikomunikasikan melalui media sosial, influencer, virtual tour, dan media kolaborasi.
• Branding yang konsisten: Deraskan label seperti “Lampung: The Next Sumatra Gem”, lengkap dengan narasi cerita lokal, nilai budaya, dan keunikan alam.
• Event berkala Kalangan lokal perlu digulirkan festival regional besar subsidi dari Pemprov serta PHRI.

Waktunya Branding Lampung Melonjak!

Lampung sudah mampu menjual hampir 18 juta wisatawan yang datang pada tahun 2024.
Namun menjual dengan cerita yang melekat di hati masih menjadi tantangan.

Permasalahan klasik fasilitas setengah jadi, promosi sekadarnya, branding tak menggigit.

Untuk menyamai Jawa, Bali, atau Labuan Bajo, Lampung perlu berani mengambil tindakan.
• Konsisten dalam diseminasi strategi, bukan revolusi sesaat, tapi kampanye panjang.
• Pelayanan prima bukan hanya alamnya, tapi pengalaman.
• Cerita bukan sekadar keindahan, namun kisah yang menancap dari guru, masyarakat, hingga pengunjung.

Lampung siap menjadi bintang pariwisata. Namun untuk itu ia memerlukan sebuah narasi besar, branding yang kuat, dan komunikasi masif yang ditopang oleh infrastruktur dan SDM profesional. Jika elemen-elemen itu dirakit bersama, destinasi seperti Pulau Pahawang, Gigi Hiu, dan Danau Ranau tak hanya akan dikunjungi, tapi akan “diingat”.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Menepis Narasi Mangkrak: IKN Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi
Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat
Tiga Asosiasi Media Lampung Satukan Barisan, Awasi Implementasi MBG
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 10:06 WIB

Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat

Senin, 29 Juni 2026 - 18:34 WIB

Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung

Senin, 29 Juni 2026 - 18:00 WIB

Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:49 WIB

Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Kamis, 16 Jul 2026 - 07:10 WIB