Kereta Gantung Bandar Lampung dan Politik Pencitraan dari Udar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Gantung Bandar Lampung dan Pencitraan Politik dari Udara

 

berandalappung.com — Teluk Betung, peta rute kereta gantung di Bandar Lampung kembali berubah. Dari yang sebelumnya membentang ke arah laut, kini berbelok ke perbukitan. Rute anyar itu, menurut Wali KotaEva Dwiana,akan menyambungkan Rumah Dinas Wali Kota langsung ke kawasan wisata Air Terjun Sumur Putri. Sejauh 6,9 kilometer melintasi perbukitan dan panorama kota yang katanya “indah sekali”.

Tapi di balik euforia pemandangan dari ketinggian, ada pertanyaan yang menggantung lebih tajam dari kabel baja penyangga gondola: untuk siapa sebenarnya proyek ini dibangun?

Tak ada kajian terbuka, tak terdengar pula ada konsultasi publik. Pemerintah kota terkesan menuntaskan rencana ini dari balik jendela rumah dinas dan tangkapan drone. Di tengah kota yang masih berkutat dengan permasalahan mendasar seperti kemacetan, banjir, dan kemiskinan, kereta gantung malah diprioritaskan. Seakan-akan solusi bagi Bandarlampung adalah melihat kota dari atas, bukan membenahinya dari bawah.

Baca Juga :  Tiga LSM Desak Bapenda Lampung Tindak Tegas Dugaan Pengemplangan Pajak oleh

Perubahan rute pun menunjukkan lemahnya perencanaan awal. Jika sebelumnya rute yang diimpikan menjangkau Pantai Gunung Kunyit hingga Pulau Permata, kini bergeser ke dataran tinggi karena, kata Wali Kota, “tiang pancangnya luar biasa”. Alasan teknis yang dilontarkan rujukan tanpa data teknis sama sekali. Mengundang pertanyaan: apakah ini benar soal kesulitan konstruksi, atau sekadar penyesuaian narasi demi memeles citra?

Lebih mencengangkan lagi, wali kota menyebut pembangunan ini tidak menggunakan dana APBD maupun APBN, melainkan dari investor asal Tiongkok. Namun seperti biasa, tidak ada rincian soal skema investasi, perjanjian kerja sama, hingga jaminan keuntungan apa yang ditawarkan pada investor. Janji transparansi mengucapkan terima kasih atas “antusiasme investor”. Kita seolah diajak percaya begitu saja, padahal sejarah utang daerah dan jebakan proyek mercusuar tidak pernah absen di republik ini.

Baca Juga :  Air Mati, Fasilitas Nihil Developer Perumahan Batara Satu Disorot Warga

Pembangunan infrastruktur wisata memang sah. Tapi ketika arah kebijakannya tak lahir dari kebutuhan warga, melainkan hasrat elite untuk tampil megah, maka gantung pun tak ubahnya perpanjangan tangan dari pencitraan politik. Dalam pemberitaan narasi “pengembangan pariwisata”, pada hal yang terjadi adalah fokus dari persoalan nyata kota ke proyek elitis yang menggantung di awang-awang.

Bandarlampung tak butuh mimpi dari atas gondola, ia butuh pemimpin yang berpijak di tanah, bekerja dari jalanan, bukan dari drone.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit
Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba
Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup
Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli
HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:23 WIB

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Api Kembali Terjang Kawasan TNBTS, Akses Bromo dari Malang dan Lumajang Ditutup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:57 WIB

Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB