Lampung Siap Gas! Rakor Swasembada Pangan Soroti Irigasi dan Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Pj. Gubernur Lampung Samsudin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Pangan Nasional yang mengusung sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Acara ini berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung, pada Sabtu (28/12/2024).

Rakor dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri Lingkungan Hidup (LH), Menteri Perdagangan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Bulog, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung.

Rapat ini digelar secara hybrid, dengan pertemuan langsung dihadiri para pimpinan daerah di Lampung serta pemangku kepentingan lainnya.

Agenda rakor membahas berbagai isu strategis, di antaranya:

1. Peningkatan jaringan irigasi.

2. Distribusi pupuk.

3. Pendayagunaan penyuluh pertanian.

4. Penyediaan bibit unggul.

5. Peningkatan daya saing komoditas seperti kopi, lada, dan kelapa.

6. Pengelolaan sektor perikanan tangkap dan budidaya.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini: Begini Cara Jadi Vendor Resminya

7. Pengelolaan sampah.

8. Ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Dalam paparannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Swasembada pangan adalah langkah strategis yang harus kita dukung bersama. Pemerintah telah sepakat untuk menghentikan impor empat bahan pangan utama beras, jagung, gula, dan garam mulai tahun depan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga menekankan pentingnya infrastruktur irigasi sebagai penunjang utama produktivitas pertanian.

“Irigasi harus menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan hasil pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, jika pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk pembangunan irigasi, pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh.

Zulkifli juga memastikan distribusi pupuk akan berlangsung lebih efisien agar tiba tepat waktu di masa tanam.

“Kami telah memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang agar petani tidak lagi menghadapi keterlambatan pupuk,” jelasnya.

Pj. Gubernur Lampung Samsudin mengungkapkan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi rakor kedua dari delapan provinsi karena potensinya yang besar di sektor pertanian, peternakan, dan tanaman pangan.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Resmi Buka Turnamen Tenis Danrem Cup, Dukung Sportivitas

“Dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan untuk pengembangan potensi Lampung, baik di bidang pertanian, tanaman pangan, maupun peternakan,” ujar Samsudin.

Samsudin juga memaparkan beberapa usulan kepada pemerintah pusat, antara lain:

1. Pembangunan Daerah Irigasi Baru di Lampung Tengah seluas 3.225,52 hektare.

2. Rehabilitasi jaringan irigasi seluas 17.440 hektare untuk 18 daerah irigasi di bawah kewenangan provinsi.

3. Operasi dan pemeliharaan delapan daerah irigasi kewenangan pusat untuk pengangkatan sedimentasi.

4. Peningkatan 11 daerah irigasi kewenangan provinsi seluas 4.565 hektaree

5. Peningkatan saluran tersier dan kuarter sepanjang 104.050 meter di 15 kabupaten/kota.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Lampung berencana menggelar rapat pimpinan awal Januari untuk mengevaluasi hasil rakor sekaligus merencanakan langkah strategis ke depan.

“Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyinergikan strategi antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan,” tutup Samsudin.

Berita Terkait

Pemprov Lampung Merotasi 31 Pejabat Administrator dan Pengawas
6 Pejabat Bapenda Lampung Dirotasi Usai Target PAD Tak Tercapai
DLH Bandar Lampung Tambah 46 Armada Angkut Sampah di 2026
Ada Apa Dengan Hibah, Hutang dan Banjir Kota Bandar Lampung
Sekda Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame
Dinas Perdagangan Angkat Bicara Terkait Dugaan Pungli di Pasar Pasir Gintung
Si-AWAS, Upaya Pemprov Lampung Memodernisasi Pengawasan Anggaran
Festival Foto Akhir Tahun IJP Lampung: Ketika Gambar Menjadi Bukti Kerja Pemerintah
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:36 WIB

Pemprov Lampung Merotasi 31 Pejabat Administrator dan Pengawas

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:11 WIB

6 Pejabat Bapenda Lampung Dirotasi Usai Target PAD Tak Tercapai

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:15 WIB

DLH Bandar Lampung Tambah 46 Armada Angkut Sampah di 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:43 WIB

Ada Apa Dengan Hibah, Hutang dan Banjir Kota Bandar Lampung

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:31 WIB

Sekda Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame

Berita Terbaru

Hukum

Jejak Panjang HGU Sugar Group di Lahan TNI AU

Sabtu, 24 Jan 2026 - 11:09 WIB