Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara

 

berandalappung.com— Kalianda, aula Krakatau siang itu tidak sekadar menjadi ruang pertemuan birokrat. Ia berubah menjadi ruang perpisahan. Setelah 9 tahun 7 bulan menanam jejak di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati kembali datang bukan untuk rapat anggaran atau membahas target pajak, melainkan untuk berpamitan.

Kini ia menyandang jabatan baru sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara. Sebuah posisi strategis yang menuntut lebih dari sekadar kecakapan administratif kepemimpinan, ketegasan, dan kemampuan menjaga irama birokrasi.

“Saya ingin bersilaturahmi, meminta maaf, sekaligus memohon doa restu,” ujar Intji, Kamis (26/2/2026). Kalimatnya terdengar sederhana, tetapi bagi mereka yang mengenalnya, pernyataan itu menyimpan lapisan makna. Lampung Selatan bukan hanya tempat tugas ia adalah ruang pengabdian yang membentuk reputasi dan daya tahannya sebagai birokrat.

Sejak 2016, Intji menapaki satu per satu tangga jabatan Kepala BPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Penjabat Sekda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, hingga Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD). Posisi-posisi yang tak jarang berada di jantung tarik-menarik kepentingan anggaran dan kebijakan.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Bersilaturahmi dengan Warga Bataranila dan Ajak Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada

Hampir satu dekade di Kalianda, ia mengaku tak pernah berpindah rumah. Ritme kerja yang padat seolah menenggelamkan kehidupan personalnya dalam pusaran administrasi dan target pendapatan daerah.

Di situlah kedekatan emosional itu tumbuh antara pejabat dan institusi, antara individu dan daerah.

Ia menyebut satu hal yang menurutnya menjadi kekuatan Lampung Selatan: kekompakan. “Satu komando, satu suara,” katanya. Sebuah frasa klasik dalam birokrasi, namun tak selalu mudah diwujudkan.

Jika benar soliditas itu terbangun, maka itulah modal yang akan ia bawa ke Lampung Utara daerah yang memiliki tantangan fiskal dan tata kelola berbeda.

Perpindahan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Bagi Lampung Selatan, kepergian Intji berarti melepas salah satu figur yang lama berada di simpul keuangan dan pemerintahan. Bagi Lampung Utara, kehadirannya adalah harapan akan stabilitas dan akselerasi birokrasi.

Di tengah suasana haru, Intji memilih menutup dengan pesan yang nyaris klise, tetapi relevan komunikasi. “Kalau komunikasinya bagus, ngobrolnya enak, senyum, insyaallah semua selesai.”

Dalam praktiknya, komunikasi memang kerap menjadi penentu apakah kebijakan berjalan mulus atau tersendat oleh ego sektoral.

Sekda Lampung Selatan, Supriyanto, mengakui sebenarnya telah ada rencana pelepasan resmi. Namun momentum Ramadan dan kesibukan kepala daerah membuat agenda itu tertunda. Pernyataan itu terdengar administratif, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa perpisahan ini lebih bersifat personal ketimbang seremonial.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Tegaskan Pentingnya Respon Cepat dan Terkoordinasi Hadapi Bencana

Apresiasi pun disampaikan. Pengalaman panjang Intji di Lampung Selatan disebut sebagai bekal penting untuk mengawal birokrasi di Lampung Utara. Sebab, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif ia adalah poros yang menjaga agar mesin pemerintahan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kepergian Intji meninggalkan ruang kosong, tetapi juga warisan pengalaman mengelola fiskal, menata pajak daerah, dan menjaga stabilitas internal. Bagi birokrasi daerah, hampir satu dekade bukanlah waktu singkat. Ia cukup untuk membangun sistem atau sekadar mempertahankan keseimbangan.

Kini, satu bab telah ditutup di Kalianda. Babak baru dimulai di Kotabumi. Pertanyaannya sederhana: apakah semangat “satu komando, satu suara” itu akan menemukan bentuknya di tempat baru?

Waktu, seperti biasa, yang akan menjawab.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1
Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional
IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga
Gubernur Lampung, Serahkan Sapi Qurban dari Presiden Prabowo
MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif
Lampung Kerahkan 1.229 Petugas Awasi Hewan Kurban Iduladha 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:35 WIB

Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:48 WIB

Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:31 WIB

IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Ikhtiar Budiman AS Mengembalikan Kejayaan Demokrat Lampung

Senin, 15 Jun 2026 - 18:46 WIB