Banjir Bandar Lampung, Tragedi Hujan Deras dan Persoalan Tata Kelola Sungai

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bandar Lampung, Tragedi Hujan Deras dan Persoalan Tata Kelola Sungai

 

berandalappung.com — Bandar Lampung, hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat, 6 Maret 2026, memicu banjir puluhan titik dan menyisakan duka. Sedikitnya tiga warga dilaporkan meninggal dunia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir terjadi di sekitar 38 hingga 44 titik yang tersebar di sedikitnya 10 kecamatan. Di sejumlah industri, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 2 meter, memaksa warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Kecamatan Kedamaian, khususnya Kelurahan Kalibalau Kencana, serta Rajabasa, Sukarame, Way Halim, Tanjung Senang, hingga Sukabumi. Curah hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam menjadi pemicu utama meluapnya udara untuk organisasi warga.

Baca Juga :  Pengelolaan Hama Berbasis Ekologi: Kunci Ketahanan dan Keberlanjutan Pertanian

Pengamat Sosiologi Hukum, Haris Munandar, SH, MH menilai banjir yang terjadi tidak semata-mata dapat melemahkan permasalahan buruknya sistem drainase di tingkat kota. Menurut dia, ada faktor yang lebih besar yang juga mempengaruhi.

“Banjir kali ini tidak bisa hanya dilihat dari aspek drainase perkotaan. Luapan sejumlah sungai besar yang berada di bawah kewenangan Balai Besar juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan,” kata Haris Munandar.

Ia menjelaskan, pengelolaan sungai-sungai besar umumnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat melalui balai besar wilayah sungai. Oleh karena itu, penanganan permasalahan banjir di daerah tidak hanya dapat dibebankan kepada pemerintah daerah saja.

Meski demikian, Haris menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam melakukan mitigasi dan langkah-langkah penanganan darurat untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Air Tak Mengalir, Wali Kota Bandar Lampung Copot Tiga Direksi PDAM Way Rilau

“Pemda tetap harus hadir melakukan mitigasi, penanganan cepat, serta memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal agar dampaknya tidak semakin meluas,” ujarnya.

Hingga kini kondisi udara di sejumlah titik menjelang surut. Namun petugas masih melakukan pemantauan serta penyisiran untuk mencari satu anak yang dilaporkan hilang terseret arus.

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Data sementara menunjukkan lebih dari 1.200 warga menerima bantuan logistik dan kebutuhan darurat.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi, warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan. Aparat setempat juga terus memantau perkembangan situasi di wilayah rawan penampungan.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM
Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda
Ryacudu
Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi
Anak-Anak Muda Statistik
Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris
Sebuah Madrasah Cinta dan Pengorbanan
MENAKAR KEADILAN DI POLDA LAMPUNG: MENGAPA SANKSI ETIK SAJA TIDAK CUKUP BAGI OKNUM POLISI PENGANIAYA?
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:56 WIB

Membaca Nalar Komisi V: Ketika Dewan Pendidikan Dianggap LSM

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:26 WIB

Jatuh Bangun Welly Adiwantra: Diuji di Pansel, Tersangka di Polda

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:45 WIB

Ryacudu

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:22 WIB

Peringatan untuk Nanik S. Deyang: Jangan Diulangi

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:34 WIB

Anak-Anak Muda Statistik

Berita Terbaru