Bandar Lampung (berandalappung.com) – Pemerintah Australia resmi mengesahkan undang-undang yang melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial.
Aturan yang disahkan pada Kamis (28/11/2024) ini disebut sebagai yang pertama di dunia dan memicu perdebatan publik.
Lima Fakta Penting tentang Kebijakan Baru Ini
1. Medsos Wajib Mencegah Anak di Bawah 16 Tahun
Platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, Snapchat, Reddit, dan X diwajibkan memblokir pengguna di bawah 16 tahun.
Jika melanggar, perusahaan akan dikenai denda hingga 50 juta dolar Australia (sekitar Rp528 miliar).
2. Pengesahan Kilat di Parlemen
Kebijakan ini mendapatkan dukungan mayoritas di Parlemen Australia.
Senat menyetujuinya dengan suara 34 berbanding 19, sementara Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan dengan suara 102 berbanding 13. Platform diberi waktu satu tahun untuk menerapkan aturan sebelum denda berlaku.
3. Privasi Tetap Dilindungi
Platform tidak diperbolehkan meminta dokumen identitas resmi seperti paspor atau SIM untuk memverifikasi usia pengguna.
Beberapa layanan dengan nilai edukasi dan kesehatan, seperti YouTube, Google Classroom, Messenger Kids, dan WhatsApp, dikecualikan dari aturan ini.
4. Menuai Kritik
Meski bertujuan melindungi anak dari bahaya daring, kebijakan ini mendapat kritik.
Para ahli kesehatan mental khawatir anak-anak di daerah terpencil atau yang rentan akan mengalami isolasi sosial.
Sementara itu, Meta dan Snapchat menyebut aturan ini tergesa-gesa dan sulit diterapkan secara teknis.
5. Dukungan dan Kontroversi
Aktivis keselamatan daring seperti Sonya Ryan, yang kehilangan putrinya akibat predator online, memuji langkah ini.
Namun, sejumlah pihak menganggap pemerintah menggunakan kebijakan ini untuk menggalang dukungan menjelang pemilu mendatang.
Tantangan dan Harapan
Kebijakan ini dianggap sebagai langkah besar dalam melindungi anak-anak di era digital, tetapi implementasinya akan menjadi ujian besar bagi Australia.
Apakah aturan ini mampu menciptakan ekosistem daring yang lebih aman, atau justru menimbulkan dampak sosial yang tak terduga? Waktu akan menjawabnya. ***











