Bandar Lampung (berandalappung.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi banjir di beberapa kecamatan yang sering terdampak, terutama saat curah hujan tinggi.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Sarkoni, menyebutkan wilayah rawan banjir meliputi Kecamatan Panjang, Telukbetung Utara, Telukbetung Timur, Kedamaian, Bumi Waras, Rajabasa, dan beberapa kelurahan lain di kota tersebut.
“Kami telah mengimbau seluruh lurah untuk aktif menggerakkan gotong-royong bersama warga, terutama untuk membersihkan selokan yang sering tersumbat oleh sampah,” kata Sarkoni, Jumat (20/12/2024).
Penyebab dan Pencegahan
Sarkoni menjelaskan bahwa faktor utama penyebab banjir di Bandar Lampung antara lain:
1. Curah hujan yang tinggi dan merata.
2. Bentuk lahan yang datar dan rendah.
3. Tanah yang tidak dapat menyerap air dengan baik.
4. Kepadatan bangunan yang tinggi.
5. Kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, serta meningkatkan kesadaran akan risiko banjir.
“Pencegahan bisa dimulai dengan membersihkan selokan, tidak membuang sampah sembarangan, dan gotong-royong secara rutin,” tegasnya.
Imbauan Saat Cuaca Ekstrem
Sarkoni juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat berkendara di tengah hujan, karena angin kencang yang sering menyertai hujan berpotensi menumbangkan pohon dan menyebabkan kecelakaan.
Dampak Kerugian
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir di Bandarlampung pada 2022 telah menyebabkan kerugian material mencapai Rp 10,7 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa 5.974 hektar wilayah di Bandar Lampung tergolong rawan banjir.
Dengan cuaca yang tidak menentu dan potensi curah hujan yang tinggi, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah mitigasi dini guna mengurangi dampak banjir di kawasan masing-masing.











