Pesawaran (berandalappung.com) – Penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, menjadi langkah nyata untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kegiatan yang digagas oleh Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) dirangkaian acara Dies Natalis ke-51 Pertanian Unila ini berlangsung pada Sabtu (30/11/2024) dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat setempat dan mahasiswa.
Mangrove: Penjaga Pantai Alami
Mangrove dikenal sebagai “penjaga pantai alami” karena fungsinya yang sangat penting dalam menjaga stabilitas kawasan pesisir.
Almuhery Ali Faksi, salah satu alumni Fakultas Pertanian Unila, menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran besar dalam melindungi lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar.
“Penanaman mangrove ini merupakan langkah strategis untuk mencegah abrasi, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat pesisir,” ujar Almuhery.
Manfaat Mangrove bagi Kawasan Pesisir
Hutan mangrove memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
1. Mencegah Abrasi dan Erosi
Akar mangrove yang kuat mampu menahan gelombang dan mencegah kerusakan tanah di sepanjang garis pantai.
Hal ini penting untuk mengurangi risiko abrasi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
2. Menyediakan Habitat untuk Keanekaragaman Hayati Mangrove adalah habitat bagi berbagai spesies, seperti ikan, udang, dan kepiting, yang mendukung keseimbangan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada hasil laut.
3. Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang tinggi, menjadikannya solusi alami untuk mitigasi perubahan iklim.
4. Mendukung Perekonomian Lokal
Selain sebagai tempat pemijahan ikan, mangrove juga menyediakan bahan baku untuk makanan, obat-obatan, dan kerajinan tangan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Teknik Penanaman Mangrove
Penanaman mangrove membutuhkan perencanaan dan eksekusi yang tepat untuk mencapai keberhasilan. Langkah-langkah utama meliputi:
1. Identifikasi Lokasi
Lokasi dengan kondisi tanah berlumpur dan aliran air stabil sangat ideal untuk pertumbuhan mangrove.
2. Pemilihan Jenis Mangrove
Jenis mangrove seperti Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia dipilih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
3. Persiapan Bibit
Bibit sehat dengan akar kuat menjadi kunci keberhasilan.
4. Penanaman dan Perawatan
Penanaman dilakukan dengan jarak yang cukup, disertai pemeliharaan rutin untuk memastikan bibit tumbuh optimal.
Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Mangrove, Keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.
Edukasi tentang manfaat mangrove serta pelibatan warga dalam proses penanaman dan pengelolaan hutan mangrove dapat meningkatkan kesadaran lingkungan.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai ekonomis, seperti kerajinan tangan atau makanan khas, memberikan motivasi tambahan bagi masyarakat untuk terus melestarikannya.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Mendatang
Penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, langkah ini diharapkan dapat menjaga ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.
“Jaga mangrove, selamatkan bumi,” pesan Almuhery Ali Faksi, mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas untuk pelestarian lingkungan yang lebih baik.











