Madrasah Bandar Lampung Diminta Jadi Etalase Pendidikan Islam Modern

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madrasah Bandar Lampung Diminta Jadi Etalase Pendidikan Islam Modern

berandalappung.com- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, meminta madrasah di Kota Bandar Lampung tampil sebagai wajah kemajuan pendidikan Islam di Lampung. Posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi, menurut dia, membuat kualitas madrasah di kota ini tak lagi sekadar urusan lokal, melainkan menjadi tolok ukur bagi daerah lain.

Pesan itu disampaikan Zulkarnain saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Madrasah Kota Bandar Lampung, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat Kanwil Kemenag Lampung, pengawas madrasah, kepala sekolah, guru, hingga operator madrasah.

“Bandar Lampung ini ibu kota provinsi. Maka madrasah di Bandar Lampung harus bisa menjadi contoh, menjadi ikon, dan menjadi wajah kemajuan pendidikan madrasah di Provinsi Lampung,” kata Zulkarnain.

Ia menilai madrasah memiliki keunggulan karena menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam satu sistem pembelajaran. Siswa madrasah tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mendapat penguatan pendidikan agama melalui pelajaran Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Menurut Zulkarnain, keunggulan itu kerap disalahpahami sebagian masyarakat yang menganggap lulusan madrasah hanya diarahkan menjadi tokoh agama. Padahal, kata dia, lulusan madrasah memiliki peluang yang sama untuk meniti karier di berbagai bidang profesi.

“Madrasah tidak membatasi masa depan anak. Justru madrasah memberi bekal ilmu dan akhlak yang lebih lengkap,” ujarnya.

Baca Juga :  Hibah Rp5 Miliar untuk SMA Siger Amarah Wali Kota Dengan Tangisan, Kritik Publik, dan Ujian Kepatuhan Aturan

Dalam arahannya, Zulkarnain juga menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pendidikan di lingkungan madrasah. Ia meminta guru tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun ruang belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik.

“Pendidikan harus dilakukan dengan hati, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Ia mengingatkan para guru agar memahami karakter setiap anak, termasuk perbedaan pendekatan terhadap siswa laki-laki dan perempuan. Menurut dia, pendidikan yang terlalu seragam berisiko mengabaikan kebutuhan psikologis peserta didik.

Selain penguatan karakter, Zulkarnain menekankan pentingnya adaptasi madrasah terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Ia meminta madrasah lebih aktif menampilkan prestasi siswa dan kegiatan pendidikan di ruang digital untuk memperkuat kepercayaan publik.

“Kita harus bergerak menguasai media sosial. Tampilkan hal-hal baik tentang madrasah dan pondok pesantren,” ujarnya.

Baca Juga :  Sidang Promosi Doktor, Aristoteles Lulusan Doktor ke-15 FMIPA Unila

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Herry Setiawan, memaparkan data terbaru pendidikan madrasah di Bandar Lampung. Berdasarkan data EMIS dan SIMPATIKA, terdapat 127 madrasah di kota tersebut, terdiri atas 24 RA, 62 MI, 27 MTs, dan 14 MA. Sebanyak 16 di antaranya merupakan madrasah negeri, sedangkan 111 lainnya berstatus swasta.

Jumlah peserta didik madrasah di Bandar Lampung mencapai 28.275 siswa dengan dukungan 1.760 tenaga pendidik.

Herry mengatakan besarnya jumlah lembaga dan peserta didik itu menuntut penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi guru, hingga pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

“Diperlukan penguatan kebijakan berkelanjutan agar madrasah di Kota Bandar Lampung semakin unggul, ramah, tertib administrasi, dan terintegrasi,” kata Herry.(***)

Editor : Alex Jefri

Berita Terkait

Dosen STAI Ibnu Rusyd Kotabumi: Kolaborasi Orang Tua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri
Senat Matangkan Regulasi Pilrek Unila 2027-2031, Dr. Budiyono Siap Maju Usung Tagline ‘GASPOL’
Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan
Dewan Pendidikan Siap Akomodir Pemikiran Sekolah Swasta dan Negri di Lampung
Ironi Anggaran Triliunan dan Rapor Merah Pendidikan Lampung
759 Siswa Berebut Masuk, SMPN 2 Bandar Lampung Buktikan Diri sebagai Gudang Prestasi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dosen STAI Ibnu Rusyd Kotabumi: Kolaborasi Orang Tua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52 WIB

374 Siswa SMA YP Unila Lolos ke Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Senat Matangkan Regulasi Pilrek Unila 2027-2031, Dr. Budiyono Siap Maju Usung Tagline ‘GASPOL’

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:46 WIB

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:08 WIB

Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:24 WIB

Berita Lainnya

Manuver Kuno Mengincar Oegroseno

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:20 WIB