Pemprov Lampung dan DPP Lampung Sai dan MPAL Gelar Tradisi Blangikhan: Satukan Adat dalam Rangka Sambut Ramadan 1447 Hijriah

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar tradisi masyarakat Lampung Blangikhan, yang dilaksanakan di Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (18/2/2026).

Tradisi Blangikhan merupakan adat budaya Lampung dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan diawali dengan arak-arakan dari Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah menuju Sesat Agung Nuwo Balak untuk pelaksanaan seremoni, kemudian dilanjutkan arak-arakan menuju lokasi pelaksanaan tradisi Blangikhan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP, serta unsur pemerintah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa tradisi Blangikhan atau turun mandi menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Tradisi Blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Melalui Blangikhan, jelas Wagub Jihan, masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar.

“Budaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu tumbuh rasa percaya diri, persatuan, dan semangat membangun daerah dengan tetap berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.

Wagub Jihan berharap momentum Blangikhan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memasuki Ramadan dengan perasaan lebih lapang dan semangat kebersamaan yang semakin erat.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Lampung Samsudin Dukung Evaluasi Anggaran, Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo

Pada kesempatan itu, Wagub Jihan juga memaparkan capaian sektor pariwisata Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung saat ini menempati peringkat 10 besar nasional.

Ia mendorong agar Blangikhan dapat masuk ke dalam kalender acara nasional Kharisma Event Nusantara guna memperkuat promosi pariwisata Lampung.

“Di Bali ada tradisi Melukat, mandi untuk membersihkan diri, dan itu sudah dikenal luas. Mengapa tidak kita angkat tradisi Blangikhan ini? Saya kira ini salah satu yang bisa dikenal secara nasional bahkan mancanegara,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wagub Jihan mengucapkan selamat menyambut dan melaksanakan Ibadah Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh masyarakat Lampung.

“Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga kita dapat mengoptimalkan kebaikan di bulan suci ini dengan penuh hikmat. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyampaikan apresiasi atas pelestarian budaya yang telah menjadi identitas masyarakat setempat secara turun-temurun.

Ia menjelaskan, Blangikhan merupakan tradisi masyarakat Lampung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai simbol penyucian diri, baik lahir maupun batin, serta wujud persiapan spiritual dalam menyambut ibadah puasa,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi Blangikhan memiliki makna mendalam karena tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama dalam masyarakat.

Ia menilai tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengemasan yang tepat, Blangikhan dapat menjadi atraksi yang inklusif dan menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :  Pj Gubernur Lampung Samsudin, Sebut PPN 12 Persen Hanya untuk Barang Mewah

“Kita perlu mengemas tradisi ini secara lebih optimal agar semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Tradisi ini sangat potensial menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lampung,” ujarnya.

“Semoga tradisi ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Ketua Umum MPAL, Rycko Menoza SZP, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan berlangsung baik dan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

“Acara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan tradisi budaya adat yang berjalan beriringan dengan tradisi keagamaan. Semoga melalui kegiatan seperti ini, Lampung semakin maju, dikenal luas, dan semakin banyak dikunjungi masyarakat dari luar daerah,” ujar Rycko.

Selain menonjolkan nilai sakral penyucian diri menjelang Ramadan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyajikan berbagai kuliner khas Lampung untuk memperkenalkan potensi lokal kepada tamu domestik maupun mancanegara.

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyampaikan bahwa makna tradisi Blangikhan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pembersihan diri, doa keselamatan, dan harapan demi masa depan yang lebih baik selaras dengan nilai budaya adat Lampung.

“Tradisi Blangikhan merupakan warisan budaya yang mengatur nilai kearifan lokal, etika, serta filosofi kehidupan masyarakat Lampung. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan, menjaga, dan mewariskan adat istiadat ini kepada generasi muda,” ujarnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemandian muli mekhanai yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah. Prosesi tersebut ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya tradisi Blangikhan.

Berita Terkait

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV
Detik Apresiasi Pendidikan Lampung, Inovasi Jadi Pembeda
Pemprov Lampung Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Gubernur Mirza: Penguatan Satlinmas sebagai Pilar Keamanan dan Perlindungan Masyarakat Lampung
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:45 WIB

Sekdaprov: Dorong Pendidikan Hingga Kelas Migran Vokasi, Rakernas I APTISI 2026, Perguruan Tinggi Motor Pembangunan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 16:10 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 16:10 WIB

Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Sekdaprov dan Ketua DWP Agnesia Ikuti Krakatau Run 2026 Perkuat Sport Tourism, Festival Krakatau XXXV

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB