Simbol Semangat Baru Softball Lampung: Two Pillars Luncurkan Logo Gubernur Slowpitch Tournament 2025
berandalappung.com— Bandar Lampung, Seekor elang membentangkan sayapnya di depan siluet Provinsi Lampung. Di atas kepalanya, dua huruf tegas: “2P”. Bukan sekadar desain, logo Gubernur Slowpitch Tournament 2025 by Two Pillars ini adalah representasi simbolik dari energi baru dalam dunia olahraga softball di Tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.
Logo tersebut secara resmi diluncurkan pada Sabtu, 20 Juli 2025, sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan turnamen slowpitch softball terbesar di provinsi ini.
Elang, sebagai pusat dari desain, menyimbolkan keberanian, ketajaman, dan sportivitas—nilai-nilai yang dijunjung dalam setiap inning dan lemparan di lapangan.
“Inisial ‘2P’ yang tertanam di kepala elang menjadi pengingat bahwa ajang ini adalah inisiatif komunitas, bukan institusi formal. Two Pillars ingin membangun dari bawah, bersama komunitas,” kata perwakilan penyelenggara, menjelaskan filosofi di balik logo tersebut.
Turnamen ini akan digelar pada 21 hingga 24 Agustus 2025, dengan puluhan tim dari berbagai penjuru Lampung dipastikan ambil bagian. Namun bagi Two Pillars, kompetisi hanyalah satu sisi dari koin. Di sisi lain, ada semangat kolektif, silaturahmi, dan penguatan jejaring komunitas.
Tipografi logo menggunakan kombinasi warna merah, putih, dan biru tua. Merah melambangkan semangat bertanding, putih sebagai simbol integritas dan fair play, dan biru tua merepresentasikan keteguhan serta persatuan.
Tiga warna itu menjadi benang merah yang ingin dirajut selama turnamen berlangsung.
Dari sudut pandang hukum dan sosial, DR. Budiyono, SH, MH pengamat hukum dari Universitas Lampung menilai turnamen ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar ajang olahraga.
“Gubernur Slowpitch Tournament bisa menjadi contoh praktik sportivitas yang berdampak sosial. Softball sebagai olahraga tim mengajarkan kolaborasi dan penghormatan terhadap aturan, dua hal yang sangat penting dalam membangun budaya hukum masyarakat,” ujar Budiyono.
“Ketika komunitas sipil seperti Two Pillars mengambil peran aktif dalam penyelenggaraan event, itu menunjukkan ada energi partisipatif yang patut didukung oleh pemerintah dan lembaga hukum,” tambahnya.
Menurutnya, ketika simbol-simbol seperti logo menjadi representasi dari nilai-nilai kolektif, maka olahraga bisa menjadi jembatan antara ruang publik dan pembentukan karakter warga negara.
Logo ini akan digunakan secara luas pada seluruh elemen turnamen dari spanduk promosi, media sosial, hingga jersey dan merchandise eksklusif. Bagi Two Pillars, logo bukan hanya soal estetika, melainkan juga cara membingkai semangat dan identitas.
Komunitas ini, yang sejak awal berdiri mengusung pembinaan atlet muda dan pengembangan ekosistem softball, berharap turnamen ini menjadi momentum akselerasi.
Tak hanya untuk pencapaian prestasi, tetapi juga untuk membangun tradisi olahraga yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Lampung.
Editor : Alex Buay Sako











