“Satu Nama Kuasai Empat Media, MoU KONI Lampung Disorot: Aroma Monopoli di Balik Meja Humas”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Diduga Satu Nama Kuasai Empat Media, MoU KONI Lampung Disorot: Aroma Monopoli di Balik Meja Humas”

 

berandalappung.com — Bandar Lampung, dugaan praktik monopoli media menyeruak di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Proses kerja sama publikasi antara Humas KONI dengan sejumlah media berlangsung tertutup dan tidak melibatkan unsur pengurus lain.

Informasi yang beredar menunjukkan, daftar media rekanan ditentukan oleh sekelompok kecil pengurus tanpa mekanisme rapat atau evaluasi terbuka. Sejumlah pengurus bahkan mengaku baru mengetahui adanya MoU kerja sama setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di internal.

“Kami tidak pernah tahu media mana saja yang diajak kerja sama.sepertinya memang ada MoU, tapi tidak pernah dibahas secara terbuka,” ujar salah satu pengurus KONI yang menanyakan namanya tidak disebut.

Lebih mencengangkan, satu pemilik media dikabarkan menguasai hingga empat media sekaligus dalam daftar rekanan publikasi KONI Lampung. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuatnya adanya pengaturan sepihak dan potensi keuntungan pribadi dalam pengelolaan lembaga anggaran publikasi.

Baca Juga :  Arogan terhadap Jurnalis, Rilis.id Boikot Rakata Institute

Langkah yang seharusnya menjadi strategi komunikasi organisasi justru berubah menjadi isu sensitif yang mencoreng transparansi wajah KONI.

Publikasi yang Tak Terpublikasi

Kerja sama media idealnya dilandasi prinsip profesionalitas dan keterbukaan, terutama bila bersumber dari dana organisasi. Namun, dalam kasus KONI Lampung, prosesnya justru gelap.

“Setiap kerja sama yang menggunakan anggaran lembaga wajib diputuskan secara terbuka dan dilaporkan ke internal. Jika dilakukan secara diam-diam, sangat wajar jika muncul dugaan monopoli,” ujar seorang pengamat media lokal.

Ia menambahkan, tanpa transparansi, kerja sama publikasi berisiko menjadi alat distribusi keuntungan bagi segelintir orang, bukan sarana membangun citra positif organisasi olahraga daerah.

Ketua KONI: “Tidak Boleh Ada Monopoli”

Menanganggapi kabar tersebut, Ketua Umum KONI Lampung Ir. Taufik Hidayat mengaku belum menerima laporan resmi dari pengurus bidang publikasi. Namun ia menegaskan bahwa prinsip keterbukaan harus menjadi dasar dalam setiap bentuk kerja sama.

“Terima kasih informasinya. Nanti saya cari tahu lebih detail karena Don Peci belum melapor soal ini,” kata Taufik saat dihubungi, seraya menegaskan, “Seharusnya terbuka, tidak boleh ada monopoli, meski tetap disesuaikan dengan anggaran yang ada.”

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Publikasi dan Media, Achmad Chrisna Putra, yang terlibat dalam penentuan rekanan media, belum memberikan tanggapan. Nomor ponselnya tidak aktif saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Turnamen Open Handicap 2025, Lampung Tumbang, Palembang Melenggang

Tuntutan Transparansi

Beberapa anggota internal berharap, KONI Lampung segera membuka daftar resmi media rekanan dan mekanisme kerja sama yang dijalankan. Langkah itu memastikan dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus organisasi olahraga ini tidak menguasai kepentingan kelompok kecil.

“KONI harus memberi contoh soal tata kelola yang bersih. Kalau urusan publikasi saja sudah tertutup, bagaimana publik bisa percaya?” ujar seorang anggota lainnya.

Isu monopoli media ini menjadi sinyal kuat bahwa di belakang meja manusia, masih banyak ruang gelap yang perlu diterangi.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Ikhtiar PBSI Lampung Mencetak Juara Dunia Baru
Lima Emas Parman Jadi Inspirasi, PWI Lampung Targetkan Tiga Emas Atletik
Seleksi Badminton Porwenas 2027 Dimulai, PWI Lampung Bidik Mendali Emas Sebagai Tuan Rumah
Mengejar Emas di Rumah Sendiri: Ambisi Futsal Lampung Mengakhiri Tradisi Runner-up
Matangkan Persiapan Porwanas 2027, Putri Nilam Suri Djausal Siap Nahkodai Tim E-Sport PWI Lampung Gandeng ESI
Rapatkan Barisan, Humas HPN–PORWANAS 2027 Siap Gerak Cepat
PWI Lampung Gelar Seleksi Catur dan Domino Jelang Porwanas
Belajar dari Tanjung Verde
Berita ini 150 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:26 WIB

Ikhtiar PBSI Lampung Mencetak Juara Dunia Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Lima Emas Parman Jadi Inspirasi, PWI Lampung Targetkan Tiga Emas Atletik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Seleksi Badminton Porwenas 2027 Dimulai, PWI Lampung Bidik Mendali Emas Sebagai Tuan Rumah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Mengejar Emas di Rumah Sendiri: Ambisi Futsal Lampung Mengakhiri Tradisi Runner-up

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:19 WIB

Matangkan Persiapan Porwanas 2027, Putri Nilam Suri Djausal Siap Nahkodai Tim E-Sport PWI Lampung Gandeng ESI

Berita Terbaru