Sidang Korupsi Retribusi Sampah Kota Bandarlampung Hadirkan 4 Saksi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Juni 2023 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERANDALAPPUNG.COM – Pengadilan Negeri Tanjung Karang kembali menggelar sidang dugaan korupsi retribusi sampah DLH Bandarlampung tahun 2019-2021 dengan menghadirkan 4 saksi yakni Yanti, Andre Setiawan, Danu, dan Ridwan Kurniawan.

 

Dengan 3 terdakwa yakni mantan Kepala DLH Bandar Lampung Sahriwansah, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH, Haris Fadilah, dan Pembantu Bendahara Penerima DLH, Hayati.

 

Hayati terdakwa dugaan korupsi restribusi sampah TA anggaran 2019-2021 mengaku memberikan setoran Rp 1 juta setiap bulan kepada Danu pegawai honorer Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung,setoran tersebut diberikan sebagai ‘upah’ pembuatan perforasi karcis di BPPRD Kota Bandar Lampung.

 

Danu sempat tidak mengaku menerima sejumlah uang dari terdakwa dan telah melakukan sesuai prosedur,ia menerima daftar isian dan sudah ada tanda tangan dari DLH Bandarlampung, saat Lingga Setiawan menanyakan sudah berapa lama bekerja sebagai tenaga honorer BPPRD,Danu menjawab dari 2013 Pak hakim,”jawabnya.

 

” Retribusi Kebersihan dalam bentuk karcis sudah di perforasi ( dilubangi) itu dilakukan sehari 100 lembar,hanya lembaran saja yang saya hitung,jumlah karcis yang diproporasi,”ucapnya.

 

Setiap 1 bulan Ia menerima Rp 1 juta dalam setiap perforasi dari Hayati, saat itu dia menelpon,ada surat pengantar dari DLH dan sudah ada tandatangan yang bersangkutan,”papar Danu.

 

Ketua Majelis Hakim Lingga Setiawan bertanya kepada masing-masing terdakwa, apakah ada yang keberatan.

 

Terdakwa Hayati pun mengajukan keberatan atas keterangan saksi Danu. “Saya keberatan Yang Mulia terhadap saksi Danu,” ujar Hayati.

Sementara saksi Ridwan kurniawan menambahkan , dia sudah bekerja di bagian bendahara DLH sejak 2020 – 2021 tugasnya hanya menerima,mencatat, dan menyimpan barang aset Dinas Lingkungan Hidup, termasuk karcis retribusi kebersihan,”ujarnya.

Baca Juga :  Tim Fogging Bandarlampung Bahagia Bersama Bung Iqbal Terus Bergerak, Total Sudah 915 Rumah

 

Karcis untuk retribusi sampah,dia terima dari ruangan Hayati dan karcis itu belum ada capnya, ada 2 jenis karcisnya, yang pertama untuk bulanan dan yang kedua untuk harian,”tuturnya

” Sedangkan nilai karcis retribusi sampah untuk bulanan di cap dan harian tidak di cap, yang bulanan di cap Pak Kadis dan Sekertaris dengan cap basah,”tambah Ridwan.

 

Saya sendiri yang menyimpan cap nya dan sudah ada nilai proporasi disetiap karcisnya,dan itu selalu abis, tidak ada yang tersisa setiap bulannya, ada 12 petugas penagihan jadi memang selalu abis karcisnya,”ucapnya di ruang sidang.

Lanjutnya, dia menerima Rp 400 dari Hayati setiap mencap karcis retribusi sampah,

Sebelumnya pada sidang ke 3 kasus dugaan korupsi retribusi menghadirkan 4 saksi yakni Kadis DLH Bandarlampung Budiman PM saat ini menjabat,mantan Plt Kadis DLH Riana Apriana , yang sekarang ini menjabat Kadis Koperasi dan UMKM Bandarlampung,mantan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah di DLH Ismet Saleh dan Bendahara Penerima di DLH Bandarlampung Kaldera.

 

Dalam sidang dengan tiga terdakwa Sahriwansah mantan Kadis DLH Bandarlampung, Haris Fadillah mantan Kabid Tata Lingkungan, Hayati Pembantu Bendahara Penerimaan DLH Bandarlampung

 

Kadis DLH Bandarlampung Budiman PM saat ditanya majelis hakim Lingga Setiawan bagaimana supaya kasus tersebut tidak terulang di DLH Bandarlampung.

 

Budiman menyampaikan pada ketua sidang Lingga Setiawan, bahwa dirinya sudah mengusulkan ke Dispenda Bandarlampung dengan menggunakan teknologi sistem pembayaran non tunai untuk pembayaran retribusi sampah.

Baca Juga :  HUT Ke-80, POMAD–PIONE Krakatau Gelar Baksos

 

Selanjutnya Ketua Majelis hakim Lingga Setiawan kembali menanyakan, apa usaha anda selaku kepala dinas agar tidak terulang,kemarin saya menawarkan dengan tim Dispenda untuk pembayaran menggunakan IT.

 

Jadi mereka (wajib retribusi) nanti bisa bayar seperti QRIS pembayaran non tunai. Jadi nanti mereka bisa bayar lewat Indomaret dan itu bisa meningkatkan pendapatan (retribusi) miliaran pak,”terang dia kepada majelis hakim

 

Memang untuk selama ini tidak ada dana operasional UPT retribusi sampah di masing-masing kecamatan.

“ Tahun 2019 anggaran tidak tercover untuk biaya operasional di lapangan seperti perbaikan kendaraan segala macam.

 

Setelah saya dilantik difinitif sebagai Kepala Dinas Kebersihan akhirnya saya usulkan pembelian sarana kebersihan, pada saat itu memang tidak dianggarkan sebelum saya menjabat,”ujarnya Rabu (20/6/2023)

 

Tak hanya itu, dirinya juga sudah mengusulkan agar penagih retribusi sampah di UPT yang berstatus non PNS agar diberikan insentif atau upah pungut, hal itu katanya untuk menghindari kebocoran PAD di sektor retribusi sampah.

 

“Saya usulkan untuk penagih yang berstatus non PNS kita usulkan untuk mendapat upah pungut, atau semacam insentif,”

 

Sementara itu saksi PLt Dinas Kebersihan Riana Apriana mengakui pernah menerima uang dari Oktober 2021 Rp 25 juta setiap bulan, itu untuk Operasional Kadis.”ucapnya

 

” Uang itu saya kasih ke satgas kebersihan untuk makan di lapangan, saya terima dari Hayati, Sahri dan Karim, asalnya itu nggak saya tanya, hanya katanya uang itu tidak mengganggu PAD. Total Rp250 juta,iya sudah saya terima saja,”tutupnya (*).

Berita Terkait

Persiapan Konsolidasi 36 Tahun Humanika: 55 Aktivis Lampung Siap Bertolak ke Jakarta
Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
SIARAN PERS YLBHI–LBH BANDAR LAMPUNG Kebakaran PT BSA adalah Alarm Kegagalan Negara Menyelesaikan Konflik Agraria Anak Tuha
OJK-Karang Taruna Lampung Bersinergi Perkuat Ekonomi Desa
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Danbrigif 4 Marinir Siap Bersinergi dengan PWI
Kembali ke Lembaga Kebijakan, IB Ilham Malik Kini Berkiprah di Asia Pasifik
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Persiapan Konsolidasi 36 Tahun Humanika: 55 Aktivis Lampung Siap Bertolak ke Jakarta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:56 WIB

SIARAN PERS YLBHI–LBH BANDAR LAMPUNG Kebakaran PT BSA adalah Alarm Kegagalan Negara Menyelesaikan Konflik Agraria Anak Tuha

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

OJK-Karang Taruna Lampung Bersinergi Perkuat Ekonomi Desa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Berita Terbaru