Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

berandalappung.com — Raja Basa,Gerakan Tobat Ekologis Indonesia dinilai harus segera diwujudkan secara nyata di Lampung. Perbaikan lingkungan tidak cukup berhenti pada retorika, deklarasi maupun panggung seremonial para pejabat dan politisi.

Dorongan tersebut disampaikan Almuhery dari JKEL yang menilai kondisi ekologis Lampung membutuhkan gerakan bersama, terutama untuk memulihkan kawasan hulu hingga hilir.

Menurutnya, gerakan serentak harus diarahkan pada perbaikan kawasan hulu tangkapan air, sempadan sungai, daerah limpasan, hingga wilayah mangrove yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Lampung mendukung menuju Tobat Ekologis Indonesia. Jangan hanya retorika di media dan panggung seremonial. Musim kemarau dan penghujan harus menjadi bukti nyata bahwa bumi Lampung telah mengalami degradasi,” tegasnya.

Ia menilai kerusakan ekologis saat ini tidak bisa dilihat secara parsial. Persoalan lingkungan disebut telah terjadi dari kawasan hulu hingga hilir sehingga membutuhkan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Jelang Temu Karya VIII, Dukungan Kabupaten/Kota Mengalir untuk Wahrul Fauzi Silalahi

Almuhery juga mengkritik para kepala daerah maupun politisi yang kerap menjadikan isu konservasi sebagai narasi politik.

Menurutnya, apabila sebuah daerah mengikrarkan diri sebagai provinsi, kota atau kabupaten konservasi, maka komitmen tersebut harus dibuktikan melalui kebijakan dan pengalokasian anggaran untuk program konservasi yang benar-benar menyentuh lapangan.

“Gerakan konservasi jangan hanya menjadi buah bibir gubernur, wali kota, bupati dan politisi semata. Kalau mengikrarkan wilayahnya sebagai provinsi, kota atau kabupaten konservasi, buktikan dengan mengalokasikan anggaran pada program konservasi nyata,” ujarnya.

Tak hanya pemerintah, kalangan akademisi dan perguruan tinggi juga didorong turun langsung. Kampus dinilai memiliki pengetahuan dan sumber daya yang seharusnya dapat diimplementasikan untuk menjawab persoalan ekologis di masyarakat.

Baca Juga :  Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas, Pemprov Lampung dan Kemenpora Olahraga Tenis Bersama

“Keterlibatan seluruh elemen, termasuk penghuni menara gading yang disebut akademisi atau kampus, harus terjun bersama mengimplementasikan ilmu dan teori yang selama ini tersimpan di file laptop, PC maupun lemari kaca,” katanya.

Ia juga mendorong agar agenda Tobat Ekologis yang disebut dicanangkan Presiden Prabowo dan diimplementasikan oleh Menteri Lingkungan Hidup segera diterjemahkan menjadi gerakan nyata di seluruh wilayah Lampung.

Menurutnya, BUMN dan perusahaan swasta yang beroperasi maupun melintas di wilayah Lampung juga harus mengambil bagian dalam upaya pemulihan lingkungan.

“BUMN dan swasta yang ada, yang menghisap dan melintas bumi Lampung, segera melakukan gerakan bersama sesuai rekomendasi Konferensi Sungai Indonesia untuk menghijaukan kembali Sai Bumi Ruwa Jurai,” pungkas Almuhery. (Red)

Editor : alex jefri

Berita Terkait

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam
RDUDAM Gelar Wabinar P2KB
Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Desak Aparat Penegak Hukum Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Lampung Utara
Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

PANGDAM XXI/RI IMBAU WARGA TETAP TENANG, SIAGA PASUKAN HADAPI AKTIVITAS ANAK KRAKATAU

Senin, 7 September 2026 - 05:58 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 7 September 2026 - 05:54 WIB

Angin Berubah, Debu Anak Krakatau Bergeser Ke Banten Jabar, Aprozi Minta Posko 1X24 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 06:05 WIB

RDUDAM Gelar Wabinar P2KB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Berita Terbaru

Screenshot

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:10 WIB

Pendidikan

Unila Berkawan dengan Petani, Perkenalkan APH untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:40 WIB