Si-AWAS, Upaya Pemprov Lampung Memodernisasi Pengawasan Anggaran

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Si-AWAS, Upaya Pemprov Lampung Memodernisasi Pengawasan Anggaran


berandalappung.com
— Teluk Betung, Inspektur Provinsi Lampung Bayana mengakui bahwa selama ini pola pengawasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung masih bersifat konvensional. Seiring perkembangan teknologi informasi, pengawasan kini diarahkan ke sistem digital melalui aplikasi Si-AWAS.

Menurut Bayana, aplikasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat manfaat pengawasan anggaran daerah. Sistem ini memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan pertanggungjawaban akhir.

“Melalui Si-AWAS, risiko dari sebuah perencanaan bisa dimitigasi sejak awal. Jika dalam evaluasi risiko dinilai tinggi, sistem akan memberikan peringatan dini,” kata Bayana, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menilai mekanisme early warning system penting agar seluruh kegiatan yang menggunakan anggaran daerah dilaksanakan secara efisien, tepat sasaran, dan akurat. Dengan cara itu, potensi temuan dalam pengawasan diharapkan dapat ditekan.

Baca Juga :  Two Pillars Tancap Gas Jelang Gubernur Cup 2025, Tak Sekadar Bertanding tapi Jadi Tuan Rumah Bermartabat

Bayana menyebut, sistem ini juga membuka peluang pengawasan yang lebih luas, termasuk terhadap aset-aset daerah yang tersebar di berbagai wilayah. “Aset daerah bisa terdeteksi lebih dini melalui sistem ini,” ujarnya.

Namun, Bayana mengakui capaian Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemerintah Provinsi Lampung masih berada di zona merah. SPI, kata dia, diukur melalui tiga aspek: internal, eksternal, dan ekspert.

Penilaian internal dilakukan melalui responden yang dipilih secara acak, terutama dari unsur pemberi layanan publik. Penilaian eksternal berasal dari penerima layanan. Sementara nilai terendah justru terdapat pada aspek ekspert, yang dinilai belum optimal akibat minimnya sosialisasi pencegahan dan pendidikan antikorupsi.

“Ke depan kami akan menggandeng penyuluh antikorupsi dan pemangku kepentingan eksternal agar partisipasi publik lebih kuat,” kata Bayana.

Ia juga menyinggung persoalan keterlambatan pelaporan dan penyelesaian kegiatan fisik. Menurut dia, masih terdapat kelalaian yang kerap dianggap sepele, meski dalam penilaian idealnya seluruh pekerjaan fisik telah rampung pada November.

Baca Juga :  Dekranasda Provinsi Lampung Jadi Destinasi Inspiratif Bagi Muli Mekhanai 2025

Dalam praktiknya, sebagian kegiatan baru selesai pada awal Desember, meskipun masih dalam tahun anggaran berjalan. “Lewat aplikasi ini, semuanya bisa dipantau agar dikerjakan tepat waktu dan sesuai perencanaan,” ujarnya.

Bayana menegaskan keterlambatan tersebut pada prinsipnya tidak dikenakan sanksi selama masih diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Namun, sejumlah kewajiban pelaporan tetap harus dipenuhi sesuai tenggat, termasuk pada Maret.

Terkait akses publik, Bayana menegaskan Si-AWAS merupakan aplikasi dengan akses internal. Tidak seluruh hasil pengawasan dapat dibuka ke publik.

“Tidak semua pengawasan internal bisa dipublikasikan. Yang terpenting, fungsi pengawasan berjalan efektif dan akuntabel,” katanya.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi
Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1
Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional
IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:10 WIB

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:33 WIB

Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:11 WIB

Pembangunan Lanjutan RS Hewan Lampung Bergulir Dua Pekan Lagi

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Puskesmas Kemiling Gelar Cek Kesehatan Gratis Bersama Paguyuban Kemiling Bersatu dalam Rangka HUT ke-1

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

Berita Terbaru

Berita Lainnya

IKWI Lampung Juara 2 Fashion Show Pakaian Adat HUT ke-65 IKWI

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:34 WIB

Berita Lainnya

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:24 WIB

Berita Lainnya

Manuver Kuno Mengincar Oegroseno

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:20 WIB