Nanomaterial Rusia Diuji di Laut Lampung: UIN Raden Intan Bidik Terobosan Anti-Fouling Tropis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Nanomaterial Rusia Diuji di Laut Lampung: Tropis Anti-Fouling UIN Raden Intan Bidik Terobosan

 

berandalappung.com —Bandar Lampung, tanpa banyak gembar-gembor, UIN Raden Intan Lampung  (UINRIL) bersama Tomsk State University (TSU) Rusia mulai menguji teknologi anti-fouling berbasis nanomaterial di Pantai Tiska. Selembar pelat berlapis biosidal kucing ditenggelamkan pada kedalaman dua meter sebuah eksperimen sederhana, namun menyimpan taruhan besar: mampukah material yang dikembangkan di iklim subtropis bertahan di ganasnya laut tropis?

Teknologi anti-fouling adalah perisai utama kapal dari menempelkan alga, teritip, hingga jamur yang memperlambat laju dan memboroskan bahan bakar. TSU mengklaim kucing mereka mengandung agen biosidal yang tidak hanya menahan pertumbuhan organisme laut, tetapi juga menghambat korosi. Lampung menjadi ajang uji paling krusial untuk memastikan klaim itu bukan sekadar jargon laboratorium.

Baca Juga :  Dr. Albet Maydiantoro: Dari Desa ke Kampus, Menjadi Akademisi dan Dekan FKIP Unila

Rektor UIN RIL, Prof. Wan Jamaluddin , menegaskan penelitian ini merupakan lompatan nyata internasionalisasi kampus. “Kami tidak ingin berhenti pada slogan. Riset harus memberi dampak langsung bagi dunia maritim,” ujarnya. Tahun 2025, menurutnya, adalah fase pembuktian bahwa UIN RIL mampu bermain di gelanggang riset global.

Dari pihak TSU, Wakil Rektor Kerja Sama Internasional Artyom Rykun menyebut kondisi tropis sebagai “medan tempur sesungguhnya”. Bahan yang stabil di Rusia belum tentu mampu bertahan di suhu tinggi, kelembapan ekstrem, dan laju pertumbuhan biota tropis yang agresif. Jika teknologi ini lolos uji, manfaatnya tidak hanya untuk kapal, tetapi juga pelabuhan, dermaga, hingga infrastruktur pesisir.

Baca Juga :  FP Unila Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional 4th ICTAFF 2024

Bagi UIN RIL, penenggelaman pelataran di Pantai Tiska mungkin tampak sebagai langkah kecil. Namun, penelitian ini menandai ambisi yang lebih besar: menjadikan Lampung sebagai pusat pengujian material tropis dan menempatkan kampus hijau itu sebagai pemain baru dalam inovasi maritim.

Satu pesan yang ingin mereka sampaikan: penelitian Indonesia tak lagi sekadar mengekor. Kali ini, kita mulai menantang medan tropis dengan taring sendiri.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Kwarda Lampung Sambut Racana UIM
Didukung Hibah Riset Rusia, UIN Raden Intan–TSU Uji Perban Nanomaterial di RSUD Dadi Tjokrodipo
Membangun Negeri dari Lampung, Menggerakkan Masa Depan
IKAPERTA Unila Akan Gelar ‘Agri Talks’, Career Expo, dan Pasar Murah dan Dorong Lampung Jadi Lumbung Jagung Nasional
HA IPB Lampung Gelar Family Gathering: Mengikat Kembali Jejaring Alumni untuk Lampung Maju
Kontras Tajam Dunia Pendidikan: Sekolah Mewah di Kota, Nyaris Roboh di Pesisir Barat
PKD Lampung Dimulai Hari Ini, Isbedy dan Dzafira Tampil Sabtu
Gubernur Mirza, Literasi Pondasi Kemajuan Peradaban Bangsa
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:29 WIB

Kwarda Lampung Sambut Racana UIM

Jumat, 28 November 2025 - 07:47 WIB

Nanomaterial Rusia Diuji di Laut Lampung: UIN Raden Intan Bidik Terobosan Anti-Fouling Tropis

Jumat, 28 November 2025 - 07:00 WIB

Didukung Hibah Riset Rusia, UIN Raden Intan–TSU Uji Perban Nanomaterial di RSUD Dadi Tjokrodipo

Rabu, 26 November 2025 - 15:49 WIB

Membangun Negeri dari Lampung, Menggerakkan Masa Depan

Rabu, 26 November 2025 - 14:46 WIB

IKAPERTA Unila Akan Gelar ‘Agri Talks’, Career Expo, dan Pasar Murah dan Dorong Lampung Jadi Lumbung Jagung Nasional

Berita Terbaru

Pendidikan

Kwarda Lampung Sambut Racana UIM

Rabu, 10 Des 2025 - 07:29 WIB

Art - Edukasi

Generasi Muda Lampung Dilibatkan dalam Festival Tari Cangget

Senin, 8 Des 2025 - 13:45 WIB