Mengatasi Hama Keong pada Tanaman Padi untuk Menghindari Gagal Panen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Januari 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamparan Sawah yang ada di Pesawaran. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Hamparan Sawah yang ada di Pesawaran. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Hama pada tanaman dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan, termasuk pada tanaman padi.

Keong, misalnya, menjadi salah satu hama yang sering menyerang padi di sawah.

Oleh karena itu, penting bagi petani untuk mengetahui cara efektif mengendalikan hama keong agar hasil panen tidak gagal.

Menurut sebuah artikel di jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id, padi merupakan sumber pangan utama yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yang juga berfungsi sebagai bahan pakan kaya energi dan karbohidrat.

Penurunan produksi padi dapat memengaruhi ketersediaan pangan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi padi meliputi sistem penanaman dan serangan hama, termasuk keong.

Empat Cara Mengatasi Hama Keong pada Tanaman Padi

Keong merupakan hama yang sudah sangat familiar bagi para petani.

Mengutip dari situs distan.bolmutkab.go.id, berikut beberapa cara untuk mengatasi keong pada tanaman padi:

Baca Juga :  Petani Singkong di Lampung Menangis, Hanya Dapat Rp 700 Ribu Per-bulan

1. Penggunaan Penghalang Plastik pada Persemaian Untuk menghindari keong masuk ke dalam persemaian, pasang plastik di sekitar persemaian.

Keong cenderung menyukai tanaman muda, dan dengan sifat plastik yang halus, keong akan kesulitan merangkak masuk ke persemaian.

2. Pengumpulan Telur dan Keong Pengambilan telur dan keong sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari di tempat yang tergenang.

Keong mas biasanya tinggal di area persawahan yang tergenang, sehingga pengumpulan ini harus dilakukan secara rutin.

Keong dewasa dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau konsumsi manusia, sementara telur yang terkumpul bisa dihancurkan dengan cara membenamkannya ke dalam tanah agar tidak menetas.

3. Penyulaman Tanaman Di daerah yang sering terkena serangan keong, penyulaman tanaman padi yang rusak sangat dianjurkan.

Hal ini memastikan pertumbuhan padi yang lebih merata dan mengurangi kerusakan akibat keong.

Baca Juga :  Kapolres Pesawaran Giat Jum'at Curhat Bersama Karang Taruna

Di daerah endemis keong, pastikan menggunakan benih dalam jumlah yang lebih banyak.

4. Pembuatan Parit di Sekitar Sawah Keong lebih suka tempat-tempat yang tergenang air.

Oleh karena itu, membuat parit di sekitar sawah dapat mengumpulkan keong di area tersebut.

Setelah terkumpul, keong bisa dengan mudah diambil dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau konsumsi manusia.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, petani dapat mengatasi masalah keong pada tanaman padi dan mencegah gagal panen.

Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada, karena serangan keong yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan total pada tanaman padi yang baru ditanam.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu dalam mengelola tanaman padi dengan lebih baik sobat http://berandalappung.com

Berita Terkait

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
Kasus Dugaan Pemerasan Wahyudi dan Padli Berakhir Vonis 7 Bulan 20 Hari
Pemprov Lampung Resmi Rotasi Pejabat Tinggi Pratama
Malam Nanti di TikTok, Syair Lebaran Bersama Isbedy dan Syaifudin
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49 WIB

Kasus Dugaan Pemerasan Wahyudi dan Padli Berakhir Vonis 7 Bulan 20 Hari

Senin, 4 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pemprov Lampung Resmi Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

Berita Terbaru