Memompa Kreativitas Menulis Bagi Emak-Emak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

berandalappung.com— Yogyakarta, Siapa bilang emak-emak hanya bisa masak, manak (punya anak) , dan umbah-umbah (mencuci pakaian)? Nyatanya, emak-emak dari Komunitas Omah Kayu dan Komunitas Semak Kata terus  berupaya menjaga letupan semangat dan kreativitas menulis. Hal ini ditunjukan saat mereka mengikuti silaturahmi  “Meningkatkan Motivasi dalam Menulis” (2/5/2025) di kantin  Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dengan menghadirkan  narasumber Herry Mardianto

“Pertemuan ini diadakan agar kita terus mempunyai keinginan menulis. Kita perlu selalu mengisi ulang spirit meningkatkan kreativitas,” jelas Ana Mawar, koordinator Omah Kayu saat membuka acara.

Emak-emak dari Komunitas Omah Kayu saat ini tengah menanti terbitnya antologi bersama Memetik Hikmah di Balik Kisah yang masih dalam proses layout di Penerbit Interlude, Yogyakarta.

Antologi tersebut berisi dua puluh satu kisah pengalaman emak-emak dalam menyiasati kehidupan karena sebagian mereka single parent, berjuang sepenuh tenaga demi mencukupi kebutuhan hidup, mendidik anak-anak,  dan pengalaman mengarungi kehidupan berumah tangga.

Semangat emak-emak untuk terus mengetahui seluk beluk menulis patut diacungi jempol. Meskipun sesaat sebelum pertemuan hujan turun hampir di seluruh wilayah Yogyakarta, mereka tetap hadir.

“Sebenarnya tidak ada alasan kita tidak bisa menulis, tidak mempunyai ide. Apa pun bisa kita jadikan tulisan. Pertemuan ini pun sesungguhnya dapat dijadikan ide untuk dituliskan. Tinggal memperkaya dengan pengalaman dan referensi,” papar Herry Mardianto, praktisi kepenulisan.

Baca Juga :  Respons Cepat, Dinkes Bandar Lampung Fogging Puluhan Rumah Cegah Penyebaran DBD

Di sisi lain dijelaskan bahwa karena usia emak-emak sudah tidak muda lagi, perlu kiranya setiap ide yang muncul segera dicatat agar tidak mudah hilang. Keterbatasan daya ingat, menjadikan catatan begitu penting. Hal ini berkorelasi dengan kenyataan bahwa semakin tua, seseorang menjadi pelupa dan pikun.

Selain mencatat ide, langkah penting dalam proses menulis agar tidak berhenti di tengah jalan, maka masing-masing perlu membuat outline, kerangka atau garis besar karangan. Dengan demikian, pengejawantahan ide akan menemukan jalannya karena kerangka berpikir sudah direncanakan sejak awal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa menulis memerlukan  kedisiplinan dan tekad kuat, istiqomah, dari diri sendiri. Setiap orang memerlukan situasi khusus untuk mengawali menulis.

Ada yang bisa mulai menulis malam hari saat suasana sepi sambil mendengarkan musik, tak jarang ada yang bisa menulis saat dalam perjalanan jauh menggunakan kereta api atau pesawat terbang, menunggu antrean di rumah sakit atau bank, dan dalam berbagai situasi lainnya. Hal ini menyebabkan proses kreatif seseorang berbeda satu dengan lainnya.

Di samping ide yang menarik, judul tulisan pun harus memikat, agar mampu merebut perhatian pembaca. Pemilihan judul perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh karena judul merupakan nyawa bagi sebuah tulisan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Resmi Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

Segala sesuatu yang dituangkan dalam pragraf- dari paragraf pembuka sampai paragraf penutup- harus mengacu pada judul. Meskipun ada orang yang memberi judul setelah proses penulisan selesai, tetapi pasti sejak awal ia sudah membayangkan judul yang akan diberikan untuk tulisannya.

Ketua Komunitas Semak Kata, Ria Anisa, memaparkan ketertarikannya pada dunia tulis menulis. Pada awalnya (tahun 2022) ia mengikuti Pelatihan Menulis dan Fasilitasi Penerbitan Buku dengan tema Literasi untuk Kecakapan Hidup yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY.

Semula ia bingung mau menulis apa karena ada kewajiban bagi setiap peserta  menulis artikel yang akan diterbitkan dalam bentuk antologi bersama.
Nah dari pelatihan tersebut, dosen di APMD itu menyadari bahwa apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dialami seseorang merupakan hal yang termudah untuk dituliskan. Tinggal dikaitkan dengan minat dan passion. Artinya, tulislah apa yang kita kuasai, sehingga proses menulis menjadi mudah.
Di ujung pertemuan, Herry memotivasi peserta untuk terus menulis. Tulislah apa pun. Bisa sehari menulis sepuluh, seratus, atau seribu kata.  Jadikan tulisan sebisanya, tidak perlu takut salah. Jika sudah selesai, pelan-pelan diperbaiki lewat proses editing.
“Jadikanlah menulis sebagai candu. Sehingga kalau tidak sempat menulis, kita akan merasa ada yang kurang,” pungkas Herry Mardianto.

 

Editor : Alex Jefri

Sumber Berita: Kompasiana.com

Berita Terkait

Puluhan Aktivis Lampung Utara Gelar Aksi Damai di Kejari, Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024
PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027
Lokmin Lintas Sektor, Puskesmas Way Kandis Galang Komitmen Bersama Eliminasi TB dan Penurunan Stunting
Penuhi Panggilan Polisi, Wildan Serahkan Bukti Elektronik Dugaan Pengancaman Kadis PSDA
Perombakan Birokrasi di Tulang Bawang Barat, Empat Pejabat Eselon II Tempati Posisi Baru
Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO, Korban Kini Dapat Pendampingan
Buka Rakerda 2026, Jihan Sebut Pramuka Mitra Strategis Cetak SDM Unggul
Dugaan Korupsi Sekda Lampung Tengah Dikawal Massa, Polda Tunggu Hasil Audit BPKP
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:56 WIB

Puluhan Aktivis Lampung Utara Gelar Aksi Damai di Kejari, Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:37 WIB

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:30 WIB

Lokmin Lintas Sektor, Puskesmas Way Kandis Galang Komitmen Bersama Eliminasi TB dan Penurunan Stunting

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:05 WIB

Penuhi Panggilan Polisi, Wildan Serahkan Bukti Elektronik Dugaan Pengancaman Kadis PSDA

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:32 WIB

Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung Ungkap Kasus TPPO, Korban Kini Dapat Pendampingan

Berita Terbaru

Berita Lainnya

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:37 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi berandalappung.com