Lampung di Persimpangan, Dinasti Politik Tumbang, Janji Pemberdayaan Hanya Omong Kosong?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 November 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pergantian Gubernur Lampung. Dok: Ist

Ilustrasi Pergantian Gubernur Lampung. Dok: Ist

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Provinsi Lampung, sebagai salah satu wilayah strategis di Indonesia, memiliki catatan politik yang dinamis.

Pergantian gubernur dari Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi, hingga kemungkinan Mirza sebagai pemimpin baru di periode berikutnya menjadi sorotan banyak pihak.

Hengki Irawan, seorang ahli pemberdayaan masyarakat, menganggap fenomena ini bukan hanya refleksi demokrasi, tetapi juga peluang bagi perbaikan pembangunan.

 

Era Ridho Ficardo (2014–2019)

Ridho Ficardo, yang sempat menjadi gubernur termuda, dikenal membawa semangat pembaruan melalui pembangunan infrastruktur, seperti pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatera.

Langkah ini menjadi tonggak konektivitas Lampung dengan wilayah lain.

Namun, menurut Hengki, fokus besar pada infrastruktur membuat pemberdayaan masyarakat kurang mendapat perhatian.

“Meski pertumbuhan ekonomi naik, dampaknya tidak cukup dirasakan oleh masyarakat bawah,” ungkap Hengki.

Ia mencatat perlunya pendekatan lebih inklusif agar pembangunan fisik mampu memberdayakan rakyat secara langsung.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat Kampung Tanjung Kerajan, Dewi Nadi Diminta Perbaikan Infrastruktur Sampai Kantor Desa

 

Masa Arinal Djunaidi (2019–2024)

Arinal Djunaidi memfokuskan kepemimpinannya pada sektor pertanian melalui program unggulan “Kartu Petani Berjaya.”

Tujuan program ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani Lampung, yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Namun, Hengki menilai, implementasi program tersebut masih menghadapi kendala besar di lapangan.

“Kartu Petani Berjaya memiliki potensi, tetapi masalah struktural di sektor pertanian seperti akses permodalan, pasar, dan teknologi masih belum teratasi,” ujarnya.

Selain itu, kritik terhadap tata kelola pemerintahan di era ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap Arinal menurun.

Hengki berpendapat, pola pergantian gubernur setelah satu periode mencerminkan tuntutan rakyat untuk perubahan yang lebih signifikan.

Menyongsong Kepemimpinan Mirza (2024 dan Seterusnya)

Nama Mirza yang mencuat sebagai kandidat kuat dalam Pilkada 2024 menghadirkan harapan baru.

Hengki menekankan pentingnya kesinambungan program pembangunan yang telah berjalan sambil membawa inovasi baru untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Baitul Kirom Berlangsung Meriah dan Sukses

“Pemimpin Lampung ke depan harus mampu memadukan pembangunan infrastruktur dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Hengki.

Ia juga menggarisbawahi perlunya perhatian lebih pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal sebagai prioritas pembangunan.

Menurut Hengki, pembangunan fisik tanpa masyarakat yang berdaya hanya akan menjadi simbol tanpa manfaat nyata.

Ia berharap Mirza, seusai dilantik, dapat membawa pendekatan yang lebih inklusif dalam pembangunan.

Refleksi Pergantian Gubernur

Hengki memandang pergantian gubernur satu periode sebagai tanda demokrasi yang sehat.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Lampung ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner sekaligus mampu bekerja secara kolaboratif dengan masyarakat.

“Pergantian pemimpin harus menjadi momentum perbaikan nyata, bukan sekadar formalitas politik,” ujar Hengki menutup analisisnya.

Ia berharap, melalui kepemimpinan baru, Lampung dapat terus berkembang sebagai provinsi yang inklusif dan berdaya saing.

Berita Terkait

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat
Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan
Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
Ujian Berat Menjaga Marwah Pers di Tengah Disrupsi Digital
Politik Harus Hadir dengan Kepedulian Nyata, Firmansyah di Idul Adha PAN Bandar Lampung
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:07 WIB

HPN 2027 di Lampung, Dewan Pers Minta Semua Ikut Terlibat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Berita Terbaru

Hukum

Ada Apa? Welly Mendadak Cabut Praperadilan

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:18 WIB

Pendidikan

Disdikbud Lampung Imbau Sekolah Gelar Sholat Istisqo

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:13 WIB

Screenshot

Peristiwa

Kemarau Memanjang, Pemprov Lampung Ketuk Pintu Langit

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:23 WIB