Ketika Demokrasi Mati Suri, Wartawan Dibungkam dan Kebenaran Dipasung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Desember 2024 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Pemberdayaan Indonesia bersama Aktivis HAM Azhari Azhar. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Pengamat Pemberdayaan Indonesia bersama Aktivis HAM Azhari Azhar. Foto: Wildanhanafi/berandalappung.com

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Pengamat Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, Hengki Irawan, menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menjaga demokrasi yang sehat.

Sebagai pilar keempat, wartawan memiliki tugas penting untuk menyediakan informasi yang akurat, mengawasi kekuasaan, dan memastikan transparansi dalam sistem pemerintahan.

Namun, menurut Hengki, dalam kondisi demokrasi “mati suri” di mana sistem hanya berjalan secara formal tanpa esensi sebenarnya wartawan kerap menjadi korban utama dari berbagai bentuk represi.

Faktor Penyebab Demokrasi “Mati Suri”

1. Represi terhadap Kebebasan Pers

Hengki mengungkapkan bahwa pemerintah atau elit berkuasa sering kali membungkam pers melalui sensor, kriminalisasi, hingga ancaman kekerasan.

“Akibatnya, wartawan bekerja di bawah tekanan ketakutan, kehilangan kebebasan untuk menyuarakan kebenaran,” paparnya pada media berandalappung.com Sabtu, (7/12/2024) di acara HUT Fajar Sumatra ke- 14 di Hotel Golden Tulip.

Baca Juga :  Survei LSI: RMD- Jihan Unggul Jauh dari Arinal-Sutono di Pilgub Lampung

2. Polarisasi dan Disinformasi

Media sering menjadi arena pertempuran narasi di tengah polarisasi politik.

Disinformasi yang terus merajalela juga melemahkan peran pers sebagai sumber fakta.

“Jurnalis independen menghadapi serangan dari berbagai pihak, semakin sulit menjalankan tugasnya,” ungkap Hengki.

3. Korporatisasi Media

Hegemoni korporasi dan oligarki terhadap media menjadi tantangan besar lainnya.

“Korporasi kerap mendistorsi agenda berita untuk kepentingan mereka, membuat wartawan independen terisolasi tanpa dukungan,” tambahnya.

4. Menurunnya Kepercayaan Publik

Hengki juga menyoroti apatisme masyarakat terhadap informasi yang semakin buruk akibat kasus bias dan manipulasi berita.

“Kepercayaan publik terhadap media menurun, membuat posisi pers semakin terpinggirkan,” paparnya.

Langkah untuk Menghidupkan Kembali Demokrasi

Untuk mengatasi kondisi ini, Hengki menyarankan beberapa langkah strategis:

1. Melindungi Kebebasan Pers:

“Regulasi yang kuat diperlukan untuk melindungi wartawan dari ancaman fisik maupun hukum,” tegas Hengki.

Baca Juga :  Abi Hasan Muan Tancap Gas, Panaskan Mesin Politik Jelang Musda Golkar Lampung

2. Mendukung Media Independen:

Pemerintah dan masyarakat perlu memberikan dukungan finansial kepada media yang tidak terikat pada kepentingan politik maupun ekonomi.

3. Meningkatkan Literasi Media:

“Edukasi publik sangat penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan menghargai jurnalisme berkualitas,” ujarnya.

4. Solidaritas Antarmedia:

Kerja sama lintas institusi media diperlukan untuk menghadapi ancaman represi dan disinformasi secara kolektif.

Masa Depan Demokrasi

“Wartawan adalah garda terdepan dalam menjaga demokrasi tetap hidup,” ujar Hengki.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan jurnalis adalah kunci untuk mengembalikan demokrasi pada esensi aslinya.

“Namun, jika kebebasan pers terus dirampas, demokrasi hanya akan menjadi formalitas tanpa jiwa, terjebak dalam kondisi ‘mati suri’ yang semakin memperkuat otoritarianisme,” tandas Hengki.

Berita Terkait

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan
Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”
“Silaturahmi Lintas Generasi KAHMI Lampung, Anas Urbaningrum Gaungkan Semangat ‘Yakin Usaha Sampai”
PPG dan IASH Berkolaborasi Tingkatkan Pengalaman Bagi Penumpang Pesawat di Bandara
Wartawan PWI Direncanakan Ikut Retret Bela Negara di Akmil Magelang
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Semarak Kemerdekaan, IJP Lampung Gelar Lomba HUT RI ke-81, Wartawan Pemprov Siap Adu Kekompakan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Jihan Nurlela Terima Lencana Karya Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:51 WIB

Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

“Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Mengaku Trauma Pegang Uang”

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1

Kamis, 20 Agu 2026 - 09:31 WIB