Dampak negatif menkonsumsi seblak terus menerus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Desember 2024 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak negatif mengkonsumsi seblak secara berkepanjangan foto Ist

Dampak negatif mengkonsumsi seblak secara berkepanjangan foto Ist

Bandar Lampung (berandalappung.com) – Seblak adalah makanan khas Indonesia yang berbahan dasar kerupuk basah yang dimasak dengan bumbu pedas dan berbagai tambahan seperti bakso, sosis, sayuran, atau daging.

Meskipun lezat, mengonsumsi seblak secara terus-menerus dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat. Berikut adalah beberapa dampaknya:

1. Masalah Pencernaan

Seblak biasanya mengandung cabai dalam jumlah besar, yang bisa menyebabkan iritasi pada lambung dan usus.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi dan Hanan A.Razak Gelar Nobar Piala Asia, Disini Lokasinya

Konsumsi berlebihan dapat memicu:

1.Maag

2.Diare

3.Refluks asam lambung (GERD)

2. Kandungan Lemak dan Kalori Tinggi

Seblak sering dimasak dengan minyak dan bahan tinggi lemak, seperti sosis atau bakso. Hal ini dapat menyebabkan:

Kenaikan berat badan

Kolesterol tinggi

Risiko penyakit jantung

3. Kandungan Garam Berlebih

Seblak umumnya mengandung garam tinggi dari bumbu, saus, atau bahan seperti kerupuk dan bakso. Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan:

Tekanan darah tinggi

Risiko penyakit kardiovaskular

Baca Juga :  Pasca Jatuhnya Rezim Komunis Pro Tiongkok, Nepal Kini Dipimpin Sushila Karki

Kerusakan ginjal

4. Kurangnya Gizi Seimbang

Seblak cenderung rendah nutrisi seperti serat, vitamin, dan protein jika tidak ditambahkan sayur atau bahan bernutrisi lainnya. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan gizi penting.

5. Risiko Bahan Berbahaya

Kerupuk yang digunakan untuk seblak sering kali mengandung zat tambahan seperti pewarna dan pengawet berlebihan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan, seperti: Risiko kerusakan hati dan ginjal Akumulasi zat berbahaya dalam tubuh (Qonita Agustina)

Berita Terkait

Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli
HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Menepis Narasi Mangkrak: IKN Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi
Hangatkan Kebersamaan, Rutan Kelas I Bandar Lampung Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H dengan Hikmat
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:57 WIB

Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 10:06 WIB

Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat

Senin, 29 Juni 2026 - 18:34 WIB

Selamat, Tiga Hari Lagi DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung

Senin, 29 Juni 2026 - 18:00 WIB

Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif

Berita Terbaru

Berita Lainnya

IKWI Lampung Juara 2 Fashion Show Pakaian Adat HUT ke-65 IKWI

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:34 WIB

Berita Lainnya

Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:24 WIB

Berita Lainnya

Manuver Kuno Mengincar Oegroseno

Selasa, 21 Jul 2026 - 18:20 WIB