Biarawati Katolik Menyelesaikan Studi di UML, Rektor Tekankan Nilai Kemanusiaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biarawati Katolik Lulus di UML, Bukti Kampus Inklusif

 

berandalappung.com — Kedaton, Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menggelar prosesi wisuda tahun 2025, diikuti oleh 275 lulusan, bertempat di Swiss-Bel Hotel, Jalan Rasuna Said, Kel. Gulak galik, Kota Bandar Lampung, selasa 16 Desember 2025
Rektor UML Dr. Mardiana mengajak seluruh wisudawan untuk tidak hanya meraih ilmu, tetapi juga menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

“Wisuda ini adalah langkah awal ke depan, kalian memiliki tugas untuk memperkuat niat kemanusiaan yang mensejahterakan. Ilmu tanpa iman hanya akan menjadi alat kekuasaan yang tidak berintegritas. Maka, jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya sambil memberikan Berbagai.

Selanjutnya, acara ini menjadi momen penting bagi para wisudawan untuk mencapai keberhasilan mereka setelah menempuh pendidikan di UML. Salah satu cerita inspiratif datang dari Biarawati Domingas Abuk Seran, wisudawati program S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Program Studi S1 ​​Pendidikan Luar Biasa Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) yang diwisuda pada Selasa (16/12).

Kampus Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) tidak hanya mengirimkan pesan untuk kalangan tertentu, atau orang Islam secara eksklusif. Tetapi tidak seorang pun boleh belajar dan menyayanginya. Citra itu diperoleh oleh seorang Biarawati atau Suster Domingas Abuk Seran
“Saya adalah seorang biarawati.

Saya diutus berkarya di Lampung untuk melayani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan mungkin, di awal perjalanan, tidak pernah terpikir bahwa Tuhan akan menitipkan langkah-langkah saya menuju sebuah universitas Islam ruang ilmu yang penuh ayat-ayat, lantunan doa, dan cahaya tradisi yang berbeda dari apa yang saya kenakan dalam jubah harian saya sebagai seorang biarawati”. Ujarnya.

Masih jelas dalam ingatan, hari itu langkah pertama saya di kampus Universitas Muhammadiyah lampung terasa seperti melangkah ke sebuah bab baru yang halamannya masih kosong. Saya berjalan pelan-pelan di lorong fakultas, dan setiap gema langkah saya terdengar bagai ketukan ragu.

Apakah saya akan diterima? Apakah jubah seorang biarawati atau suster ini akan dianggap aneh? Apakah perbedaan kami akan menjadi jurang?. Ujarnya.

Ternyata, di kampus UML ini, saya disapa oleh senyum-senyum ramah yang tidak bertanya, apa agamamu atau keperluanmu? tapi justru saya, kamu, kita menjadi saudara di Muhamadiyah.

Baca Juga :  Pengamat Politik: Diskualifikasi Wahdi-Qomaru oleh KPU Metro Sudah Tepat Sesuai Regulasi

Tak hanya dirinya, banyak juga mahasiswa non-muslim yang kuliah di UML dari papua contohnya. Mereka merasa diperlakukan dengan baik, tidak ada diskriminasi, keadilan dan toleransi diterapkan, tidak hanya berhenti menjadi papan jargon promosi kampus.

Saya seering disebut sebagai mahasiswa Katolik Muhammadiyah. Di sini saya bukan mewakili diri saya sendiri tentunya, tapi juga ingin mewakili kisah saya yang saya yakin mewakili teman-teman sekalian, imbuhnya.

Tak sampai di situ, Dominggus juga mengaku punya kenangan yang terlupakan selama melaksanakan kegiatan KKN, yakni ketika Kami tidak saling berdebat siapa yang paling benar,
kami justru menemukan keindahan dalam kesungguhan masing-masing. Bahwa jalan menuju kebaikan, meski dari tradisi yang berbeda, sering kali bertemu di satu titik yang sama dengan titik kemanusiaan.

“Kampus UML mengajarkan saya bahwa saya tidak harus menjadi serupa untuk diterima. Saya hanya perlu menjadi tulus. Sebab akhirnya yang paling dikenang adalah bukan pencapaian atau kebaikan, tapi kebaikan yang tertinggal saat kita pergi,” Pungkasnya.Biarawati Domingas Abuk Seran Wisuda di UML: Katolik.

Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menggelar prosesi wisuda tahun 2025, diikuti oleh 275 lulusan, bertempat di Swiss-Bel Hotel, Jalan Rasuna Said, Kel. Gulak galik, Kota Bandar Lampung, selasa 16 Desember 2025
Rektor UML Dr. Mardiana mengajak seluruh wisudawan untuk tidak hanya meraih ilmu, tetapi juga menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

“Wisuda ini adalah langkah awal ke depan, kalian memiliki tugas untuk memperkuat niat kemanusiaan yang mensejahterakan. Ilmu tanpa iman hanya akan menjadi alat kekuasaan yang tidak berintegritas. Maka, jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya sambil memberikan Berbagai.

Selanjutnya, acara ini menjadi momen penting bagi para wisudawan untuk mencapai keberhasilan mereka setelah menempuh pendidikan di UML. Salah satu cerita inspiratif datang dari Biarawati Domingas Abuk Seran, wisudawati program S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Program Studi S1 ​​Pendidikan Luar Biasa Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) yang diwisuda pada Selasa (16/12).

Kampus Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) tidak hanya mengirimkan pesan untuk kalangan tertentu, atau orang Islam secara eksklusif. Tetapi tidak seorang pun boleh belajar dan menyayanginya. Citra itu diperoleh oleh seorang Biarawati atau Suster Domingas Abuk Seran “Saya adalah seorang biarawati.

Baca Juga :  STIES Alifa Pringsewu Bidik Kampus Syariah Terkemuka, Lulusan Dijamin Terserap Dunia Kerja

Saya diutus berkarya di Lampung untuk melayani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan mungkin, di awal perjalanan, tidak pernah terpikir bahwa Tuhan akan menitipkan langkah-langkah saya menuju sebuah universitas Islam ruang ilmu yang penuh ayat-ayat, lantunan doa, dan cahaya tradisi yang berbeda dari apa yang saya kenakan dalam jubah harian saya sebagai seorang biarawati”. Ujarnya.

Masih jelas dalam ingatan, hari itu langkah pertama saya di kampus Universitas Muhammadiyah lampung terasa seperti melangkah ke sebuah bab baru yang halamannya masih kosong. Saya berjalan pelan-pelan di lorong fakultas, dan setiap gema langkah saya terdengar bagai ketukan ragu.

Apakah saya akan diterima? Apakah jubah seorang biarawati atau suster ini akan dianggap aneh? Apakah perbedaan kami akan menjadi jurang? Ujarnya.

Ternyata, di kampus UML ini, saya disapa oleh senyum-senyum ramah yang tidak bertanya, apa agamamu atau keperluanmu? tapi justru saya, kamu, kita menjadi saudara di Muhamadiyah.

Tak hanya dirinya, banyak juga mahasiswa non-muslim yang kuliah di UML dari papua contohnya. Mereka merasa diperlakukan dengan baik, tidak ada diskriminasi, keadilan dan toleransi diterapkan, tidak hanya berhenti menjadi papan jargon promosi kampus.
Saya seering disebut sebagai mahasiswa Katolik Muhammadiyah. Di sini saya bukan mewakili diri saya sendiri tentunya, tapi juga ingin mewakili kisah saya yang saya yakin mewakili teman-teman sekalian, imbuhnya.

Tak sampai di situ, Dominggus juga mengaku punya kenangan yang terlupakan selama melaksanakan kegiatan KKN, yakni ketika Kami tidak saling berdebat siapa yang paling benar,
kami justru menemukan keindahan dalam kesungguhan masing-masing. Bahwa jalan menuju kebaikan, meski dari tradisi yang berbeda, sering kali bertemu di satu titik yang sama dengan titik kemanusiaan.

“Kampus UML mengajarkan saya bahwa saya tidak harus menjadi serupa untuk diterima. Saya hanya perlu menjadi tulus. Sebab akhirnya yang paling dikenang adalah bukan pencapaian atau kebaikan, tapi kebaikan yang tertinggal saat kita pergi,” Pungkasnya.

Editor : Alex Buay Sako

Berita Terkait

Hibah Rp5 Miliar untuk SMA Siger Amarah Wali Kota Dengan Tangisan, Kritik Publik, dan Ujian Kepatuhan Aturan
Niat Baik Tak Cukup: DPRD dan Pemerhati Pendidikan Soroti Legalitas dan Hibah SMA Siger
Dicopot dari Pascasarjana IAIN Metro, Prof Suhairi Lapor Ke-Menang
Sekolah Gratis yang Bikin Cemas: Nasib Ratusan Siswa SMA Siger di Ujung Tanduk
STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas dan Jaringan Global
Kwarda Lampung Sambut Racana UIM
Nanomaterial Rusia Diuji di Laut Lampung: UIN Raden Intan Bidik Terobosan Anti-Fouling Tropis
Didukung Hibah Riset Rusia, UIN Raden Intan–TSU Uji Perban Nanomaterial di RSUD Dadi Tjokrodipo
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:31 WIB

Hibah Rp5 Miliar untuk SMA Siger Amarah Wali Kota Dengan Tangisan, Kritik Publik, dan Ujian Kepatuhan Aturan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:53 WIB

Niat Baik Tak Cukup: DPRD dan Pemerhati Pendidikan Soroti Legalitas dan Hibah SMA Siger

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:31 WIB

Dicopot dari Pascasarjana IAIN Metro, Prof Suhairi Lapor Ke-Menang

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:00 WIB

Sekolah Gratis yang Bikin Cemas: Nasib Ratusan Siswa SMA Siger di Ujung Tanduk

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:13 WIB

STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas dan Jaringan Global

Berita Terbaru